Sunday, November 1, 2009

We are not born again to be "A JUDGE"



Tentu maksudnya di sini bukan profesi Judge atau Hakim
di dunia sekuler ya..

Tuhan Yesus berkata:

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"
(Matius 7:1,3)


"JUDGE NOT, THAT YOU BE NOT JUDGED"

Kita nggak dilahirkan baru untuk menjadi hakim atas saudara-saudara kita. Kenapa? Kita tuh penuh dengan ketidaksempurnaan.
Bagaimana mungkin bisa judging orang lain ? Judging kita akan penuh dengan cacat hukum.

Selain itu manusia pada umumnya cenderung merasa dirinyalah yang benar, dan orang lain yang salah.
Selumbar di mata orang lain ingin dikeluarkannya padahal dia sendiri memiliki balok di dalam matanya.
Terus terang aja, bagaimana mungkin kita bisa melihat selumbar yang kecil di mata orang lain, kalau ada balok besar yang menutupi mata kita?

Siapa Judge yang kerap dijadikan contoh yang nggak berkenan di dalam Alkitab?
Orang Farisi.
And I want to tell you my friends, orang Farisi bukanlah masa lalu.
Di gereja masa kini banyak juga orang-orang Farisi, yaitu yang merasa dirinya lebih benar dari orang lain, yang cenderung menghakimi orang lain. And the sad thing is, .... seringkali tidak menyadari perbuatannya.

Salah satu bentuk pelayanan saya adalah sebagai Worship Leader.
Dan tahukah teman-teman perkataan yang paling menakutkan dan yang sangat tidak diinginkan after done the service....???
"Pujiannya nggak ngangkat !!!". "PW nya nggak naik !!!"
"Saya nggak merasakan hadirat Tuhan dalam PW"

Dan biasanya yang jadi tudingan adalah team PW.
"Mungkin ada salah satu nih, ...WL, singer atau pemusiknya nggak kudus..."

Memang bisa jadi sih, kalau imam musik nggak menguduskan diri,
pasti ada sesuatu yang nggak enak di PW.
Tapi belum tentu kan selalu pasti mereka penyebabnya.
Kadang-kadang saya merenung, bener ngga sih kalau Tuhan nggak bertahta di atas pujian penyembahan yang baru dinaikkan? Apalagi manusia sangat gampang terpengaruh dengan jiwa.
Saat jiwa kita lagi nggak enak, maka kita akan merasakan segala sesuatu jadi nggak enak. Termasuk suasana Praise & Worship.
Atau mungkin pilihan lagu pujian nggak sesuai dengan selera kita.
Contoh soal, yang suka lagu Christian contemporer akan bilang PW nggak naik saat mendengarkan lagu pujian yang 'jadul', dan sebaliknya yang suka lagu lama akan berkata penyembahan nggak naik saat menyanyikan lagu-lagu kontemporer.


PLEASE, ......


 

 Saya dikuatkan sekali dan merasa didukung dengan pernyataan Rick Warren di twitternya, kira-kira begini..
When I hear  "I didn't get anything out of worship today" ,
I say  "Sorry... but OUR WORSHIP wasn't done for you. It was FOR GOD."

Menurut Rick Warren, Praise & Worship bukan untuk memuaskan hati manusia, tapi memuaskan hati Tuhan. Bukan untuk menyenangkan hati manusia, tapi hati Bapa.
Ngangkat nggak ngangkat, naik nggak naik menurut pandangan manusia, tapi kalau dinaikkan dengan hati yang benar, bahwa tujuan penyembahan adalah memuliakan Tuhan, maka Tuhan berkenan.
Oohhh.... ternyata orang-orang yang suka judge PW bukan hanya di Jakarta, di Amerika juga ada loh.... hahaha....

Tapi kalau memang benar-benar suasana PW nggak enak banget....
terus apa dong yang harus kita lakukan?
My advice... don't judge them, but support the PW team through our prayer...
Doakan supaya Tuhan lawat lebih lagi... supaya Tuhan menolong dengan kuasaNya untuk membuat setiap hati dijamah dalam hadirat Tuhan lebih lagi. Supaya Tuhan mengurapi dan memampukan imam musik lebih lagi.
Kalau gitu lebih asyiik kan.... kata guru biologi SMA saya dulu, itu namanya simbiose mutualisma.


"THE MOST TALKED ABOUT QUOTATION"

Bicara tentang kata JUDGE, ada quotation tentang JUDGE yang mengemuka akhir-akhir ini.. yaitu:  DON'T JUDGE A BOOK BY IT'S COVER.
Pengertiannya, "Jangan menghakimi orang lain dari penampilan luarnya"
yang sangat fenomenal dan sangat banyak dikutip hari-hari ini,
tepatnya saat Susan Boyle perform di British Got Talent 2009.
Outer performance yang ugly membuat penonton men-judge bahwa nggak mungkin Susan punya suara yang ok. Dan lihatlah foto-foto (yang ikutan jadi sangat terkenal ) tentang orang-orang yang judging Susan saat itu..






Cibiran, cemoohan, dan segala bentuk judging karena penampilan yang nggak mendukung, tiba-tiba berubah menjadi tepukan tangan yang meriah dan diakhiri dengan standing ovation saat Susan selesai menyanyi.
Dan di final acara itu, Susan dinobatkan menjadi juara ke 2 British Got Talent 2009.

Daleeeeeeemmmmm...... makanya jangan cepat-cepat nge-judge yah...


WHO CREATED THE QUOTE "DON'T JUDGE A BOOK BY IT'S COVER" ?



Ada yang bilang itu adalah American Proverb quotes.
Tapi ada yang bilang seorang pemusik Amerika lah yang pertama mengutarakannya, yaitu saat Bo Diddley menulis lagu dengan judul
"You Can't Judge a Book By the Cover" di tahun 1962.

Lirik lagunya seperti ini, .....
You can't judge an apple by looking at a tree,
You can't judge honey by looking at the bee,
You can't judge a daughter by looking at the mother,
You can't judge a book by looking at the cover.

Hmmmm..... his name doesn't ring a bell ya?
Apalagi beliau sudah RIP tanggal 2 Juni 2008 lalu.
Tapi sesungguhnya Bo seorang pemusik yang dihormati di USA dan menurut Wiki, beberapa pemusik kenamaan  seperti  Buddy Holly, Jimi Hendrix dan Eric Clapton, sangatlah dipengaruhi oleh Bo.


"Hi...... I am BO 'OBAMA'..."



Bukti lain keterkenalan Bo Diddley, anjing Gedung Putih (hadiah orang no 1 di Amerika, Presiden Obama kepada anak-anaknya), dinamai Bo yang mengacu kepada Bo Diddley. Saking nge-fansnya.
(wahhh..... kalau di Indonesia ngasih nama Julita ke anjing peliharaan, bisa disangka penghinaan atau balas dendam yah.....hahahaha....)

Back to the topic, apa benar Bo adalah orang pertama yang menciptakan quotation di atas?
Kalau dilihat dari sejarah, maka sesungguhnya kalimat itu sudah ada ribuan tahun lalu ketika Tuhan berkata kepada Samuel yang hampir saja memilih dan mengurapi kakak Daud sebagai raja Israel pengganti Saul,

Ketika mereka itu masuk dan Samuel   melihat   Eliab, lalu pikirnya:
"Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.
"Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel:
"Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat  hati. "
(1 Samuel 16:6-7)


Kenapa sih Tuhan melarang kita nge-judge?
Karena kita akan dimanipulasi dengan penampilan luar. Judging kita itu akan bias sekali. Tingkat kesalahannya tinggi banget. Beda dengan Tuhan, yang tahu sampai kedalaman hati kita.

".... God judges persons differently than humans do.
Men and women look at the face; God looks into the heart."
(1 Samuel 16:7, The Message)


Saya dulu juga suka nge-judge orang lain.
Tapi ada satu kesaksian yang bicara daleeem banget bagi saya, dan sejak itu cara pandang saya berubah.


THE ONLY THING HE SEES



Seorang worshipper yang luar biasa dipakai Tuhan memberkati orang banyak bersaksi demikian...

Dalam suatu kunjungan pelayanan ke panti asuhan anak-anak cacat, saya mengajak mereka menyanyi. Saya bernyanyi dengan kualitas suara yang baik sekali, sambil memainkan gitar.
Tiba-tiba Tuhan berkata ke dalam hati saya, "Kamu tahu pujian mana yang menyenangkan hatiKu? Lihat ke sudut sana"
Kemudian saya melihat sudut ruangan, ada seorang anak tuna rungu bernyanyi dengan suara yang nggak jelas nada dan kata-katanya, fales habis, dan linangan airmata mengalir di pipinya saat menyembah Tuhan.
Tuhan melanjutkan ucapanNya, "Pujian yang dinaikkan anak tuna rungu itu menyenangkan hatiKu"

Worshipper itu bersaksi kalau ia sangat tertempelak.
Suara sang worshipper yang sangat bagus tidak bisa memanipulasi Tuhan.
Tuhan tidak melihat penampilan luar. Tuhan melihat jauh ke dalam hati.
Dan kesaksian ini mengubahkan pandangan saya juga. Saya nggak berani judging orang lain lagi.


STOP JUDGING OURSELVES



Ada lagi JUDGING dalam bentuk lain, yaitu saat kita men-judge diri kita sendiri. Kapan itu?
Saat kita nggak percaya bahwa kita berharga di mata Tuhan.
Saat kita nggak percaya, bahwa Tuhan akan pakai kita luar biasa.
Saat kita nggak percaya terhadap rencana Tuhan dalam hidup kita, dan berpikir  "mana mungkin orang seperti aku bisa dipakai Tuhan?" 

Orang yang tidak percayaan seperti itu sama dengan orang yang penuh balok di matanya dan kemudian berkata kepada Tuhan ,
"Tuhan..... kayaknya ada selumbar deh di mata Tuhan.  Tuhan salah lihat kali. Yang bener aja Tuhan, masak orang yang seperti aku bisa jadi alatMu ? Masak sih orang seperti aku ini berharga di mataMu ?"

Nggak ada gunanya debat sama Tuhan. Tuhan kenal kita luar dalam.
Bahkan  sejak kita belum dibentuk dalam rahim ibu kita, Tuhan sudah mengenal kita. Dan Dia punya rancangan dan ketetapan yang terbaik untuk kita.

Judging orang lain maupun diri sendiri sama sekali nggak ada gunanya.
Oleh karena itu, mulai sekarang, mari berpikir seperti Tuhan berpikir.
Memandang seperti Tuhan memandang.
Kita berharga di mata Tuhan.
Teman-teman, dan saudara-saudara kita juga berharga di mata Tuhan.
Better caring than judging. 

Semoga tulisan ini memberkati kita semua.


All blessings,

Julita Manik

Thursday, October 8, 2009

"SMILE" Will Never Let You Down



Mungkin teman-teman masih ingat, .... beberapa waktu yang lalu kita dikirimin via email photo smiling configuration yang dibentuk oleh 3 burung yang sedang terbang di udara.
Keren yah... dan kayaknya sih semua orang yang liat foto ini ikutan tersenyum (hmmh.. saya juga loh....)

That's the power of smile. Mampu mengubah hati yang gundah jadi suka, yang tawar jadi ceria. Bahkan suasana kaku bisa mencair karena senyuman.

Everyone smiles in the same language.
Jadi apapun jenis suku, bangsa dan bahasa, kalau sedang tersenyum semua orang bisa mengerti artinya.
Hebat nggak... even if you don't speak in my language, kamu tetap bisa mengerti maknanya.
Ketulusan hati si pemberi senyum, .... penerimaan terhadap keberadaan seseorang, ... memaklumi keadaan seseorang, ... memaafkan, .... semua dapat dilukiskan dengan senyuman.


"DON'T OPEN A SHOP UNLESS YOU KNOW HOW TO SMILE"



Pepatah Cina kuno mengatakan, "Jangan coba-coba buka toko ya, kalau kamu nggak bisa senyum".
Dulu sewaktu masih kecil, saya sering diajak mama saya berbelanja. Tahu aja ya ibu-ibu kalau lagi nawar. Ampun deh.... sesenpun nggak mau rugi. Udah gitu ... barang-barang jualan diobrak abrik untuk mencari yang sesuai dengan yang dimaui....eehh....ujung-ujungnya nggak jadi beli.

Waktu itu saya berpikir, kalau saya yang jadi penjualnya pasti sudah muaaaraaah besar.
Udah ngabisin waktu, ... energi, ... nggak jadi beli lagi. Tapi yang bikin saya terkaget-kaget, .... penjualnya hanya tersenyum saja dan bilang "nggak apa-apa....lain kali mampir lagi ya bu..."
Ada juga sih penjual yang cembetut diperlakukan begitu sama pembeli, tapi ... sewaktu saya masih kecil aja ...  saya udah bisa bedain, ternyata penjual yang suka tersenyum itu tokonya lebih laris dari penjual yang sukanya cembetut. Nah lo....
Kenyataan semua orang mengakui orang Chinese sangat terkenal jiwa dagangnya, dan ternyata dari jaman nenek moyangnya sudah dinasehatin... "jangan berani buka toko kalau nggak bisa senyum..."
Mantappp....


TAPI KENAPA SEKARANG ORANG SUSAH TERSENYUM?





Dulu ada juga peribahasa yang berkata "It takes 17 muscles to smile and 43 to frown".
Artinya lebih gampang senyum dari cemberut, karena hanya butuh 17 otot saja., sedangkan cemberut butuh 43 otot. Bener nggak sih?
Terus kenapa kok sekarang orang lebih susah senyum ya?
Saya pernah loh senyumin orang di pelayanan, tapi yang bersangkutan menyambutnya dengan dingin.
Sampai malu ati, kayak orang gila aja senyum sendirian.
Sebenernya gak usah heran kenapa jaman sekarang orang susah tersenyum.
Alkitab sudah menubuatkan bahwa di akhir jaman kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Belum lagi ditambah himpitan beban karena goncangan demi goncangan yang silih terjadi terjadi di muka bumi.


Kenapa orang susah tersenyum kayaknya sih jadi make sense dengan penjelasan Dr. David Song, seorang ahli bedah plastik dan  Associate Professor di University of Chicago Hospitals.
Ketika ditanyakan apakah benar lebih sedikit otot yang diperlukan untuk tersenyum daripada cemberut,
Dr David Song menjawab  bahwa diperlukan 12 otot untuk tersenyum dan 11 otot untuk cemberut.
(Walaupun hanya beda 1 otot, tapi ternyata untuk tersenyum dibutuhkan lebih banyak usaha ya.....)


SMILE NEEDS EFFORT



Saya juga setuju kalau dibutuhkan 'upaya lebih' untuk tersenyum.
Saya punya analisa sendiri.  Untuk membuat lengkungan senyum, sebenarnya bibir kita sedang melawan gaya gravitasi bumi, jadi lebih berat usahanya. Beda dengan cemberut yang sesuai gaya tarik bumi akan menarik bibir ke bawah....hahaha...

Melalui tulisan ini saya mau menghimbau teman-teman semua untuk lebih banyak memancarkan kasih Tuhan dengan banyak tersenyum. Ketika bertemu kolega, saudara, jemaat yang dilayani....selalulah tersenyum.
And a smile will never cheat on you. 


"HE MADE A HISTORY ......



Gagah? Sangat !!!
Nama pria ini adalah Yuri Gagarin. Ring a bell?
Kalau belum ngeh juga sama nama ini, saya hanya mau kasi tahu ke teman-teman kalau dia adalah seorang pria yang sangat termashyur.
Seorang Rusia, di usianya yang ke 26 tahun mendaftarkan diri pada program penyaringan untuk menjadi astronot di Rusia. Bersama 19 teman-temannya yang lain Yuri Gagarin lolos seleksi menjadi astronot, yang kemudian diperkecil lagi menjadi 12 orang termasuk dirinya.

Saringan semakin diperketat sehingga menjadi 6 orang dengan nilai terbaik yang siap untuk menerbangkan Vostok 3KA ke orbit bumi.
Jumlah ini mengecil lagi menjadi 3 orang karena yang 3 orang lagi tereliminasi yaitu Nikolayef, orang yang paling pendiam dari ke 6 orang tsb, Bykovsky, nggak jauh beda dengan Nikolayef, begitu pendiam, dan sangat irit berkata-kata, terakhir Popovich yang diduga karena masalah keluarga tumbuh menjadi orang yang sangat sulit ditebak (seperti puzzle).
Dari top 3, menyusut menjadi top 2, yaitu Yuri Gagarin dan Gherman Titov, dan akhirnya.....


... BECAUSE OF HIS SMILE"



Yuri Gagarin terpilih menjadi orang pertama yang akan terbang ke orbit bumi.

Sebenarnya Yuri Gagarin dan Gherman Titov memiliki kemampuan yang sama, kecerdasan yang sama, dan kemungkinan yang sama besar untuk terpilih. Pasti bingung deh, pilih yang mana ya?
Tapi kenapa akhirnya nama Yuri Gagarin yang muncul?
Banyak orang yang menduga Yuri Gagarin terpilih .... because of his smile.
Di atas segala kesamaan kemampuan dan prestasi dengan Gherman Titov, Gagarin masih memiliki 1 kelebihan, yaitu senyumnya.

Dari photo-photo di atas kita bisa merasakan kepribadian yang ramah melalui senyum Gagarin, yang tidak seperti orang Rusia kebanyakan pada saat itu, yang begitu kaku dan tertutup.
Apalagi saat itu negeri Rusia masih di bawah kekuasaan komunis.
Kemungkinan besar, Gagarin dipilih untuk menghilangkan image Rusia yang kaku, dan untuk mempromosikan kemajuan proyek luar angkasa Rusia yang saat itu seperti bertarung dengan musuh bebuyutan Amerika Serikat sebagai 2 negara adi daya di bumi.

Dan kelak terbukti, pilihan ini tidak salah.
Gagarin menjadi seorang selebriti dunia, berkeliling dunia ke Italia, Inggris Raya, Jerman, Kanada, Jepang, dan bertemu dengan orang-orang termashyur di dunia, dan senyumnya menghiasi media-media internasional, mengharumkan nama bangsanya.

"Smile, it is the key that fits the lock of everybody's heart"
 (Anthony J. D'Angelo)


BETTER DWELL IN THE CORNER OF THE HOUSETOP ...



Siapa yang lebih sering tersenyum, wanita atau pria?
Kita semua pasti akan sama-sama menjawab, "... wanita ....dongggg".

Bener loh, .... karena wanita  mempunyai tingkat emosi yang lebih tinggi dari pria, dan juga karena insting keibuannya. Bagi wanita senyuman itu menggantikan kata-kata, air mata, dan menahan keinginan untuk mencela atau menyalahkan.

Tapi apa jadinya kalau wanita atau seorang istri mulai kehilangan senyumnya?
Maka terjadilah seperti kata Amsal 21:9,
"Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah daripada diam serumah
dengan perempuan yang suka bertengkar."


"It's better to dwell in a corner of the housetop,
than with a brawling woman in a wide house." 
 (AKJV)

Tahukah teman-teman akibat wanita yang hanya bisa bertengkar, menyalahkan, dan lupa untuk tersenyum di abad ke 21 ini?
Para pria bukan lagi berkata "better dwell in a corner of the housetop, but.......


BETTER DWELL IN JAIL... 



Lebih baik tinggal di penjara daripada serumah dengan istri yang hanya bisa bertengkar, merendahkan, mencela, dan so pasti ..... lupa tersenyum pada suami.

Benar loh ada true storynya...

Di Itali, Seorang pemuda Aljazair bernama Ahmed Salhi, yang beristrikan seorang Italia kena hukuman tahanan rumah 9 bulan akibat melanggar peraturan keimigrasian.
Tetapi setelah seminggu di rumah, ia kembali ke pengadilan dan memohon kepada hakim untuk memberinya hukuman tahanan penjara saja,  karena ngga tahan lagi menghadapi omelan istrinya.
Dan akhirnya hakim mengabulkan dan Ahmed Salhi menghabiskan masa hukuman 9 bulan itu di balik terali besi. Dia hanya berkata, "I need some peace...."
Lebih baik di penjara daripada serumah dengan istri yang..... 



Pada kisah lainnya, seorang Italia yang dihukum penjara 2 tahun karena mencuri, Luigi Folliero,  diberikan pembebasan bersyarat untuk menghabiskan sisa hukuman 1 tahun lagi di rumahnya.
2 hari kemudian Luigi sudah berada di penjara kembali. Apakah karena ketangkap?
Bukan..... tapi ia pun memohon kepada hakim untuk memenjarakannya saja  untuk sisa hukuman 1 tahun lagi, karena nggak tahan menghadapi istrinya yang terus mengomelinya.
"Better dwell in (corner of the housetop) jail than with a brawling woman in a wide house." 

O..mama...mia...



A smile costs nothing but gives much.
It enriches those who receive without making poorer those who give.

Alkitabiah banget. Bukankah Tuhan Yesus mengajari kita untuk terlebih berkat memberi daripada menerima?
Dan ternyata senyuman itu adalah wujud kita memberi kepada orang lain loh...
Yang memperkaya penerima senyum,  -and the good news-.... tanpa mempermiskin pemberinya.


 "SMILE....AND THE WORLD WILL SMILE WITH YOU"

 

Loh...kok bisa...??? Bisa banget.
Because smile is contagious. Senyuman itu menular.
Dunia memang sedang carut marut, tapi bukan alasan untuk tidak tersenyum.
Jika kita tersenyum, akan menulari orang-orang di sekeliling kita, dan terus akan menulari yang lain lagi ...
then whole the world will smile with us. 

Itu harapan kita......ada amen???
Nggak percaya??? Yuukkkk......cobain.... cheeeeerrssss....


All blessings,

Julita Manik

Wednesday, September 9, 2009

HOW HIGH CAN YOU GO?



Rasanya masih segar di ingatan ketika Susan Boyle menyanyikan
"I DREAMED A DREAM" dari Les Miserables di acara British Got Talent 2009
I dreamed a dream in time gone by,
When hope was high and life, worth living..
..


Atau lagunya ABBA (1979) yang dipopulerkan kembali oleh Westlife (1990)
"I HAVE A DREAM"....
 I have a dream, a song to sing
to help me cope with anything.....




"I HAVE A DREAM" adalah statement  yang dipopulerkan oleh  Marthin Luther King Jr.  ketika ia berpidato tentang kerinduannya akan suatu masa depan negara Amerika Serikat, dimana semua orang apakah ia  'black or white' dapat hidup bersama secara harmonis dalam persamaan hak.
Pidato yang disampaikan pada tanggal 28 Agustus 1963 itu menjadi inspirasi bagi Obama dalam perjuangannya menjadi presiden US.
Dan akhirnya pada tanggal 20 Januari 2009  Barack Obama diambil sumpahnya  menjadi Presiden negara Amerika Serikat yang ke 44, dan merupakan  Presiden African-American pertama dalam sejarah Amerika (!) yang sebelumnya orang berpikir sangatlah impossible.
Mimpi Marthin Luther King "I HAVE A DREAM" mencapai puncak perwujudannya setelah penantian 45 tahun lebih 5 bulan (!!!).





Mimpi Susan Boyle menjadi penyanyi yang diperhitungkan, menjadi kenyataan di usia impossible 48 tahun. Tapi penantian panjang ini sangatlah worth it. Karena bukan hanya bisa menjadi penyanyi internasional, hidupnya juga menjadi inspirasi yang membangkitkan banyak orang.
Bahkan mencetak rekor online, karena dalam 9 hari setelah pemunculannya di Britain's Got Talent, videonya dari 20 website yang berbeda telah ditonton 103 juta kali di seluruh dunia. Wow...
Berbagai stasiun TV terkemuka di US beradu cepat untuk mewawancarainya, termasuk  talkshow tersohor "The Oprah Winfrey Show", Larry King Live dan Jay Leno juga nggak mau ketinggalan.

Susan Boyle juga sudah listed di Wikipedia, dan tahukah teman-teman syarat untuk bisa masuk di Wiki?
Editor Wiki berkata "You have to be notable enough to be included in Wikipedia."
O...o... and our Susan made it.
Sebagai perbandingan...  ada sebuah group band di Barat sana yang ketika mengecek nama bandnya di Wiki menjadi kecewa, karena nggak listed, padahal merasa sudah cukup populer.



(salah satu opsi bakal cover debut album Susan Boyle)

Dan ini kabar yang terbaru, album perdana Susan "I DREAMED A DREAM"
akan released 23 November 2009  (hmmh... aku juga kepengen beli aahh....)

Mau kabar yang lebih fenomenal ?
Pre-sale album ini menduduki rating #1 di  amazon.com.
Tiga bulan sebelum released saja sudah diorder puluhan ribu copies, sehingga mengalahkan pre-sales album Whitney Houston dan The Beatles.
Itu juga karena pembelian perorang dibatasi, kalau nggak waah.... angka ini bisa lebih membengkak lagi.

Nah kalau semua orang tahu rahasia ini,  pasti nggak ada lagi yang keberatan kalau harus menanti lamaaaaa....
Ya apa ya ? Hahaha....


HOW HIGH CAN YOU GO ?



Semua orang pasti punya mimpi.
Tapi hasil akhir berbeda-beda bagi semua orang.
Banyak teman-teman di FB yang menumpahkan keluh kesahnya kepada saya, karena lagu-lagu yang mereka tulis tidak dihargai bahkan oleh teman-teman segereja sendiri. Atau kirim sampel ke label nggak digubris.
Yang bisa nyanyi juga bertanya, bagaimana bisa menjadi penyanyi yang baik, bagaimana bisa rekaman, kok susah banget sih nembusnya...
Ada yang pengen jadi singer atau WL tapi nggak lulus audisi...
Dari pertanyaan-pertanyaan itu saya tahu ada banyak orang yang bermimpi, dan ada banyak yang mengalami penundaan dalam mewujudkan mimpinya.

The important question is not about "what's your dream ?", but .......
"how high can you go to make it come true?"

Saya juga adalah orang yang bermimpi.
Dan salah satu mimpi saya punya album rohani sendiri terwujud setelah
17 tahun bermimpi. Saya pikir itu bukan waktu yang singkat untuk tetap berani bermimpi. Kisahnya bisa dibaca di beberapa artikel saya di sini.

Seperti Susan Boyle, atau orang-orang lain yang mengalami penundaan terhadap mimpinya, it's all worth it my friends. 
Karena bukan hanya suatu saat mimpi itu akan menjadi nyata, tapi yang penting adalah moral of the long waiting story. Bener-bener bisa inspiring & encouraging banyak orang loh....

Saya ingin share tentang kisah seorang pemimpi yang luar biasa dan bagaimana ia memperjuangkan mimpinya.
Semoga bisa memberkati teman-teman yang sedang dalam penantian.....


EVERYBODY HAS A DREAM



Ini adalah foto dari Owen K. Garriott, seorang astronot NASA yang telah
2 kali terbang ke luar angkasa dengan Skylab 3 dan Space Shuttle Columbia.
Tapi bukan Owen yang akan menjadi tokoh sharing kita, melainkan  anaknya, Richard Allen Garriott yang lahir di Cambridge, England,  4 Juli 1961, dan dibesarkan di Nassau Bay, Texas .

Sejak kecil Richard sebagaimana anak-anak kecil lainnya sudah punya mimpi suatu saat ia akan menjadi astronot dan menjelajah luar angkasa seperti ayahnya. Mimpi ini sangat dalam baginya, karena bukan hanya berdasarkan kekaguman Richard kecil kepada ayahnya, tapi juga karena ia dibesarkan di lingkungan NASA, dimana hampir semua orang adalah astronot.
Orang-orang yang dikenal Richard di lingkungan tersebut hanya punya 2 jenis pekerjaan, kalau bukan sebagai astronot, selebihnya adalah orang-orang yang akan membantu astronot terbang ke luar angkasa.
Sehingga bermimpi menjadi astronot bagi Richard kecil adalah sesuatu yang normal dan sangat memungkinkan.


( I HAVE A DREAM )  ≠  ( I HAD A DREAM )



Kenyataan bahwa ayahnya seorang astronot ternyata tidak membuat langkah Richard mewujudkan mimpinya menjadi smooth. Suatu ketika  Richard yang saat itu masih teenager dikagetkan dengan hasil pemeriksaan dokter keluarga mereka dari klinik NASA, yang mengatakan bahwa Richard memiliki bad eyesight sehingga tidaklah memungkinkan baginya kelak akan menjadi seorang astronot NASA.

Richard sangat terkejut dan terperangah dengan kenyataan yang sepertinya akan menguburkan mimpinya.
Tapi kemudian ia berkata kepada dirinya sendiri, ..... (and I think you should underline it)
"Hey wait a minute, these guys can't tell me whether I'm allowed to fly into space or not. And so if I'm not going to be eligible to go with NASA I'm just going to have to find my own way."

"Dokter kan hanya berkata bahwa saya tidak bisa menjadi seorang astronot, tapi dokter tidak berkata bahwa saya tidak bisa terbang ke luar angkasa. Kalau saya tidak layak menjadi astronot NASA, maka saya akan mencari jalan lain untuk mewujudkan mimpi saya", kira-kira begitulah yang ada dalam pikiran Richard.

I have a dream ≠ I had a dream.
Sebelum menjadi nyata jangan biarkan kata 'have' berubah menjadi past tense 'had'. Bawa terus mimpi itu dan beri kesempatan  dream comes true.
Young Richard still has his dream and he said "I HAVE TO FIND MY OWN WAY". Dan perjalanan hidup Richard selanjutnya adalah bagian dari pencarian jalan keluar terhadap mimpinya.


HOW TO REALIZE OUR DREAMS ? 

GET USED TO OBSTACLES 
(the most important rule you should remember !)

Obstacle #1: Bad Eyesight



Tidak lama-lama terhenyak dengan rintangan pertama dalam pengejaran mimpinya, Richard bangkit dan berkata "I HAVE TO FIND MY OWN WAY".
Salah satu jalan keluar yang dipikirkannya adalah "bagaimana caranya supaya orang awam seperti dirinya bisa pergi ke luar angkasa?"
Pasti dibutuhkan biaya yang besar untuk mewujudkannya.
Dengan kata lain Richard harus menjadi orang yang sukses secara finansial untuk bisa membiayai perjalanan tsb.

Richard mempunyai minat yang besar terhadap komputer sejak SMA dan kemudian mulai belajar membuat program fantasy computer games. Berlanjut hingga mempunyai perusahaan sendiri dan memproduksi video games dan online games yang sukses luar biasa.
Perusahaan ini berkembang melebihi yang dibayangkan dan menghasilkan uang yang tidak sedikit bagi Richard.
Di tengah kesuksesannya Richard nekad menjual perusahan game miliknya dan mendanai secara pribadi penelitian untuk mewujudkan space tourism, hasil kerjasama Space Adventures (agen perjalanan luar angkasa) dengan pihak Rusia (karena NASA menolak ide space tourism, hmmmh... seems it's another obstacle).

Satu pemikiran dalam benak Richard, kalau ingin mewujudkan mimpinya maka dia harus berani investasi untuk menjadikan perjalanan tersebut menjadi nyata. Bayar harganya itu loh guyz..... luarrrr biasssa..
Sehingga Richard mempunyai multi peranan di perusahaan Space Adventures  yaitu sebagai pemegang saham, vice-chairman dan juga menjadi seorang calon client pertama yang akan memakai jasa Space Adventure.
Semua dijabanin. Sounds crazy yah... but inspiring.


Obstacle #2: Stock Market Crash



Kesempatan itu sudah sangat di depan mata, Richard sudah menyiapkan dirinya menjadi turis pertama yang akan berangkat ke luar angkasa.
Setelah melakukan serangkaian penelitian, akhirnya pihak Rusia mengatakan bahwa biaya perjalanan tsb adalah 20 juta USD. Dan saat itu pula terjadi crash di pasar saham dotcom, harga saham merosot tajam sehingga kondisi keuangan Richard tidak mampu untuk membiayai perjalanan tersebut.
Akhirnya kesempatan itu diberikan kepada multi milyuner Denis Tito, yang dengan senang hati menggantikan Richard. Tanggal 28 April 2001 Denis Tito mengangkasa dengan membayar 20 juta US dollar (!!!) untuk perjalanan selama hampir 8 hari di Stasiun Luar Angkasa dan tercatat menjadi turis luar angkasa yang pertama.

Setelah mengalami semua itu apakah Richard masih punya mimpi yang sama ?


NEVER STOP WORKING ON A DREAM

 

Yes. He still has his childhood's dream.


Tanggal 12 Oktober 2008 adalah tanggal yang bersejarah bagi Richard.
Akhirnya di usia yang ke 47 tahun, kerja keras mewujudkan mimpi masa kecilnya tergenapi.
Richard terbang ke luar angkasa dan menghabiskan 10 hari di Stasiun Luar Angkasa, dan membayar perjalanan ini 10 juta dollar lebih mahal dari Dennis Tito yaitu sebesar 30 juta USD. Kalau 1 USD dipatok di Rp 10.000,- berarti Richard rela membayar 300 milyar rupiah untuk mewujudkan mimpinya. Wow... ada 11 angka nol setelah angka 3 bo' ...
( I absolutely agree he is really really crazy for his dream !!!)

Richard Garriott tercatat sebagai orang yang ke 483 yang pernah pergi ke luar angkasa (ayahnya Owen Garriott adalah orang ke 62, dan Dennis Tito adalah orang ke 403).

Nyaris Richard menjadi turis pertama atau orang yang ke 403 ke orbit, tapi mimpinya harus tertunda lagi dan menunggu 80 giliran berikutnya selama
7 tahun berikutnya sebelum his dream comes true.


FINALLY ... THE TIME COMES 


(diantar papa Owen -berjaket merah- memasuki pesawat )

Segala sesuatu 'yang pertama kalinya biasanya dicatat oleh sejarah.
Richard gagal menjadi turis pertama ke luar angkasa, ia adalah turis ke 6 yang mengangkasa.
Tapi Richard masih boleh bangga karena menjadi orang Amerika pertama yang merupakan generasi kedua yang pergi ke orbit.


NO OBSTACLE CAN MAKE HIM STOP DREAMING !!!


(floating di dalam Stasiun Luar Angkasa)

Saya melihat videonya (bisa diakses di web Space Adventures) ketika pesawat Rusia Soyuz TMA-13 yang ditumpanginya dari bumi mencapai orbit dan docking ke Stasiun Luar Angkasa, waahhh.....mendebarkan dan anehnya saya ikut bahagia loh melihat wajah Richard yang bahagia.
Kebayang perjuangan yang begitu luar biasa untuk merealisasikan mimpinya. Udah lama sekali saya nggak mendengar orang yang seperti Richard.
Mau sampai babak belur nggak peduli, ... yang penting hasil akhirnya tercapai.


RETURN TO EARTH AND SPREAD THE HOPE



Ketika ada yang bertanya kepada Richard, "Wah... Anda mengeluarkan uang yang buaaaanyaaak sekali untuk perjalanan luar angkasa ini, uang keuntungan dari usahamu, apakah itu worth it?"

Dan jawaban Richard sangat mengagumkan,
"Semua orang mempertanyakan hal ini, seolah-olah saya menghamburkan  kekayaan saya hanya untuk perjalanan ini. Tapi yang kalian semua harus tahu adalah, saya bukan mencari tempat untuk menghabiskan uang saya tapi saya mencari cara bagaimana saya bisa mencapai luar angkasa.
Untuk itu saya membangun bisnis dan investasi saya, mengembangkannya, supaya saya dapat mewujudkan mimpi saya.
And I've made it."

Richard bukan menghamburkan uang Rp 300.000.000.000, melainkan ia bekerja keras untuk bisa menghasilkan Rp 300 milyar tsb demi mewujudkan mimpinya. Sekarang kita ngerti kenapa ia nggak merasa sayang mengeluarkan uang sebanyak itu.

Richard bertanya kepada semua orang yang mempunyai mimpi,
"How far our dreams can take us ?"
Dan saya nggak mau kalah, bertanya kepada kita semua,
"How high can we go to realize our dreams?"

Friends, kalau rasanya sulit untk mewujudkan mimpimu, jangan menyerah.
Teruslah berjuang. Bila satu jalan sepertinya tertutup, mari berkata,
"I have to find another way, through God who strengthen me"

Semoga memberkati dan selamat mewujudkan mimpi.
Keep working on your dream. 


All blessings,

Julita Manik


(*materi dari berbagai sumber )

Monday, August 17, 2009

"How can I not love Indonesia?" (GOD)



Banyak yang mengenal saya sebagai songwriter yang menulis lagu-lagu series Bapa, "Seperti BAPA Sayang Anaknya", atau "BAPA Yang Kekal", tapi sesungguhnya jauuuuuh sebelum series itu saya pernah menulis lagu series lainnya, yaitu yang bertemakan Indonesia.
Bahkan lagu saya yang pertama kali direkam adalah bertemakan cinta Indonesia.

Kalau tahun '90an teman-teman sudah lahir baru dan eksis di PD-PD pasti pernah dengar lagu ini,

"Yesuslah Tuhan, yang layak ditinggikan / Layak disembah oleh suku-suku bangsa...
Dengan darahMu Kau telah tebus bangsaku / Genapi Tuhan FirmanMu atas neg'riku
Hatiku rindu melihat kemuliaanMu / Hatiku rindu melihat curahan kuasaMu
Di tanah tercinta, neg'riku Indonesia
Kuberdoa Indonesia penuh kemuliaanMu / Indonesia bagi kemuliaanMu"

Judul lagu ini adalah : INDONESIA BAGI KEMULIAANMU

Kenapa sampai bisa tulis lagu ini?
Yang saya tahu pasti karena Tuhan Yesus mengasihi Indonesia.







Waktu itu saya masih mahasiswa, dan berada dalam komunitas orang-orang percaya yang sangat cinta Indonesia, yang tiap kali ketemuan pasti berdoa untuk Indonesia. Tapi saat itu nggak pernah terbersit keinginan untuk tulis lagu tema Indonesia.
Sampai suatu tengah malam, di kamar saya sedang menyembah Tuhan, tapi hati rasanya kok nggak tenang.
Saya letakkan gitar, dan saya ke ruang tengah menyalakan TV. Teman-teman kost sudah tidur semua.
Saya sendirian di ruangan itu. Dan mata saya menatap suatu program TV yang menayangkan aneka suku di Indonesia, yang tetap satu walaupun berbeda-beda. Beda bahasa, beda adat istiadat, beda kebiasaan, tapi bisa bersatu dalam perbedaan. Saya memandang kepada suku-suku yang begitu banyak dan.....

Tuhan bicara... dengan segera saya bergegas ke kamar kembali, mengambil gitar dan dan mulai menyanyi.
Nggak lama kemudian terciptalah lagu "Indonesia Bagi KemuliaanMu".
Kelak, ... banyak orang yang bersaksi bahwa mereka dibangkitkan kembali beban jiwa-jiwanya melalui lagu ini. Bahkan saya ketemu hamba-hamba Tuhan yang menyaksikan bahwa mereka dikuatkan untuk menyerahkan hidupnya melayani Tuhan sepenuh waktu melalui lagu ini.

Friends, jujur, lagu ini nggak ada kehebatannya. So simple, chord progressinya juga sangat biasa banget.
Tapi kasih Tuhan untuk Indonesia yang sangat luar biasa. Dengan berbagai cara (salah satunya melalui lagu) Tuhan memanggil dan membangkitkan orang-orang yang mau maju berdoa membela bangsa ini supaya tidak dibinasakan tapi beroleh hidup kekal. Karena sesungguhnya Tuhan ingin tidak ada seorangpun yang binasa.

(Untuk bahan renungan, mungkin kita juga adalah hasil doa dari orang-orang yang lebih dulu percaya, dan mau memberi waktu mendoakan yang lainnya yang belum diselamatkan.)


"HOW CAN I NOT LOVE INDONESIA ? "  (GOD) 




Lagu kedua tentang Indonesia yang saya tulis adalah:
"BAGAIMANA TIDAK TUHAN 'KAN SAYANG"

Waaaah....kok judulnya panjang banget. Waktu itu saya kompromi untuk merevisi judul lagu ini menjadi "KAU TERLEBIH RINDU", tapi sebenarnya saya lebih sreg dengan judul pertamanya.
Karena judul lagu tsb sangat berkorelasi dengan inspirasi penulisannya, yaitu dari satu ayat di Alkitab, yang semakin mencelikkan hati saya betapa Tuhan sangat mengasihi Indonesia.

"Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?" 
(Yunus 4:11)


Dasar perenungan saya saat itu, .....
kalau Niniwe, negeri yang tidak percaya Tuhan, dikasihi Tuhan begitu rupa, sampai mengirimkan Yunus ke sana untuk mempertobatkan mereka, apalagi Indonesia, yang penduduknya bukan hanya 120.000 tetapi ratusan juta jiwa?


"Bagaimana tidak Tuhankan sayang , pada Indonesia bangsa yang besar
Jutaan jiwa-jiwa di neg'ri ini, yang menantikan kes'lamatan dari padaMu
Kau terlebih rindu, Kau terlebih rindu, 
Kau terlebih rindu, Kau terlebih rindu, 
Untuk tegakkan kebenaranMu, kemuliaanMu di atas Indonesia
 

Ketika lagu ini sudah direkam, beberapa kali saya menjadi bahan tertawaan (mungkin lebih tepatnya candaan) teman-teman saya. Karena masa itu bang Rinto Harahap lagi ngetop-ngetopnya sebagai pencipta lagu sekuler di Indonesia, yang punya ciri khas, setiap lagunya pasti ada kata ".....sayang".

Jadi mereka menyanyikan lagu saya dengan stressing seperti lagunya bang Rinto. Lagu yang seharusnya dinyanyikan seperti ini, ....

"Bagaimana tidak Tuhankan sayang...."
diubah menjadi gaya bang Rinto    "Bagaimana tidak Tuhankan .........,   sayang...."
See the difference? 

Emang sih, jadi lucu, dan aduuuh..... sempat saya merasa malu
menuliskan lagu ini.
Tapi kemudian hati kecil saya bicara.... Ini lagu kan pernyataan kasih Tuhan kepada bangsa ini yang saya dapatkan saat saya berdoa dan menyembah. Kenapa malah saya jadi malu?
Kasih yang membuat Yesus mau menukar kemuliaan dengan kehinaan, dihina, disalibkan dan mati demi menyelamatkan semua manusia?
Bagaimana bisa Yesus mengabaikan bangsa yang besar ini?
Bagaimana bisa Tuhan tidak mengasihi bangsa ini?

Kepala saya menjadi tegak lagi. Saya tidak termalu-malu lagi.
Saya mau menjadi perpanjangan lidah Tuhan, perpanjangan tangan Tuhan, untuk menyatakan kasihNya bagi bangsa ini.


LACK OF COMPASSION





Tuhan tidak bekerja sendirian. Tuhan butuh partner.
Syarat bagi partnernya, harus punya belas kasih atas jiwa-jiwa yang terhilang, punya compassion.
Tapi ternyata hari-hari ini banyak anak-anak Tuhan yang lack of compassion. Kehilangan belas kasihan. Melayani sih melayani, tapi tidak didasarkan atas belas kasihan jiwa-jiwa.

Hanya serangkaian aktivitas.

Saya nggak menuding orang lain. Saya menunjuk diri saya sendiri.

Saya menyadari saya mulai kehilangan compassion. Dan saya perlu cepat-cepat berbalik. Kalau tidak pelayanan saya hanyalah topeng belaka,
hanya pelayanan Farisi.
 

Dulu banget, saya masih ingat, belas kasih itu besar sekali menguasai hati saya. Sehingga mengingat orang yang perlu didoakan saja air mata sudah merebak.
Saya orang pertama yang lahir baru di keluarga saya. Dan dalam tiap doa saya, saya menangisi mereka dan mengingatkan mereka kepada Tuhan supaya mereka juga diselamatkan.
Supaya mereka, entah dengan cara bagaimana, bisa membuka hatinya kepada Tuhan.
Waktu papa saya dipanggil Tuhan, sepanjang perjalanan dari Bandung ke Medan, saya menangis karena membayangkan papa saya belum diselamatkan. Saya sangat remuk hati dan menyalahkan diri saya.

Sampai di depan jenazahnya saya menangis dengan keras menyesali kenapa tidak ada kesempatan bagi papa. Tapi kemudian saya diberitahu bahwa beberapa waktu menjelang kematiannya ada seorang hamba Tuhan yang melayani papa dan papa telah lahir baru. Baru saya bisa bersukacita dalam kesedihan saya.

Itu dulu. Dulu. Sekarang, masih ada anggota keluarga kami yang belum diselamatkan, tapi saya nggak seperti dulu lagi membelanya di hadapan Tuhan. Tidak dengan sekuat daya, pikiran dan tenaga saya.

Tidak seperti dulu lagi.
Dan saya menemukan banyak teman-teman saya yang juga seperti itu.
Ada orangtua, saudara, yang belum diselamatkan, tapi tidak dengan gigih membelanya di hadapan Tuhan.

Tuhan mengasihi mereka, itu pasti. Absolutely.

Tidak ada keraguan sedikitpun, karena itu adalah kebenaran firmanNya.
Tapi Tuhan butuh Yunus-Yunus lain. Yang mau menjadi alat Tuhan untuk memberitakan kasihNya yang besar.

Di hari kemerdekaan ini, mari kita mengasihi bangsa ini. 

Mari kita mendoakan keselamatan bangsa ini. 
Mulai dari anggota keluarga kita yang terdekat dulu, kemudian meluas, meluas, dan meluas.
Dari Yerusalem, Yudea, Samaria, bahkan sampai ujung-ujung bumi.

 

I'm coming back to the heart that full of compassion.

    HAPPY INDEPENDENCE DAY     
   GOD BLESS INDONESIA
             


All blessings,

Julita Manik

Wednesday, August 12, 2009

The 'Blessing' and 'Curse' of Cyberworld



Hidup di masa sekarang nggak akan bisa terpisah dari pengaruh dunia maya.
Pengaruhnya begitu besar sehingga mungkin orang-orang lebih memilih wara wiri di dunia maya daripada dunia nyata. Believe it or not.... komunikasi di dunia virtual bisa membuat kita merasa lebih eksis daripada hanya sekedar komunikasi di dunia nyata. Why?
Cyberworld membuat dunia seperti tidak berbatas. Sepertinya tidak ada tembok-tembok ruangan yang membatasi gerak. Perlu bukti?





Badan kita bisa sedang berada di dalam gereja, sedang mengikuti ibadah Minggu.
Kelihatannya sih sedang khusuk dengerin khotbah...
Tapi dengan BB ditangan, kita bisa chat dengan teman-teman kita di seluruh penjuru dunia ini.
The fact ....tubuh kita sedang berada di gereja, tidak sedang beraktivitas berbicara atau bertelepon dengan orang lain, but the truth.... sedang BBM dengan berbagai teman di berbagai kota atau negara, yang nama-namanya ada di BBM list. Pilihan lain....chat dengan YM, atau balas membalas comment di FB, browsing internet., buka twitter, waaah....banyak deh pilihannya.
Dengan kata lain, cyberworld membuat kita borderless dan kita berjalan dengan 2 wajah.
Sibuk berselancar di dunia maya, tapi pas jemaat berseru  "amen..."  kita juga nggak mau ketinggalan ikutan berkata "amen..."     Bener nggak?


Ketika bom Marriott dan Ritz Carlton meledak, saya mengetahuinya dari twitter CNN.
Sebelumnya saya tidak tahu apa-apa, karena siang itu mau pelayanan, jadi sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Nggak sempet buka channel TV, nggak sempet baca koran. Benar-benar tertutup dengan dunia luar. Tapi di perjalanan menuju tempat pelayanan, saya iseng click twitter, dan .......akhirnya saya tahu sesuatu yang dahsyat sedang terjadi, ....tanpa seorangpun berkomunikasi langsung dengan saya personally.
You see ....just one click and you are connecting to cyberworld... then you will know everything happen in this world.





Saya suka segala sesuatu tentang luar angkasa.
Di twitter, saya mem-follow seorang astronot NASA yang baru-baru ini dikirim ke luar angkasa, dan akibatnya segala keingintahuan saya tentang luar angkasa terpuaskan.
Karena Mike sang astronot rajiiiiiin banget nge-tweet dari luar angkasa menceritakan apa yang dilihatnya.






Dan saya termasuk orang yang menerima "the first ever TWEET from OUTER SPACE !"
Banggaaaaanya makkkk........ minta ampun. Apa aja sih yang dia tulis? Antara lain....

From orbit: We see 16 sunrises and sunsets in 24 hrs, each one spectacular as the sun lights up the atmosphere in a spectrum of colors


From orbit: It is so beautiful up here, I wish everyone could see it


From orbit: Viewing the Earth is a study of contrasts, beautiful colors of the planet, thin blue line of atmosphere, pure blackness of space

Apa yang diceritakan Mike membuat hati saya bergetar-getar.
Karena sangat luar biasa indahnya.
Sebenernya.... saya ngga kenal sama sekali secara pribadi dengan Mike, tapi dunia maya membuat saya bisa melihat apa yang dilihatnya dari orbit, directly, tanpa perlu menjadi seorang astronot.


Terus maksud 'The  Blessing and  Curse of Cyberworld' sebenarnya apa?
Kok serem banget?
Sengaja sih cari judul yang catchy, tapi maksud saya dunia cyber yang membuat cara kita berkomunikasi menjadi lebih mudah dan murah ini,
punya side effect. Ada yang positif dan ada yang negatif.
Salah satu yang positif.... simak cerita ini.



FINDING YOUR SOULMATE ON FACEBOOK ?



Kelly Hildebrandt, seorang wanita muda berumur 20 tahun, bertempat tinggal di  Coral Springs, Florida, di tengah-tengah malam yang membosankan di bulan Februari tahun lalu, iseng searching di Facebook apakah ada orang lain yang mempunyai nama seperti dirinya.
Dan ia sangat surprised....  she found another Kelly Hildebrandt.

Namanya bener-bener sama persis.
Yang membedakan, Kelly lain ini adalah seorang pria, berusia 24 tahun, bertempat tinggal di Lubbock, Texas, dan tentunya ganteng. Perbedaan lainnya adalah nama tengah mereka.
'Female Kelly' bernama lengkap  Kelly Katrina Hildebrandt  dan
'Male Kelly'  bernama lengkap Kelly Carl Hildebrandt. 

Ternyata tidak hanya Kelly girl yang mencoba mencari nama yang sama di Facebook, Kelly boy juga pernah melakukannya tapi hasilnya nihil.
Dia berpikir memang tidak ada yang bernama seperti dirinya.
Sehingga ketika Kelly girl menemukan dirinya, Kelly boy sangat terkejut.
Sebaris kalimat  dari Kelly girl.... "Hi. We had the same name. Thought it was cool," ...  ternyata berlanjut menjadi komunikasi terus menerus di dunia cyber.
Setelah berbulan-bulan hanya berkomunikasi via email, chatting, akhirnya Kelly boy memberanikan diri untuk menemui Kelly girl di Florida, dan langsung "fell head over heels".

Kelly dan Kelly semakin menemukan kecocokan, mereka merasa bahwa mereka sudah menemukan soulmatenya, dan orang tua Kelly girl juga kelihatan merestui hubungan ini.
Tak lupa pihak keluarga melakukan riset sebelumnya dan menyimpulkan bahwa nama keluarga  'Hildebrandt'  yang sama itu tidak mempunyai hubungan darah apapun.
Amaaaan..... tidak ada halangan lagi untuk melanjutkan hubungan ini.
Kelly boy dengan segera meminta perusahaan tempatnya bekerja untuk memutasikan dirinya ke Florida supaya ia bisa selalu bersama-sama dengan Kelly girl.

Sepuluh bulan setelah email pertama kalinya yang dikirimkan Kelly girl kepada Kelly boy, akhirnya di bulan Desember 2008 Kelly girl menemukan 'a diamond engagement ring' yang tersembunyi di sebuah kotak perhiasan di atas pasir pantai.  Ooohh...... so sweeeet......  
Kelly Katrina Hildebrandt  berkata dengan bahagia, "I totally think that it's all God's timing. He planned it out just perfect."  
Dan kisah ini akan berakhir bahagia, karena mereka memutuskan akan menikah di bulan Oktober 2009 ini dengan 100 tamu undangan yang akan menyaksikan perayaan pernikahan mereka di  The Lighthouse Point Yacht & Racquet Club in South Florida.
Btw, di Indonesia bisa terjadi cerita begini ga yah..... hahaha... kayaknya sih sulit, karena nama-nama di Indonesia sangat genderize, kecuali saudara Endang (baca 'e' nya seperti 'e' pada telinga) dan saudari Endang (baca 'e' nya seperti 'e' pada ember).


DON'T LET THIS STORY HAPPEN TO YOU



Kisah berikut, adalah efek samping yang negatif dari komunikasi di dunia maya.
Berbeda dengan The Kelly Couple, pasangan ini pernikahannya nyaris porak poranda karena komunikasi di Facebook. Loh.....kok bisa?

Setelah menikah, Jane dan Gary Sherbrooke dengan sangat antusias memposting foto-foto pernikahan mereka di Facebook dengan tujuan supaya semua sahabat-sahabat mereka dapat turut menyaksikan kebahagiaan mereka.
Seperti tidak ingin ada momen yang terlewatkan, semua mereka abadikan di situs populer ini termasuk perjalanan honeymoon yang sarat kebahagiaan, saat melintasi India, Nepal dan Sri Lanka.
Demikian juga saat kelahiran anak pertama mereka, Sam. Sehingga walaupun mungkin ada di antara sahabat-sahabat yang sudah lama tidak bertemu mereka tapi dapat mengikuti update terkini dari keluarga yang baru dibentuk ini. Semua perjalanan hidup mereka diposting dengan sangat detail dalam halaman Facebook.






Tiba-tiba suatu hari bagaikan petir di siang bolong, ada seorang wanita yang mengontak mereka di Facebook dan mengatakan bahwa ia telah tidur dengan Gary.
Tidak sekalipun terlintas dalam pikiran Jane dan Gary, bahwa informasi-demi informasi tentang keluarga mereka di Facebook, yang mereka pikir sangat menyenangkan untuk tetap keep in touch dengan teman-teman ternyata memiliki sisi gelap.

Dalam sebuah message kepada Jane, wanita ini memperkenalkan dirinya sebagai Jennifer May Phillips.
Wanita 'Jennifer' ini mengatakan perkataan yang mendidihkan darah Jane, bahwa ia terkena penyakit kelamin yang hampir membuatnya tidak akan pernah dapat memiliki anak seumur hidup bila tidak cepat didiagnosis, yang diyakini ditularkan oleh Gary. Dan Jennifer menambahkan bahwa ia yakin 100 persen bahwa Jane sudah tertulari dengan penyakit tersebut.

Ketika Jane menunjukkan message tsb kepada suaminya sambil menangis, Gary dengan keras menyangkalnya dan berkata bahwa message itu salah alamat.
"I have never been unfaithful to my wife but I could see the seeds of doubt had been planted."
Gary mengaku selalu setia kepada istrinya, tapi kejadian ini membuat benih keragu-raguan mulai ditanam di pernikahan mereka.


Kedua suami istri ini memohon kepada Jennifer untuk berkomunikasi langsung dengan mereka, tapi permohonan ini tidak pernah dijawab.
Karena tidak kunjung memperoleh jawaban, Gary mengirimkan email ke semua friends yang ada di friend list Facebooknya Jennifer, dan bertanya bagaimana caranya bisa bertemu dengan Jennifer.
Suatu kenyataan yang mengejutkan ditemui Gary, bahwa ternyata dari semua sahabat dalam Facebooknya Jennifer tidak ada seorangpun yang pernah bertemu dengan Jennifer secara langsung, dan tidak ada seorangpun yang mengenalnya secara pribadi. Semua hanyalah teman-teman dunia maya.
Dan seakan tahu sedang dicari, Jennifer menghilangkan profilenya dari Facebook.

Akhirnya Jane dan Gary menyadari bahwa seseorang telah memanfaatkan informasi-informasi yang ada dalam homepage mereka untuk mengacaukan keluarga muda ini.
Dan merekapun menyadari bahwa tidak semua pengguna Facebook mempunyai motif yang baik.
Alangkah bahayanya bila data-data pribadi bisa sampai ke tangan mereka.

Keluarga ini akhirnya menata dan melanjutkan kehidupannya kembali setelah sempat terluka oleh ulah pihak yang tidak bertanggungjawab.



JUST ONE CLICK ! IT COULD BE A BLESSING OR A CURSE 





Mengapa saya tergerak menulis artikel ini?
Karena menyadari betapa luar biasa dampak dari dunia cyber.
Suatu siang, selesai melayani sebagai WL, saya hanya ingin share lawatan Tuhan dalam kebaktian tersebut di status update saya di Facebook.
"Always renewed and refreshed in God's presence"

Sebuah kalimat yang biasa saja, dan tidak punya maksud ditujukan buat orang lain.
Hanya sekedar pengalaman pribadi saja.
Tapi saya dikagetkan ketika menerima message di Inbox FB saya, demikian:

Hari ini waktu buka fb dan baca tulisan kakak tentang renewed n refresh in God presence
rasanya seperti bangun dari tidur yang sangat panjang,
sampai hari ini aku sudah tidak pernah lagi ke gereja, baca Alkitab,
kadang berdoa tapi rasanya semu banget,
rasanya keilangan gairah ikut Tuhan- ga seperti dulu,
mungkin karena aku sering berpikir Tuhan masih care ga ya sama aku karena aku sering/sangat berdosa sama Tuhan,
aku ingin kembali tapi ga tau, takut dan rasanya ga mungkin..
ato masih mungkinkah?
need your advice, pls help me


Puji Tuhan kalau apa yang kita tulis atau kita share bisa menyadarkan, mempertobatkan atau membahagiakan seseorang.
Tapi bagaimana kalau kita menulis dalam keadaan kita yang desperate .... 
"males hidup, ah... rasanya mau mati saja..."
kemudian dibaca oleh orang yang sedang desperate juga dan akhirnya mengambil keputusan yang salah?
Tulisan kita bukannya menjadi berkat tapi seperti kutuk atas hidup mereka.

 "You are our letter written in our hearts, known and read of all men."
(2 Corinthians 3:2 / NKJV) 

Kemajuan jaman membuat hidup kita yang bagaikan 'surat terbuka yang dapat dibaca semua orang',
tidak hanya tertulis di hati pemimpin-pemimpin rohani kita, tapi juga di Facebook, di dunia cyber.
Dapat diakses dan dibaca banyak dan banyak orang.

Oleh karena itu, biarlah hidup kita, apa yang ada dalam pikiran kita senantiasa menjadi berkat bagi orang lain.
Buatlah kehadiran kita di dunia cyber membawa pengharapan baru bagi yang membutuhkan.


All blessings,

Julita Manik

Wednesday, July 29, 2009

"HATIKU PERCAYA-TRUST IN YOU" (STORY BEHIND THE SONG OF EDWARD CHEN)



28 Juni 2008, malam itu di SUN CITY Ballroom, Jakarta, saya berserta seluruh tamu undangan yang hadir menjadi saksi kebahagiaan sahabat kami
Edward Chen & Agnes Prawoto dalam resepsi pernikahan mereka.
Dan ternyata kebahagiaan yang terpancar malam itu di wajah kedua mempelai sarat dengan makna, .. sebuah makna kemenangan iman.
Butuh stamina 'percaya' yang besar terhadap rencana Tuhan yang indah dalam hidup mereka, sebelum akhirnya dapat  mewujudkan hari sukacita itu.
Bulan demi bulan sebelumnya yang dilalui dalam pergumulan berat, penderitaan hati, tangis, kesesakan, rasanya worth it bila ujungnya adalah sukacita.


Sebuah perjuangan cinta yang nggak mudah, ternyata di tangan seorang penyembah, bisa menjadi sebuah lagu yang bukan hanya menguatkan penciptanya, tapi kelak akan memberkati banyak orang dalam pergumulan yang berbeda, .... pelayanan, pekerjaan ataupun rumah tangga.
Kok bisa???
Because it's not a matter of a love story, but a heart that trust God more than anything.


Karena ini kisah cinta, sebaiknya dengarkan langsung penuturan saksi kuncinya....haha... maksudnya langsung dari Edward Chen yang membukakan isi hatinya, yang menjadi latar belakang penulisan lagu "HATIKU PERCAYA".


Edward Chen:

Sudah cukup lama Edward mendoakan pasangan hidup yang dari Tuhan ....
Sebenarnya kalo mau mencari pacar saja, banyak orang yang mengatakan terlalu mudah untuk seorang Edward Chen (selanjutnya disingkat 'ec')...
(duuh.... nyadar banget nih kalo cakep...hehe...ini comment Julita...).

Tapi sekali lagi prinsip Edward, pasangan Edward harus yang seiman dan yang mengerti Edward serta support Edward, plus... yang bisa nyanyi dan ngerti music lah... hehehe.

Yang memperkenalkan ec dgn Agnes adalah Vivi (istri koko ec) yang kebetulan ke Jakarta dan bertemu Agnes di salon. Itulah pertemuan pertama kami yang biasa-biasa aja dan tidak terpikirkan ada kelanjutannya.


 FALLING IN LOVE



Sekitar sebulan kemudian ..... ec ketemu lagi dengan Agnes di restoran dan mulai saat itu terjadi pembicaraan. Dalam hati ec ada suara yg bilang minta "nomer hpnya dong..." (karna sebelumnya ec belum pernah minta nomer hp cewek, jadi agak kikuk mintanya ..hehe..)
Semenjak itulah kalo ec pulang pelayanan dari luar kota atau luar negri sebisa mungkin kontak Agnes dan mengajak lunch or dinner gitu...
Waktu bergulir dan akhirnya sepertinya kami merasa ada kecocokan dari berbagai segi, hobi, ...music, dsb...


Nah ... setelah sekian bulan cukup saling kenal.., maka ec berniat utk memperkenalkan Agnes ke ortu ec. Namun ternyata ortu ec hanya menerima Agnes sebagai teman biasa, bukan sebagai calon menantu.
Sikap ini tergambar dari respon mereka saat ec berniat untuk lebih seriussss dengan Agnes maka ortu selalu menolak dan merambat ke keluarga besar ec yang juga selalu tidak mau mendengar penjelasan ec.


Tapi namanya udah mulai ada cinta, yaaaah... ec tetap jalan ....
Pikir ec, suatu saat ortu pasti bisa ngerti.
Tapi ternyata nggak semudah yang ec bayangkan, ortu punya pandangan dan pilihan lain.
Latar belakang orang tua ec yang bukan dari kota besarlah (mereka tinggal di Sumba) yang membuat mereka menolak pilihan ec.  Papi mami kurang sreg dengan cewek kota besar.
Mereka lebih setuju kalau ec jadian dengan orang yang udah saling kenal.
Keluarga jauh ortu ec punya banyak kenangan buruk, kalo merit dengan orang kota besar tidak akan bertahan lama dan berakhir dengan perceraian, ... karna berbeda pandangan, gaya hidup dan lain lain lah...

(waah....baru tahu nih ec mau dijodohin sama gadis desa .. haha.. canda...
ntar keburu udah pada nangis nih bacanya.... lagi-lagi ini comment Julita.... lanjut yah..)

Namun ec tetap berusaha menjelaskan bahwa Agnes bukan orang seperti itu..
tapi tetap tidak di gubris.
 


YOU BROKE MY HEART...

 

Singkat cerita kami akhirnya putus dan itu sangat menyakitkan hati Agnes dan keluarganya.
Akhirnya....

beberapa bulan kemudian keluarganya pun memperkenalkan Agnes dengan pria lain.
Walau saat itu sebenarnya Agnes masih tetap mencintai ec, tapi Agnes belajar melupakan ec.

 






Demikian pun dengan ec, hari hari hanya diisi dengan kesedihan.
Saat melayani di banyak tempat, ec tetap melakukannya dengan semangat untuk memberkati banyak orang walaupun  saat itu ec sendiri sedang dalam pergumulan yang berat dan nggak ada orang yang tahu.


Sempat ec ingin melawan ortu karna ec merasa ec sudah cukup mandiri dan diberkati Tuhan.
Selama ini ec selalu taat dan hormat sama ortu dan tidak pernah mengecewakan mereka, tapi karna masalah pasangan hidup, ec sempat bertengkar dengan papi mami yg cukup keras (namanya aja ortu pasti punya gengsi dan pandangan sendiri).


Waktu itu ortu saya bilang "kalo kamu tetap jalan sama Agnes..,  kami akan masukin kamu di koran, ... tidak mau menganggap kamu sebagai anak lagi..."


AIR MATAKU MENJADI MAKANANKU 



Disitulah terjadi pergolakan batin ec.
ec dan Agnes tetap berdoa setiap saat dgn airmata ..
Tapi Tuhan tetap baik.
Saya diingatkan Tuhan,   "kamu harus mengalah dulu sama orang tua dan tunggu waktuKu ..
dan jangan sekali-kali melangkah tanpa berkat dari orang tua".
Saat-saat paling down itulah ketika sedang di mobil  ec dikuatkan dengan lagu "INDAH PADA WAKTUNYA" yg dinyanyikan ec sendiri dari album Passion...

"Mungkin tak kupahami...apa yang kini aku alami.." ....
"Namun...kutahu pasti... semuanya kan jadi Indah Pada WaktuNya"


Setelah itu ec berusaha untuk tegar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan ..
(ec berdoa kalo Tuhan bisa bawa ec menjadi seperti hari ini yg ec tidak pernah minta, ... dikenal banyak orang, setiap album jadi berkat buat banyak orang, masa sih untuk hal yg ec minta Tuhan tidak bisa berikan??)

 
Tetapi tetap belum ada jalan yg terbuka, malah kedua ortu kami sudah saling bertengkar dan saling gengsi dan sampai keluar kata...  "MUJIZAT... kalau kalian bisa bersatu!!!"

Setiap kali ec telpon dengan papi mami dan berusaha untuk menjelaskan tentang kebaikan Agnes, ujung-ujungnya selalu terjadi pertengkaran..
Akhirnya ec mengalah dan bener-bener pasrah sama Tuhan...

 

WHEN WALKING ON THE DARK ROAD



Suatu hari ec sedang didepan keyboard dan sedang menyembah ....
tiba tiba ec menangis dan keluarlah melodi lagu beserta lirik,

"Saat ku tak melihat jalanMu.. 
 saatku tak mengerti rencanaMu...
 namun tetap ku pegang janjiMu.....
 pengharapanku hanya padaMu......"


Jujur kata-kata ini sebenarnya kata-kata yg tulus dan sebenarnya seperti "hopeless" yg sepertinya sudah bener tidak ada harapan lagi, tidak ada seorangpun yang mendukung kami,  tapi sekali lagi ec mau belajar untuk pegang janji-janji Tuhan dan selalu berharap padaNya.

Saat mengalunkan bait lagu itu dgn air mata.., tiba tiba reffnya cuman bisa keluar kata,

"Hatiku percaya ..,   hatiku percaya ... 
  hatiku percaya ....,  slalu ku percaya." 
"Lord I will trust in You ..., Lord I will trust in You, 
  Lord i will trust in You ..., my heart will trust in You" 


(Jujur banget lagu ini adalah ungkapan ketulusan ec dan penyerahan total akan masa depan ec dan Agnes.)

Secara lirik lagu, (ketika lagu itu mau di rekamkan di album ADORE),
saat itu ec pikir lagu ini reffnya terlalu sederhana, mau dirubah..,
tapi Roh Kudus sepertinya mengatakan,  "itu kan isi hatimu yg tulus...",
akhirnya ec tetap merekam lagu itu seperti itu apa adanya.


THE POWER OF TRUST



....MAKES MIRACLES HAPPEN !!!

Setelah album ADORE jadi, lagu itu malah ec taruh di track 5,

(FYI: artinya bukan lagu yang diandalkan. Lagu-lagu best cut biasanya ditaruh ditrack 1-3)
tapi ternyata lagu itu yg malah jadi the most requested dan blessing song until now..., dan banyak yg dikuatkan karna tidak kebetulan juga pas lagi krisis global.
Rancangan Tuhan itu memang rancangan damai sejahtera.
Memang benar kita harus mengucap syukur dalam segala keadaan.

Sayapun bersyukur atas segala pergumulan yang nggak enak yang harus saya dan Agnes lalui.
Sungguh kalo tidak ada kejadian itu,  tidak ada lagu  HATIKU PERCAYA.


Saya melihat pasti dibalik masalah ada hikmah dan pasti segala sesuatu akan menjadi baik adanya.
Dan bukan cuman itu.., bagi orang yang selalu mengandalkan Tuhan dan tetap PERCAYA
(walaupun belum ada dasar untuk bisa percaya karna sepertinya belum ada perubahan yg baik terjadi di depan), Tuhan tetap perhitungkan dan tidak pernah mengecewakan orang yang seperti itu.


Dan memang Tuhan membela ec..,
saat ec dipanggil pulang ke Sumba utk menghadiri ulang tahun kong ec..,
di situlah setiap hari ortu ec melihat ec selalu diam dan tidak pernah mau mengungkit masalah Agnes lagi. Malah ortu ec jadi penasaran dan menanyakan apakah ec bener-bener cinta dan sudah bulat keputusan untuk menikahi agnes..
Saya berkata, "iya.... saya mau menikahi Agnes,  tapi saya mau mami dan papi tetap tulus merestui".


Akhirnya Tuhan menjawab doa ec..
Ortu ec menelpon Agnes dan meminta untuk Agnes dan keluarganya mau menerima ec lagi.
Paaahal sebenarnya ortu Agnes udah deket dgn ortu pria yg dikenalkan itu.., 
tapi Agnes tetap mencintai ec.. hehehehehe....
 
(ini namanya derai tawa kemenangan saudara-saudara, LOL)

Akhirnya kami bisa tunangan dan malah Tuhan kasih BONUS bagi yg sepenuhnya percaya padaNya.
Trusting  God makes miracles happen !!!


 PERNIKAHAN DI KANA

 

Ini bukan judul perikop Alkitab Perjanjian Baru, tapi benar-benar kejadian loh.

Atas kasih karunia Tuhan tanggal 5 Mei 2008, kami bisa menikah di Israel CANA (the wedding church tempat Yesus membuat mujizat pertama kali air menjadi anggur).
Ah... sudah dapat restu orang tua, plus menikah di Kana lagi....


Wow....malah sekarang kami telah dikaruniakan anak laki laki bernama
JUST'IN FAITH CHEN....
HANYA DALAM IMAN... jadi bisa keluar anak itu..hehe..
Malah ortuku sekarang sangat mengasihi Agnes dan kami sungguh sungguh lebih lagi dipakai Tuhan dengan luar biasa..


AND THEY WILL LIVE HAPPILY EVER AFTER



Friends...,
Kita percaya kalimat di atas akan terjadi atas kehidupan keluarga orang-orang percaya.
Bahagia selama-lamanya bukanlah suatu kemustahilan.
Dan itu doa kita semua bagi Edward dan Agnes. Dulu rasanya hubungan mereka adalah impossible.
Tapi kini mereka bukan hanya berdua, malah telah menjadi tiga dengan kehadiran anak pertama mereka Justin Faith. Dan bukan hanya mereka bertiga saja yang berbahagia, seluruh keluarga besar mereka juga turut berbahagia dan mendukung mereka.

Semoga kisah kasih ini, dan bagaimana mereka mempertaruhkan iman percaya mereka kepada Tuhan, memberkati semua teman-teman yang sedang menantikan janji Tuhan di manapun berada.
Keep trusting in God yah.... And see the miracles happen.



All blessings,

Julita Manik