Thursday, February 5, 2009

THE JOURNEY OF 21 DAYS DETOX (day 1-3)



















Diet detox bagi kebanyakan orang termasuk saya adalah sebuah nightmare.
Kalau bisa jauhlah dari kehidupan saya menjalani pola makan seperti vegetarian. Toh saya masih bisa mengimbanginya dengan exercise.
Itu mungkin yang selalu menjadi counter statement kita saat ditawari program detox diet. Tapi saya mau jujur, bahwa sesudah berbulan-bulan exercise, tidak satu garis pun di skala timbangan bergerak ke kiri. Kecenderungannya bergerak ke kanan, alias tambah nnndddut... Apalagi waktu liat video clip saya di Bali. Alamaaaakkk.... pipinya gembil bangets...


BIG IS MUCH MORE BEAUTIFUL? NO WAY!




















Tulisan ini bukan untuk mendiskreditkan orang yang berbadan gemuk.
Justru sebaliknya. Memotivasi untuk mempunyai tubuh yang sehat dengan bonus bentuk tubuh yang baik.
Saya dulu pernah gemuk banget saat mulai masuk kuliah. Yang terjadi adalah seperti kebanyakan orang gemuk lainnya. Sering jadi sasaran olok-olokan, yang sering melukai hati. Saya masih ingat saat masa orientasi mahasiswa, bila ada hukuman, salah satu bentuk hukuman, adalah saya berdiri di depan teman-teman dan memimpin mereka sebagai dirigen menyanyikan lagu
"Bu Gendut masuk MTI... Bu Gendut masuk MTI..."
(MTI: Mahasiswa Teknik Industri). Pengen nangis, tapi nggak berani.
Takut diperberat hukumannya.
Kaca adalah musuh, karena melihat penampilan yang tidak menarik.
Orang yang gemuk juga sulit mencari baju yang diinginkan. Kesengsem sama modelnya, tapi sizenya nggak fit. Dan sering berandai-andai, "seandainya aku punya tubuh yang seperti dia, seandainya aku bisa kurusan ..." dan beragam andai lainnya. Hik....hik...


Proses pertambahan berat badan tentunya nggak berlangsung sehari-dua hari. Memakan waktu. Tapi yang jelas kalau kita nggak menjaga asupan makanan kita, obesitas pasti menjadi bagian hidup kita.
Perhatikan photo para suami di hari pernikahan dan pada ulang tahun pernikahan ke 5. Sudah mengembang ke depan. Sementara para istri mengembang ke kanan, ke kiri, dan ke depan belakang. Dan sering kali kalimat "..ini kan karena melahirkan.." menjadi alasan favorit untuk defence.

Setelah mendengarkan penuturan Ibu Pit Lin yang mengajarkan detox 21 hari (artikel: Being Healthy ? You decide.)  saya ambil keputusan untuk mengikutinya. Bukan hanya ingin lebih langsing, tapi saya ingin sehat.
Success story yang mengikuti detox ini sangat banyak.
Mulai dari Ibu Pit Lin yang sembuh dari kanker, juga ada yang sembuh dari diabetes, hypertensi, vertigo, asam urat, dan beragam penyakit lainnya.
Oh... saya ingin melayani Tuhan dengan tubuh yang sehat.
Dan saya ingin share pengalaman saya kepada teman-teman semua.


Sebelum mulai detox, harus dipersiapkan dulu bahan-bahan yang diperlukan. Termasuk blender dan juicer. Pola belanja ke super market juga berubah, selama 21 hari ini, belanjaan saya hanya sayur dan buah-buahan. Buah-buahan yang disarankan selama 3 hari ini adalah pepaya, apel, jeruk, nanas, semangka (pisang belum masuk list ya..)




HARI KE 1 - 3

Menu yang selalu harus ada dalam detox 21 hari adalah air dan perasan jeruk nipis. Selama 3 hari pertama perasan jeruk nipis tidak bertambah, hanya 1 saja tiap pagi.
Selama detox wajib bangun jam 4.30, dan mulai minum banyak air putih sampai jam 5.30.
Jam 6 pagi, minum perasan sebuah jeruk nipis tanpa air.
Jam 7, minum 1 gelas air putih.


Jam 8, minum blender nanas.
Jam 9, minum 1 gelas air putih.

Jam 10, minum blender nanas.
Jam 11, minum 1 gelas air putih.

Jam 12, minum jus wortel.
Jam 13, minum 1 gelas air putih.

Jam 14, minum jus brokoli + wortel (ratio 3:7), tambahkan sepotong nanas bila terasa 'eneg.
Jam 15, minum 1 gelas air putih.


Jam 16, minum jus semangka, termasuk daging putihnya
Jam 17, minum 1 gelas air putih.

Jam 18, minum blender papaya+apel, atau nanas+apel (I prefer the last)
Jam 19, minum 1 gelas air putih.


Apa yang saya rasakan?
Perut seperti kembung air dan kenyang banget. Maklum semua juice kecuali wortel, brokoli, semuanya diblender. Jadi minumannnya padat.
Mulut dan kerongkongan juga terasa asam dan nggak enak. Karena terjadi perubahan, dari biasa makan yang salty, lemak, dan goreng-gorengan yang menggunakan MSG, sekarang hanya buah dan sayur.


Perasaan saya campur aduk.
Mulai dari perasaan 'Sanggup apa nggak ya? Apa dipending aja, mulai besok?'
Tapi takutnya ntar bablas "tarsok.. tarsok.." terus.
Nggak usah dulu deh membayangkan burger cs, mencium harum tempe goreng aja sudah hampir membatalkan niat detox. Mau lanjut nggak ya?
Lanjut ... nggak... lanjut... nggak..
silih berganti berkecamuk.


Sekarang mau pilih mana, tetap makan wortel atau burger? Saat pikiran campur aduk, saya ingat lagi penuturan Ibu Pit Lin (itulah gunanya ikut seminar).
Saya jadi ingat lagi tujuan saya ikut detox ini. Bukan hanya getting slimmer, tapi mengubah pola makan saya menjadi pola makan sehat. Dan 21 hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengubah pola makan menjadi pola makan sehat. Kalau saya berhenti sekarang, dan menundanya, maka saya nggak akan pernah mulai. Karena kompromi akan diikuti kompromi lainnya. Kalau saya nggak mengikuti penuh 21 hari, maka selesai detox saya akan kembali ke pola makan yang lama. Dan saya akan mengalami yo-yo effect, sesudah berat badan turun, akan segera naik lagi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Saya putuskan, jalan terus.
Come on Julita ... fighting!!!
Dan selesailah hari pertama dengan sukses, saat saya mulai naik ke tempat tidur jam 9 malam. Oh ya, tidur jam 9 malam, sangat dianjurkan. Karena ternyata sewaktu tidur, tetap terjadi detox dalam tubuh kita, dimana sel-sel pun terus mengalami recovery dan pergantian spare part. Dan kalau kita mengabaikan waktu istirahat ini, maka kita ignoring waktu untuk pembaharuan sel.

Saya jalani selama 3 hari berturut-turut.
Badan saya bahkan tidak terasa lemas. Kalaupun lemas, pasti bukan karena lapar. Tapi karena masih ada keinginan untuk makan makanan yang enak-enak.
Tersiksa sekali melihat orang lain makan. Godaannya hebat sekali.

Ketika saya bisa lolos 3 hari pertama, saya tahu itu bukan kekuatan saya.
Yang menguatkan saya adalah FirmanNya, yang disampaikan Ibu Pit Lin saat seminar.

Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu."
(Kejadian 1:29)


Kalau Allah pernah berkata firman ini kepada Adam dan Hawa, berarti Dia tahu manusia sanggup melakukannya. Saya pun akan sanggup melakukannya, karena Allah saya yang memerintahkannya. Dan kalau Tuhan memerintahkannya, berarti itu baik buat saya dan teman-teman semua.

Di hari ke 3 saya menimbang berat badan.
Perasaan saya sih kayaknya belum turun.
But oh my God ..... berat saya turun 3 kg.
Upaya berbulan-bulan di gym tidak ada hasil (tentu saja karena tidak dibarengi perubahan pola makan). Sekarang, dalam 3 hari, impian saya berbulan-bulan yang lalu terjadi.

Rasa lemas karena mulut asam, tidak ngeffect lagi.
Yang terjadi adalah semangat yang luar biasa untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Rata-rata teman saya yang mengikuti detox ini dalam 3 hari pasti turun paling nggak 2 kg. Dan hal itu bagaikan booster yang memacu semangat untuk melanjutkannya sampai selesai.

Apakah teman-teman ingin hidup sehat dan merubah pola makan?
Saya anjurkan Anda memulainya.
Ingatlah kesehatan bukanlah kebetulan, tapi pilihan.
Merasa nggak kuat? Sama, semua yang lain juga merasa begitu.
Tapi ini seperti proses iman, yang penting bukan buktinya, tapi melangkah saja dulu. Dan teman-teman akan terkagum-kagum dengan hasilnya.






Kalau nggak sekarang, kapan lagi?




All Blessings,


Julita Manik



12 comments:

  1. Terima kasih udah share cara dan menu detoxnya.... Membacanya aja udah ngeri duluann, apa bisa yahh? Tapi keinginan utk memcoba tetap ada....

    Setelah 3 hari tsb, seterusnya gimana yah? Khan programnya 2w hari....

    ReplyDelete
  2. Pasti bisa kok ... yang penting ada kemauan.
    Kalau bisa ada teman bareng detox jadi ada teman senasib sepenanggungan. Saya waktu mencoba ini bersama lebih dari 20 orang teman2 segereja. Semua lulus....hahaha

    ReplyDelete
  3. Hai kak Juli....setelah 3 hari selanjutnya gimana kak? menunya apakah sama setiap hari? ini kan untuk program 21 hari...setelah itu gimana kak...thanks before...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Daniel, sesudah 3 hari, lanjut ke part 2, hari ke 4 sampai 21. Ada artikelnya juga di bagian DETOX.

      Delete
  4. beda blender dan juicer apa yah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau blender, semua yang dimasukkan ke dalamnya akan di blending jadi 1 (cairan dan zat padatnya yang tidak bisa dilarutkan).
      Kalau juicer, hanya mengekstrak cairannya saja. Bagian padatnya akan dibuang.
      Kenapa wortel di juice dan bukan di blend?
      Karena kalau di blend, akan kesulitan meminumnya berhubung masih ada serat padatnya. Semoga menjawab ya.
      (JM)

      Delete
  5. Hi Julita how r u ? greetings from the first organic cold pressed vegetable & fruit juice in Jakarta, Indonesia - www.kenkoorganic.com - natural detox

    ReplyDelete
  6. Hello aku baru mau cobain 21 days detox, tapi ak di sertai gym, boleh engga ya? Lalu juga setelah jam 6 itu boleh minum air putih terus gak? Heheh tolong dijawab ya makasih:)

    ReplyDelete
  7. Hay kk jullta, Terimakasih atas share detoxnya, in sya,Allah akn sy cb, smg sy bs kuat menjalani detox, good lucky.

    ReplyDelete
  8. Halo kak julita. Kak saya ada maag apakah boleh diet detox?

    ReplyDelete
  9. Kalau makan mentah aja ga perlu blender bisa ga ya?

    ReplyDelete
  10. Mau tanya, takaran buahnya tiap kali minum itu bagaimana ya? Bebas atau gmn? Terus kalo mslnya salah satu dr buah di atas ada yg nggk dapat, bisa diganti nggk? Klo iya, buah apa aja?

    ReplyDelete






Rainbow Pinwheel - Link Select