Tuesday, July 7, 2009

Jacqlien Celosse: "I am not alone..."

Beautiful, and look fresh walau tanpa sentuhan make up.... itu kesan yang saya dapat saat ketemu dengan Jacqlien Celosse (sering diinisialkan 'jc') siang hari di sebuah mal di Jakarta Barat. Kami janjian ketemu di situ, karena anaknya yang sulung ada acara perpisahan dengan teman-teman sekolahnya di tempat yang sama.
Semula akan ketemuan di RS, tapi batal karena jc baru akan ke sana malam harinya, untuk mengambil hasil lab yang rutin harus dilakukannya.

Saya tahu banyak diantara teman-teman yang penasaran sudah bagaimana sekarang kondisi Jacqlien? Apakah sudah ada progress terhadap kesembuhan dari penyakit yang sudah lebih setahun ini diperangi? Atau bahkan malah ada yang bingung, apa benar Jacqlien sakit? Kok nggak kelihatan tanda-tanda yang mendukung bahwa memang sedang sakit?

Tetap riang, suka bercanda, sepintas nggak ada kelihatan tanda-tanda bahwa jc masih struggling melawan penyakit Kikuchi Fujimoto (KF) suatu penyakit Autoimmune yang dideritanya.
Setelah berbulan-bulan sejak Februari 2008 mulai mengalami gejalanya, dan bingung..., termasuk dokter yang menangani, apa sebenarnya penyakit yang sedang dideritanya, sehingga muncul diagnosa yang berbeda-beda, akhirnya pada Juni 2008  Jacqlien didiagnosa menderita KF yang agresif.
Hingga sekarang sudah setahun lebih  jc gigih melawan penyakit tsb dalam pertarungan yang sungguh melelahkan. Setiap kali check up ke dokter (sekarang rutin ke sebuah RS di Singapore) selalu harus dimulai dari nol lagi. Semuanya harus diperiksa  dari awal  lagi dengan seksama untuk memantau setiap perkembangan sel dalam tubuhnya. Sehingga periksa darah, MRI pun harus rutin dilakukannya.
Melalui investigasi jurnal kedokteran via internet yang saya lakukan
(ampuni yaah kalau ada kesalahan, maklum orang awam...), penyakit ini agak mirip dengan penyakit Lupus dan bisa menjurus ke sana.
Tapi Kikuchi Fujimoto bukanlah penyakit Lupus. Sehingga treatment yang dilakukan harus selalu didasarkan atas pengujian demi pengujian di laboratorium. Dan sampai sekarang penyebab penyakit ini belum ditemukan, termasuk penderitanya juga sangatlah langka di seluruh muka bumi ini.


Beberapa bulan lalu, saat kondisi  jc sedang parah-parahnya, kondisinya seperti ini, tubuh semakin  kurus, pipi cekung, dan selain rasa sakit yang hebat, juga sering mengalami ketakutan yang luar biasa.
Kini keadaannya (-lihat foto paling atas, baju pink-), kelihatan lebih baik dari Desember 2008 (ini harapan kita semua yah, supaya  jc semakin mengalami progress dalam kesembuhannya). Paling nggak pipinya sudah mulai berisi. Tapi yang  jc sangat bersyukur adalah rasa ketakutan yang luar biasa yang sering membuatnya tidak berani sendirian (baca di postingan sebelumnya tentang Jacqlien Celosse, di kolom "THAT'S WHAT FRIENDS ARE FOR"), sekarang sudah tidak ada lagi.


Melihat penampilannya saat ini seperti tidak mengidap penyakit apapun, ditambah sikap yang selalu riang, suka bercanda, sehingga banyak yang meragukan, "bener nggak sih Jacqlien itu sakit?"
Terus..., kalau buka websitenya, juga tidak ada informasi apapun tentang  jc sedang mengalami sakit.
Sebenarnya apa yang sih sedang dialami oleh Jacqlien Celosse?



Perjuangan yang melelahkan, karena penyakit KF ini membuat perasaannya going up and down. Saat keadaan tubuhnya terasa sedang baik sekali, maka  jc merasa  sangat sehat dan bisa melakukan apapun. Tapi tiba-tiba saja tanpa peringatan kondisinya bisa drop, sampai menggerakkan tubuhnya pun ia tak mampu.
"Kondisi up and down ini sering membuat perasaan saya seperti dipermainkan", demikian  jc melukiskan realita penyakitnya.

Sampai saat ini masih banyak benjolan-benjolan di leher kirinya yang tidak kasat mata (saya ikut merabanya dan memang terasa ada massa yang mengeras).
Saat benjolan-benjolan yang ada di lehernya ini menekan sarafnya sampai ke telinga, maka yang terjadi adalah badan menjadi kaku dan sulit bergerak
(jc bercanda mengatakan 'seperti robot').
Belum lagi efek sampingan dari beberapa obat yang harus dikonsumsinya.

Operasi pengangkatan benjolan-benjolan  ini sudah dilakukan sebanyak 3 kali di Singapore. Dan masih belum bisa diberantas, masih terus tumbuh
(tapi Puji Tuhan tidak berkembang menjadi kanker, karena pengobatan penyakit kanker dan Autoimmune sangat bertolak belakang).
Sampai sekarang tim dokter masih terus mencari tahu darimana penyebaran atau pusat pertumbuhan benjolan tersebut.


FIGHTING KIKUCHI-FUJIMOTO DISEASE
Mungkin banyak yang masih bingung. Penyakit Autoimmune itu apa sih?
Teman-teman tahu kan kalau kita mempunyai sistem imunitas yang akan membantu tubuh melawan serangan penyakit?
Gambaran sederhana penyakit Autoimmune seperti ini.
Logikanya bila ada 1 penyakit yang masuk dalam tubuh, maka tubuh kita akan mengembangkan 1 imun untuk memeranginya.
Nah di tubuh jc tidak seperti itu.
Jika ada 1 penyakit yang masuk menyerang, maka tubuhnya yang menderita Autoimmune akan memproduksi 100 imun. Yang 1 dipakai untuk melawan penyakit, sisanya yang 99 akan menyerang tubuhnya.
Jadi seperti senjata makan tuan begitu.
Dokter memberi resep yang menurunkan sistem imun tersebut supaya tidak terlalu agresif, tapi akibatnya tubuh  jc  juga melemah sehingga gampang sakit.

Bukan hanya perjuangan secara medis, secara spirit  jc juga berjuang dengan selalu mengatakan iman percayanya pada Tuhan Yesus bahwa ia sudah disembuhkan, tetap mempercayai janji-janji Tuhan walaupun belum mengalaminya, dan tetap bersyukur walau sering kali rasa sakit menyiksa dan mendera sekujur tubuhnya. Sehingga nggak heran kalau kita ketemu  jc sulit percaya bahwa ia sedang sakit, padahal mungkin saat itu di balik senyum, tawa dan candanya, ia sedang bergumul menahan rasa sakit yang luar biasa.

Sungguh....nggak gampang untuk tetap bersyukur saat mengalami keadaan yang tidak enak dalam hidup ini.
Suatu ketika, di bulan Juni 2009 pernah dalam perjalanan di mobil, rasa sakit itu kembali mendera, dan di batas kekuatannya jc berseru "Tuhan....apa Engkau nggak sayang sama saya....". Tapi kemudian sambil menangis  jc menarik keluhannya dan berseru, "ampuni Tuhan perkataanku...., Engkau baik....Engkau baik". 
Karena walaupun sepertinya imannya sedang digoncang melalui penyakit KF, tapi jauh di dasar hati, jc tidak bisa memungkiri iman percayanya bahwa Tuhan itu selalu baik dalam hidupnya.
Teman-teman, kita dukung terus dalam doa yah, agar  jc diberi kekuatan untuk tetap bersyukur dalam segala keadaan sambil menantikan kesembuhan yang sempurna.


 JUDGED BY PEOPLE

Biasanya bila ada seorang hamba Tuhan atau anak Tuhan mengalami sakit atau keadaan yang buruk dalam hidupnya, komentar yang sering dilontarkan padanya adalah,.."pasti ada dosa", .. atau "pasti ada yang nggak bener dalam hidupnya.."
Demikian juga yang terjadi kepada Jacqlien.
Memang mulanya dirasakan seperti niat baik bagaimana supaya jc cepat mengalami pemulihan, tetapi lama-lama menjadi seperti intimidasi.

Itu sebabnya  Jacqlien dan keluarga  berusaha tidak memberitahukan ini kepada banyak orang. Karena banyaknya intimidasi dari orang-orang yang mengenalnya dan mengatakan "kamu ada dosa, kamu ada kepahitan", ada yang berkata "kamu sudah seperti artis dunia makanya ini terjadi kepada kamu", ada juga yang berkata "kamu harus bertobat.." dan banyak lagi perkataan-perkataan  lain yang mengibaratkan penyakit ini sebagai hukuman dari Tuhan, yang  melemahkan semangatnya sehingga kondisinya pun semakin drop.


Saat bicara heart to heart Jacqlien berkata seperti ini, "Saya ini manusia biasa, nggak luput dari kesalahan. Nggak usah harus mengalami penyakit berat kayak gini...., penyakit yang lebih ringan pun, kepala saya sudah sampai ke tanah, berlutut minta pengampunan Tuhan. Tapi kalau keadaan saya saat ini belum membaik juga, ....dan sudah terjadi sekian lama, ...saya percaya Tuhan punya suatu rencana di balik semuanya ini."

Siang itu saya jadi mengerti kenapa  jc nggak ingin banyak orang tahu tentang kondisi penyakitnya. Bahkan informasi ini juga tidak tersedia di webnya. Kenapa sih   jc nggak mau diexpose? Bukan karena nggak mau orang lain tahu bahwa jc sedang sakit. Tapi karena takut terjadi salah pengertian atas orang-orang yang membacanya.
Jacqlien sudah bisa membayangkan betapa mengerikan judgment yang akan diterimanya.  Sehingga bukannya membawa kebaikan tapi malah sebaliknya. Belum diberitakan secara luas saja, sudah berdatangan komentar orang-orang yang menghakiminya, apalagi kalau berita ini dipublikasikan?

Sebenarnya memberitahu seseorang dalam kasih untuk mengoreksi diri adalah hal baik. Tapi kalau upaya mengoreksi diri semuanya sudah dilakukan, semua jurus yang diajarkan dalam Alkitab sudah dilakukan tapi keadaan tetap belum membaik, bila kita tetap kekeuh mengatakan ada nggak yang benar dalam hidup seseorang, itu namanya tuduhan yang menjurus kepada penghakiman.

"Saya juga takut disalah mengertikan oleh orang lain, dikirain meminta-minta bantuan keuangan, aduuh....saya takut sekali", begitulah isi hati  jc saat itu.

Tapi berita yang ingin dikeep hanya sebatas kerabat dekat, ternyata menyebar dengan sangat cepat tanpa dapat dicegah. Sebenarnya penyebaran berita ini tanpa disengaja justru dilakukan sahabat-sahabat yang bersimpati dengannya, untuk menghimbau saudara-saudara seiman lainnya saling bahu membahu menopang  jc, ... bukan untuk maksud yang jelek.
Tapi tetap saja ada yang menanggapinya dengan negatif.
Bener loh... ada aja yang tega kirim sms ke jc dan berkata "kamu hamba Tuhan ... kok meminta-minta orang lain untuk memberikan bantuan..." (duuuhhh....teganya........)

Bahkan ada yang lebih tega lagi berbuat berbuat seperti ini loh..., bolak-balik sms minta nomer account mengaku dari suatu Persekutuan Doa Wanita yang ingin memberikan bantuan pada  jc. Semula tidak digubris karena memang  jc enggan menerimanya. Tapi karena permintaan ini diajukan terus menerus, dan akhirnya nomer account diberikan, orang ini berkata "Saya tadinya mau menguji kamu, ... ternyata benar ... kamu itu minta-minta dari orang lain." 

Itu yang membuat Jacqlien semakin takut kalau penyakitnya diexpose, termasuk saat teman-teman artis membuat malam solidaritas untuk mendukung  jc.
"Jujur waktu teman-teman artis rohani bikin acara solidaritas untuk saya, saya bilang ... jangan...jangan......... saya takut, apa kata orang nanti."

Jeffry Tjandra dan Pdt Andreas Raharjo (selain suami, anak-anak dan keluarga tercinta) adalah orang-orang yang dipakai Tuhan menguatkan hatinya untuk gigih berjuang dan tidak menyerah melawan penyakit langka yang tercatat hanya seratusan lebih saja pengidapnya diseluruh dunia. Termasuk berjuang melawan perkataan-perkataan yang melemahkan iman dan semangatnya.


 "THANKS GOD...,  I AM NOT ALONE"




















Benar... pertarungan berat bukan hanya melawan penyakit secara iman (roh), secara medis (tubuh), tetapi juga secara jiwani menghadapi pendakwa-pendakwa yang justru datang dari saudara seiman sendiri.

Di saat hati terasa perih mengalami perlakuan tersebut, Tuhan menghibur  jc bahwa ia tidak sendirian, dengan memberikan teman-teman yang tulus mau mendukungnya di dalam doa, memberikan semangat untuk tetap berharap kepada Tuhan.
Bahkan banyak yang menolongnya untuk sama-sama memikul beban itu saat  jc berobat ke Guang Zhou dan Singapore yang tentunya menelan biaya yang tidak sedikit, walaupun  jc tidak pernah mengharapkannya sama sekali.

Sampai di bagian ini, tiba-tiba wajah yang tadinya ceria dan riang, berganti deraian air mata yang tidak dapat dibendung. Padahal saat itu kami sedang berada di tengah keramaian di sebuah toko donut terkenal.
Tapi air mata itu memang tidak bisa ditahan lagi. Saya bisa merasakan beratnya penderitaan yang harus jc pikul. Bisa bayangkan kalau semua jurus sudah dilakukan, tetapi kesembuhan belum juga diterima?
Tapi saya bisa merasakan keteguhan hatinya untuk tidak menyalahkan Tuhan dalam setiap rencanaNya dalam hidupnya.
Berkali  jc mengatakan, "Tuhan nggak pernah salah." (what a beautiful word!)

Dalam deraian airmata siang itu, terasa pengucapan syukur yang limpah karena di tengah-tengah semua beban yang dia alami, Tuhan memberikan saudara-saudara seiman yang mau berbagi beban dengannya, yang mau membagi hidup dengannya, sehingga membuat  jc merasa tidak sendirian. (Bahkan seorang teman saya yang tidak pernah  bertemu dan mengenal  jc juga tergerak untuk ikut memikul beban itu, dan berbagi kasih dengannya.)
Bukankah itu penghiburan yang besar dari Tuhan yang mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan bukannya saling menghakimi?
Tuhan tidak pernah meninggalkan  jc sendirian, bersama saudara-saudara seiman yang mengasihinya.


I LEND YOU MY SHOULDER
















Jujur, ketika bertemu siang itu, saya baru tahu keinginan jc yang terdalam untuk tidak memberitahukan apa yang dideritanya kepada banyak orang. Waahh....saya jadi merasa bersalah sekali, karena saya memposting tulisan tentang  jc di blog saya. Tapi bener loh, waktu nulis itu saya gusar melihat orang-orang yang menjugde jc tanpa tahu keadaan yang sebenarnya. Sehingga saya ingin share apa yang dia alami dan menghimbau orang lain untuk tidak menghakimi, tapi mendoakan kesembuhannya.
Siapa kita mau menghakimi saudara kita seakan kita hidup jauh lebih benar dari dia?

Dan melalui tulisan itu saya juga ingin berkata bahwa Tuhan Yesus yang saya kenal adalah bukan hanya Tuhan, tapi juga  BAPA .., sekali lagi... DIA BAPA .
Bapa yang kekal, yang mengasihi kita dan yang tidak akan pernah meninggalkan kita, karena kita adalah anak-anakNya. Sebagai Bapa, ada kalanya Ia menghajar kita tapi untuk membawa pertobatan.
Tapi bukan berarti Ia menghajar dengan membabi buta.
HajaranNya sarat dengan muatan kasih.
Demikian juga saat Ia merancangkan sesuatu dalam hidup kita, maka semua rancanganNya adalah rancangan kebaikan bukan rancangan penghukuman.

Ternyata tulisan sederhana itu tidak sia-sia, ada beberapa orang yang email saya dan berkata mereka dikuatkan melalui tulisan tentang  jc. Tadinya mereka sudah desperate dalam masalah mereka, tapi melihat kegigihan jc dan kasihnya kepada Tuhan, mereka dikuatkan dan mau bangkit lagi.

"Saya nggak tahu  siapa jc sama sekali, tapi saya sangat dikuatkan membaca kisahnya. Ternyata masalah saya belum ada apa-apanya dibandingkan yang  jc alami.." (duuh...haree genee ada yang nggak tahu Jacqlien Celosse  ......haha...becanda... ketransfer  jc yang suka bercanda nih...)
Survey membuktikan, ditengah-tengah penderitaan  jc, ternyata semua itu Tuhan pakai untuk membangkitkan kekuatan bagi orang-orang yang sedang terpuruk. Ada rencana Tuhan yang indah di balik segala penderitaan.

"I lend you my shoulder"... , katakan itu kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan penghiburan.
Saya percaya bukan hanya Jacqlien Celosse, ada banyak  jc-jc yang lain di sekeliling kita yang sedang mengalami perkara-perkara yang tidak mereka inginkan terjadi dalam kehidupan mereka.
Jangan biarkan mereka merasa sendirian dan ditinggalkan.
Ini waktunya untuk lend our shoulder bagi mereka. Supaya di tengah-tengah penderitaan mereka, mereka bisa berbalik kepada Tuhan, lebih lagi mengasihiNya, dan mengalami pemulihan dari Tuhan.


RINDU MELAYANI LAGI
(waiting for  -THE SECOND CHANCE- ) 













Saat-saat seperti ini kerinduan terbesar  jc  adalah kembali melayani Tuhan melalui pujian penyembahan seperti dulu. Memberkati dan menguatkan banyak orang melalui talenta suara yang Tuhan percayakan kepadanya.

"Kalau dulu saya banyak kali naik pesawat untuk melayani Tuhan ke berbagai tempat, sekarang saya bolak balik naik pesawat untuk berobat. Saya merindukan kembali seperti dulu. Bisa leluasa melayani Tuhan dengan tubuh yang sehat. "


"Kalau Tuhan memberikan saya -the second chance to serve Him-, saya akan lakukan lebih lagi untuk Tuhan. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu."


Saya sebagai seorang sahabat  jc,  percaya bahwa itu akan terjadi.
Teman-teman juga mau kan mendoakan  jc untuk sembuh total dan menjadi alat Tuhan lebih lagi?

Oh ya, apakah benar karena sakit dan tidak bisa pergi kemana-mana untuk melayani, lantas membuat hidup  jc tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain?

Walaupun sedang dalam proses kesembuhan, bukan berarti hidup  jc tidak bisa menjadi berkat.
Dalam keadaan sakit, dan tidak bisa pergi melayani seperti yang biasanya dia lakukan,  jc tetap bisa menjadi berkat dengan cara yang berbeda.
Melalui testi nya banyak orang-orang yang sedang struggling hari-hari ini dapat kekuatan baru.

Bangkit kembali untuk mempercayai dan meraih janji-janji Tuhan, yang adalah setia dan amen.
Kalau  jc bisa, saya juga bisa.

(Hmmmh...sebenernya saya pribadi mengencourage  jc untuk punya blog sendiri. Sehingga bisa mengungkapkan apa yang dia alami day by day secara pribadi, ....bagaimana Tuhan memegang tangannya dan tak pernah melepaskannya, tentu jauh lebih touchy daripada orang lain yang menceritankannya.
Setuju blogger ???)


KATA -KATA PENGHIBURAN DI  MASA-MASA SULIT

God is to wise to be mistaken,
God is too good be unkind.
When you don't understand,
when you don't see His plan and,
when you can't trace His hand,
just trust His heart.

Selain ayat-ayat Firman Tuhan, kalimat di atas yang diucapkan hamba Tuhan yang luar biasa dipakai Tuhan, Charles Haddon Spurgeon ini sungguh menguatkan hati  jc, bahwa Tuhan tidak pernah salah Tuhan tidak pernah berbuat curang. Tuhan tidak pernah berbuat yang tidak baik, even saat ini yang kita alami sepertinya 'tidak baik'.
Di balik segala rencanaNya yang tidak terpahami (dan nggak mudah untuk melaluinya), semuanya adalah rencana yang indah.
Seandainya itu berupa suatu pencobaan, Tuhan berjanji tidak akan pernah mengijinkan terjadi pencobaan yang melebihi kekuatan manusia.
Oleh karena itu Jacqlien pasti kuat, dan Jacqlien pasti menang di dalam Tuhan.

Oh, ...thanks God, for letting us know that we are not alone.
You always be there for us.

Semoga tulisan ini menguatkan, khususnya bagi teman-teman yang sedang merasa bergumul sendirian.
God never leave you, never forsake you.
(He introduced Himself as EVERLASTING FATHER)

Semoga tulisan ini juga membuat kita lebih care kepada teman-teman kita yang sedang mengalami pergumulan berat.  
It's time to lend our shoulder.


(P.S  Postingan artikel ini dan pemuatan foto-foto yang terkait sudah atas persetujuan Jacqlien Celosse)




All blessings,

Julita Manik

Sunday, June 28, 2009

Dewa Klasik Alexander: "Aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua.."



Namanya keren, DEWA KLASIK ALEXANDER.
Tapi jujur nggak ada yang tahu siapa dia (termasuk saya) saat kami mengundangnya menyampaikan testimony di kebaktian Kamis malam.
Tubuhnya kurus, gaya seperti anak muda pada umumnya, sepintas memandang tidak terlalu istimewa. Tapi begitu kata demi kata mengalir keluar dari mulutnya, hampir semua yang hadir terbelalak.
Sedih, kagum, rasa tak percaya "masa sih...."  silih berganti mengisi hati, ... perasaan ini seperti diobok-obok.


"NAMA SAYA DEWA KLASIK" 

Masih sangat muda, 21 tahun, tepatnya pada 27 Maret yang lalu.

"Saya anak sulung dari 4 bersaudara, lahir di Malaysia  dan masa kecil saya banyak dihabiskan di luar Indonesia. Latar belakang keluarga saya adalah dari keluarga yang berpengaruh dan sangat berkecukupan", demikian Dewa memulai kesaksiannya.




Selanjutnya apa yang Dewa tuturkan sungguh membuat banyak orang, mostly, pasti akan iri setengah mati. Kelimpahan keuangan dari orangtuanya sungguh membuat hidupnya bak tokoh kartun di televisi era 1980an.
Mungkin nggak banyak yang tahu tentang karakter komik dari Harvey Comics ini yang sungguh luar biasa kaya raya, dan ... masih seorang anak kecil !!!



 Living a RICHIE RICH Dream Life !!! 

Sepertinya begitulah gambaran kehidupan Dewa Klasik.
Punya uang saku yang berlimpah, liburan ke luar negeri bukan sesuatu yang istimewa baginya, no fake items, everything he had is branded...man.., dan bisa beli apa saja di usia yang masih sangat muda.

Waktu SMP di Jakarta International School, dia berkata "saya satu-satunya siswa yang bawa mobil Ferarri ke sekolah" (pas bagian ini, mulut-mulut yang mendengarkan pada mangap semua...  "haaaaah ???")




Dan biasanya kan orang berkata ohhh.. Tuhan itu adil.
Ada orang yang kayaaa banget, tapi otaknya lemot, hehe... supaya diseimbangkan dengan orang yang miskin tapi otaknya pintar.
Jadi masing-masing orang akan punya kelebihan (kayaknya sih ini pikiran orang sirik yah...hehe).
Nah, Dewa ini udah punya uang banyak, otaknya juga pintar.
Di atas rata-rata. Jarang kan yang begini...
Selalu mengikuti program akselerasi di sekolah, sehingga di usia 15 tahun sudah menamatkan SMA dan bisa masuk Oxford.

 Wait...wait...wait... Oxfordnya bukan yang di Bandung atau di Jakarta .. bukan.. bukan lembaga kursus bahasa Inggris loh...
Tapi bener-bener Oxford University yang tersohor itu...
Yaaa.... betul... yang di Inggris sono.
Hmmmh... pasti banyak yang berangan-angan "andainya aku seperti dia....kaya, pinter, terkenal...."

Tapi ternyata Dewa nggak betah belajar di Inggris, sehingga minta pulang ke Indonesia. Sebelum pulang, seperti biasa dia mampir ke sebuah toko buku yang besar di Inggris (hobby membacanya memang luar biasa !!!), tapi di situlah babak baru kehidupannya akan segera dimulai.


WHAT MAKES GOD SMILE? 

Sepertinya nggak sengaja, ... tertarik dengan sebuah buku yang merupakan best seller dan terjual jutaan copies "THE PURPOSE DRIVEN LIFE" nya
Rick Warren, Dewa membaca judul-judul bab yang ada di buku itu.
Dan matanya berhenti pada judul chapter 9 :  "What Makes God Smile?"
 A big... big question mark memenuhi hati Dewa. Tak pernah terbayangkan dalam benaknya bahwa Tuhan bisa tersenyum.

Pulang ke Indonesia, dia berusaha mencari jawaban dengan pergi ke gereja, membaca buku-buku kekristenan tapi masih belum bisa meyakinkannya. Sampai suatu ketika dalam pergumulan atas pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi batinnya, di dalam kamar Dewa berkata "Tuhan jika Engkau benar-benar nyata tunjukan diri-Mu..”

Saat itu tiba-tiba ada suara yang sangat lembut berkata “Son, it’s Me...”
 yang membuat  air matanya mengalir tak tertahankan. Ia melihat sebuah sinar yang sangat menyilaukan hingga membuat ia tertunduk dalam tangisannya. Tapi saat itu ia masih juga tidak percaya dan berpikir bahwa semua hanya halusinasi. Tapi suara lembut itu terus berulang “Son, it’s Me...” hingga ke-empat kalinya. Akhirnya Dewa menyerah dan percaya.

Sungguh perjumpaan yang sangat intim sekali.
Tuhan menyatakan kepada Dewa bahwa Ia adalah Bapa. Suatu sebutan yang nggak pernah dia kenal dan yang nggak pernah dia ketahui sebelumnya.
Hari itu Dewa mengambil keputusan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Babak baru kehidupannya pun dimulai.

Menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat berarti menanggalkan kehidupan yang lama.
Singkat cerita Dewa terbuang dari keluarga, segala fasilitas hidup termasuk keuangan dihentikan. Kehidupan Richie Rich berhenti sudah.

Dewa mengalami aniaya secara fisik maupun verbal.
Sambil meneteskan air mata dia mengungkapkan bahwa yang paling memilukan hatinya adalah saat sang mama berkata, "... mama menyesal telah melahirkan kamu ke dunia ini..." .
Segala haknya sebagai anggota keluarga diputuskan dan ia diusir dari rumah.
Dewa berangkat ke Jakarta dengan hanya bermodalkan sebuah ponsel yang sempat ia sembunyikan.
Besar harapannya di Jakarta ia bisa mendapat bantuan dari teman-teman lamanya di sekolah dulu. Tapi ternyata keluarganya telah menghubungi semua teman-temannya di Jakarta supaya tidak memberikan pertolongan.
Tidak ada seorangpun yang bisa diandalkan.


 TURN FROM SOMEBODY TO NOBODY













Setelah semua uang hasil penjualan ponsel habis, kehidupan yang dulu bak seorang pangeran berganti menjadi kehidupan yang terlunta-lunta.
Ia terpaksa tidur di jalanan, di emper-emper toko, beratapkan langit dan berselimutkan udara malam nan dingin.

Pada bagian ini, saya melihat air mata menetes di pipinya.
Dan bukan hanya Dewa, banyak yang menangis di ruangan itu (termasuk saya). Saya tahu nggak gampang buat melalui semuanya itu. Semakin tinggi posisi seseorang, bila jatuh, maka sakitnya juga lebih parah dirasakan.
Seorang Richie Rich kini berubah menjadi seorang anak jalanan, yang menyambung hidup dengan mencari sepeser demi sepeser uang layaknya anak jalanan.

Tapi kenapa Dewa bisa bertahan tinggal di jalanan?
Kenapa dia nggak kembali kepada kehidupan lamanya yang berkelimpahan?
Kasih yang luar biasa kepada Yesus memberinya kekuatan untuk tidak memandang kepada semua masa lalunya. Dia rela menukar segala haknya dalam kehidupan yang lama demi keselamatan dalam kasih Kristus.
(Yang membuat hati saya perih adalah, sungguh ironis, banyak orang yang sudah lebih dulu mengenal Kristus, rela menukar keselamatan yang dimilikinya demi harta kekayaan).


Suatu hari, ketika ia sedang berada di titik terendah dalam hidupnya, "apakah sia-sia meninggalkan kehidupannya yang dulu?", Dewa mulai
melihat tangan pembelaan Tuhan.
Titik terang mulai kelihatan. Tuhan mulai menyingkapkan rencanaNya dalam hidup Dewa melalui pertemuan dengan teman lama yang akhirnya memperkenalkan dia dengan seorang Hamba Tuhan bernama Pdt. Daniel Alexander. Beliau yang menampung Dewa dan mengangkatnya sebagai anak rohaninya.
Jadi sekarang ngerti yah kenapa namanya menjadi Dewa Klasik Alexander.

(Di Facebook Dewa menulis salah satu  favorite quotation nya adalah:
"I lift my eyes up to the hills, where does my help come from?
My help comes from the Lord, the maker of Heaven and earth"  
-King David-)


Dewa pun diberikan pelajaran Alkitab dan disekolahkan di Sekolah Misi di Surabaya. Di tempat inilah karakter rohaninya dibentuk dan dipersiapkan untuk panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Di penghujung masa perkuliahannya, karena sering ketularan penyakit dari teman-temannya, Dewa diminta untuk memeriksakan diri ke dokter.
Dan 3 hari sebelum dia diwisuda di Sekolah Misi tsb, Dewa mengalami kejutan yang luar biasa, karena divonis menderita HIV/AIDS.
Dulu di masa uang berlimpah, Dewa memang pernah terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan narkoba.
Ia menghubungi ke-empat temannya waktu dulu yang pernah berbagi jarum suntik, dan mereka semua pun terkena penyakit yang sama.
Apakah ia menjadi pahit hati dan mundur dari Tuhan?

Tidak. Penyakit yang dideritanya ini justru memberikan kerinduan di dalam hatinya untuk melayani orang-orang yang senasib dengannya. Banyak tempat dia kunjungi seperti Myanmar, India, sampai ke negara Afrika untuk menjadi motivator bagi penderita HIV/AIDS.

Ketika balik ke Jakarta  kehidupan pun telah membaik. Memiliki saudara-saudara seiman yang mengasihinya, hidupnya mulai nyaman, tidak seperti dulu ketika baru pertama kali datang ke Jakarta setelah tidak diakui lagi oleh keluarganya.


 


Suatu saat ketika sedang melintas di daerah Roxy, Dewa melihat daerah-daerah yang kumuh, dan ia merasakan ada suatu panggilan dalam hatinya. Ia merasa harus melakukan sesuatu, harus keluar dari zona nyaman, dan memenuhi panggilan Tuhan yang sesungguhnya.

Dewa menukar kenyamanan hidup yang mulai dirasakannya demi menggenapi rencana Tuhan.

Ia meninggalkan tempat kostnya yang nyaman dan menukarnya dengan mengontrak di tempat yang kumuh di Roxy demi bisa melayani orang-orang yang terpinggirkan.

Orang yang nggak mengerti mungkin akan berkata "kamu gila..."  kepada Dewa.
Tapi Dewa melakukannya dengan hati yang rela. Tempat tidur yang nyaman digantikan dengan tidur di atas lantai. Dan Dewa mulai bergerak melayani anak-anak miskin di bilangan itu.


 SHARING HIS LIFE

Bersama beberapa teman-temannya dari Facebook, Dewa mendirikan HOME (House of Mercy), untuk melayani anak-anak tidak mampu di daerah Jakarta Barat.
Di daerah tempat kumuh inilah, tanpa ragu, saat ini Dewa tinggal untuk mengajar, memberikan berbagai bantuan untuk warga sekitar.

Teladan baik dia berikan,  bukan hanya sesekali datang mengajar, bahkan ia rela tinggal di tempat yang kumuh itu.


Berbaur menjadi satu dengan orang-orang yang miskin. Bukankah hari-hari ini yang dibutuhkan dunia ini bukanlah sekedar teori?
Dan Dewa melakukannya dengan segenap hatinya. Nggak banyak orang yang seperti Dewa.





HE HAS A DREAM
















Pernyataan Tuhan pada perjumpaan pertama "Son...it's Me.."   benar-benar menginspirasi Dewa untuk menjadi 'bapa' bagi generasi muda yang membutuhkan.
Dewa Klasik ingin membagikan kasih Bapa yang telah ia terima kepada anak-anak terlantar yang kekurangan kasih sayang.
Dewa juga punya mimpi ingin membangun sebuah rumah susun untuk menampung orang-orang tidak mampu, pengidap HIV AIDS, kusta dan orang-orang yang terbuang.


Terbuang dari keluarga, tidak berdaya, lapar, miskin, dan terhina, tapi semuanya itu cara Tuhan untuk melatih Dewa berperang sebelum masuk ke dalam panggilan yang sesungguhnya.
Dewa adalah orang sangat mengerti akan arti terbuang, dan terpinggirkan. Dan dengan pengertian itu ia membagi kasih Yesus kepada orang-orang yang mengalaminya untuk bangkit dari keterpurukan.
Saat divonis HIV, dokter menyatakan bahwa hidup Dewa hanya tinggal beberapa bulan lagi. Menyadari itu Dewa benar-benar bekerja keras untuk Tuhan,  memanfaatkan waktu yang tersisa.
Kini mungkin sudah hampir 5-6 tahun lamanya sejak dia divonis HIV , dan Dewa masih tetap tegak berdiri menyatakan kasih Tuhan kepada jiwa yang terhilang.


"I WORKED HARDER THAN ALL OF THEM..."

Ada satu ayat yang dia kutip malam itu yang sangat membuat hati saya terkesan.
"Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.
Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
(1 Korintus 15:10) 


Saya benar-benar menyetujui bahwa Dewa benar-benar pekerja keras. Bahkan rela menyerahkan hak untuk hidup nyaman  demi bekerja keras bagi jiwa yang terhilang. Dan yang lebih mengagumkan seperti Paulus ia berkata, bahwa semuanya itu karena kasih karunia Tuhan yang menyertainya.

Teman-teman, malam itu saya sangat diberkati.
Beberapa teman-teman saya juga tergugah hatinya ingin melayani Tuhan lebih lagi. Kehidupan Dewa Klasik benar-benar memberi dampak bagi kami.

Dan seperti Paulus, seperti Dewa, saya juga ingin berkata,
".......aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku."

Saya mau bekerja keras lebih lagi untuk Tuhan.
Semoga teman-teman juga diberkati.


All blessings,

Julita Manik

Monday, June 22, 2009

"Life is a battle my friends...."

Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan.
--Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN.


(Hakim-hakim 3:1-2) 



Saya merenungkan ini ketika harus bersusah payah exercise di atas treadmill.

Rasanya sudah ogaaah minta ampun. Kok perjuangannya berat sekali sih. Setiap detik yang saya lalui rasanya berjalan dengan sangat lambat sekali
dan sekuat tenaga saya melawan keinginan saya untuk menghentikan langkah saya. 

Come on...20 menit lagi...15 menit lagi...10 menit lagi.. Dan aah...
akhirnya dengan lega saya bisa menuntaskan 30 menit di atas treadmill.
Lulus...sorak saya dalam hati. Tapi kejadian ini akan terulang lagi saat saya akan berolahraga di kemudian hari. Malas untuk bersusah payah.


Ada juga yang bertanya bisa nggak menjadi kurus tanpa harus mengurangi makan? Ada nggak cara mempertahankan berat badan tapi tetap bisa makan semua makanan yang enak-enak?
Aduuh, mana enak kalau hanya makan buah, sayuran. Justru makanan yang dilarang biasanya yang rasanya sangat enak sekali. Hidup rasanya jadi tak menarik bila dilarang makan semuanya itu.

Saya bisa mengerti betapa beratnya bertarung dengan keinginan makan junk food ketika mengikuti detox 21 hari. Dan puji Tuhan, bisa lulus juga.
Dan bukan hanya saya sendiri, ada belasan teman-teman di gereja yang mengikuti program detox ini dan lulus juga.
Oh, bangganya jadi pemenang !!!

Ada juga yang bertanya bisa nggak jadi kurus tanpa perlu berolah raga, kalau perlu mengkonsumsi obat-obatan saja. Instant gitu loh. Jadi nggak perlu capek-capek berolahraga.
Mana sempaattt....
Ada banyak alasan untuk membenarkan diri kita hidup dengan cara mudah dan instant. Tapi saya nggak merekomendasikan jalan yang instant.


Untuk hal yang rohani, seorang teman bertanya kepada saya, bagaimana caranya mau bangun untuk saat teduh di pagi hari. Rasanya malaaas dan aduuuh..., lebih enak tidur lagi.
Boro-boro mau berencana menamatkan membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu dalam setahun, lha wong saat teduh aja kadang-kadang nggak sempat..

Saya pernah pelayanan di sebuah Sekolah Theologia dan bertanya kepada adik-adik mahasiswa di sana, "Berapa orang yang sudah tamat membaca Alkitab 3 kali?" Nggak ada yang angkat tangan.

Saya pikir, karena mahasiswa Theologia pasti rajin dong, jadi saya naikkan jumlahnya.. "yang sudah baca 4x,... 5x...??"
Friends, ... nggak ada yang angkat tangan.
Mereka tertawa dan ada yang nyeletuk "kebanyakan kak nanya jumlahnya".
Waktu diturunkan menjadi  "....yang sudah baca 1x tamat?"
Hanya ada 1 orang yang mengangkat tangan. Aneh bukan?
Lha, kalau yang sekolah Alkitab aja susah baca sampai tamat,
gimana yang orang biasa?

Tidak ada maksud menyombongkan diri, akhir 2009 ini saya akan selesai membaca Alkitab dari Kejadian-Wahyu sebanyak 7 kali.
Hal ini sudah saya lakukan sejak tahun 2002. Tiap tahun tamat 1x.
Makin pinter? Nggak, malah makin banyak nggak tahunya.
Tapi makin banyak juga pewahyuan yang diterima.
Dan semua itu saya lakukan dengan susah payah melawan semua keinginan daging, bagaikan bertarung dalam sebuah peperangan.

Pengalaman hidup mengajarkan saya, mau hal rohani ataupun non rohani, hidup ini adalah seperti sebuah peperangan, seperti sebuah perlombaan. Kalau mau menang, maka harus mau bertarung dan berlomba dengan gigih. Kalau tidak kita akan terus menjadi looser sepanjang hidup kita.

Hakim-hakim pasal 3 jelas menunjukkan bahwa Tuhan sengaja menyisakan musuh-musuh di tengah bangsa Israel, supaya generasi penerus yang sebelumnya tidak mengenal perang, dilatih untuk berperang oleh Tuhan sendiri.

Tuhan merancangkan kita untuk mengalami peperangan.
Tuhan lebih ingin dari siapapun juga melihat kita muncul sebagai pemenang.

DREAM OF PEOPLE WHO DON'T LIKE FIGHTING

Kalau saja apa yang dialami oleh John Perry, 59 tahun, adalah penyakit menular, maka saya percaya jutaan wanita (mungkin ada pria juga) yang segera mendekatkan diri kepadanya untuk ditulari oleh penyakitnya. Loh kok aneh, kok mau ditulari?

Karena John Perry bisa makan apa saja, seperti burger, steak, french fries, cakes, chocolate, ice cream, semua makanan yang uueeenaakz tenan, dalam jumlah yang tidak terbatas, tanpa kuatir menjadi gemuk. Kok bisa sih ???

Menurut www.thesun.co.uk
John Perry menderita
Total Body Lipodystrophy,
dimana tubuhnya menghasilkan hormon insulin 6 kali lebih banyak dari jumlah normal, yang segera membakar semua fat yang diasupnya tuntas...tas..tas.
John Perry pun segera memperoleh julukan THE MAN WHO CAN'T GET FAT.

FYI : Insulin mengubah gula menjadi glukosa, masuk ke dalam sel-sel tubuh sehingga dapat di metabolismekan (aduuh bahasanya ribet yah...).
Intinya tanpa insulin maka gula bukannya diubah menjadi glukosa tapi menjadi lemak.

Nah, karena kadar insulinnya Mr. Perry 6 kali di atas normal, maka kecepatan metabolismenya juga menjadi sangat tinggi sekali. Sehingga tidak ada lemak yang disisakan untuk disimpan dalam tubuhnya. Dengan demikian sulit sekali bagi Perry untuk menaikkan berat badannya, tak peduli berapa banyak kalori yang sudah dikonsumsinya.

Sebelumnya dari kecil sampai usia 12 tahun John Perry adalah seorang anak yang gendut dengan pipi chubby dan mempunyai julukan "Fatty" oleh teman-temannya. Tapi mendadak di usia 12 tahun semua lemak dalam tubuhnya habis dalam tempo semalam (pasti banyak nih teman-teman ...termasuk saya...ehmm.. yang berkata "seandainya....aku...").

Sebanyak apapun John Perry kecil makan, tidak bisa membuatnya menambah berat badannya bahkan cenderung menjadi kurus. John berkata dalam tempo 6 bulan berat badannya drop dengan drastis dan setiap orang melihatnya seperti  a bag of bones, sekantung tulang belulang, sehingga setelah bermain football ia malu untuk membuka baju di hadapan teman-temannya , karena tulang-tulang yang bertonjolan di tubuhnya yang kurus.


EVERYBODY HAS THEIR OWN BATTLE !!!

Mungkin teman-teman berpikir enak sekali menjadi John Perry memiliki tubuh yang forever slim tanpa harus berusaha keras menahan asupan makanan dan tidak perlu capek-capek berolah raga.  
Friends, everybody has to fight their own battle.

Kalau kita, peperangan kita adalah menahan nafsu kedagingan kita dan kemalasan kita berolah raga, maka John Perry memiliki peperangannya sendiri. John Perry harus makan dalam jumlah yang sangat besar, dan tetap harus makan walaupun sudah 'uueenegg'nya setengah mati. Kalau tidak berat badannya akan turun drastis, dan seperti yang dikatakannya, ia akan seperti 'a bag of bones'. Belum lagi, karena tidak ada pantangan, bisa makan apa saja, maka ada efek sampingan kolesterol tinggi, yang bisa mengakibatkan beragam penyakit.

Rumput tetangga memang kelihatan lebih hijau.
Kita berpikir seandainya kita mengalami seperti yang John Perry alami.
Tapi coba renungkan kalimat di bawah ini.

Melalui penelitian disimpulkan orang-orang yang mengalami Lipodystrophy memiliki berbagai komplikasi yang dapat mengancam hidupnya, seperti kematian mendadak, diabetes, liver dan pankreas yang membengkak, kolesterol dan tekanan darah tinggi yang tentunya berbahaya bagi jantung.

Dari luar kelihatannya sehat dan memiliki kehidupan yang nikmat, tapi di bagian dalam rentan terhadap berbagai penyakit. Belum lagi kecepatan insulin membakar semua fat yang diasup tanpa sempat menyimpannya, membuat wajah kering dan kulit menjadi cepat keriput.
Lihat saja wajah John Perry, yang jauh lebih tua dari usianya ....
(I guarantee, nggak ada kaum wanita yang suka dengan hal ini...hehe)


THE CONTRARY BATTLE

Living like in hell membuat Sacha Whitehead seorang ibu berumur 33 tahun, sering melukai tubuhnya dengan pisau sampai berdarah.

Niatannya sebenarnya ingin bunuh diri karena begitu desperate akan kondisi tubuhnya.
Tapi kecintaan terhadap Lewis putra tunggalnya membuat ia tak mampu untuk bunuh diri.

Memiliki berat badan bak seekor bayi gajah, tak mampu untuk mencari jalan keluar untuk menghentikan keinginan makannya yang begitu luar biasa, berpisah dari suami ketika anaknya Lewis masih berumur 3 tahun, malu bersosialisasi sehingga memilih untuk chatting di dunia maya supaya tidak ada yang tahu kondisi badannya, semua fakta ini membuat Sacha hidup dalam a lonely world.

Yang dapat dilakukannya hanyalah terus makan dan menyakiti diri sendiri dengan menggoreskan pisau dan gunting di lengannya yang gemuk sampai bercucuran darah. Rasa sakit yang diderita pada lengannya membuat Sacha sejenak melupakan depresi atas kehidupannya. Tapi hanya sejenak.
Sesudah itu dengan tidak berdaya Sacha makan dan makan lagi.
Dan beratnya pun semakin bertambah dan bertambah lagi.

Tak cukup sampai di situ Sacha juga didera rasa bersalah.
Kondisi tubuhnya yang amat sangat gemuk membuat Sacha tidak bisa luwes bergerak dan tak mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sehingga Lewis lah yang menggantikan untuk mengerjakan semuanya. Mulai dari mencuci piring, menyapu, mengepel, bahkan sampai memandikan sang mama. (What an adorable child !!!)
Mereka begitu tergantung satu dengan lainnya, dan kebiasaan buruk Sacha makan dalam giant portion juga menular ke anaknya, sehingga Lewis juga mengalami obesitas.


Ketika mengantarkan anaknya ke sekolah, Sacha tidak berani keluar dari mobil, karena takut teman-teman Lewis melihatnya dan kemudian membully (mengata-ngatai) Lewis punya mama yang super gemuk.
Juga tidak bisa mengantarkan anaknya ke Panto (sebuah acara musical comedy theatre di Inggris yang sangat disukai anak-anak, dengan tema cerita Cinderella, Aladdin, Snow White, dll) dan harus meminta tolong nenek Lewis untuk melakukannya. Kenapa?
Karena kursinya tidak muat untuk Sacha. Mungkin kursinya yang punya pinggiran untuk tangan di bagian kanan dan kiri.
(Saya pernah loh ...melihat orang yang sangat gemuk memaksakan diri untuk duduk di kursi yang tidak seukuran tubuhnya, dan ketika ia berdiri, OMG, kursinya ikut terangkat karena nempel di bagian belakang tubuhnya!!!).

Sacha sangat membenci keadaan tubuhnya, dan kebiasaan makannya yang sangat buruk.
Akhirnya Sacha memutuskan menemui seorang spesialis kesehatan dan sangat dikagetkan dengan ucapan berikut. "Usiamu nggak akan lebih dari 2 tahun lagi kalau kamu tidak merubah pola hidupmu saat ini."

Kondisi obesitasnya yang sudah teramat parah membuat dokter menyarankan untuk menjalani operasi. Satu-satunya yang ditakutkan Sacha adalah membayangkan Lewis menjalani hidup ini tanpa seorang mama.
Akhirnya Sacha setuju dan memutuskan menjalani operasi untuk mengecilkan lambung dan ususnya (friends, don't try this without specialist advice).
Dengan demikian kalau Sacha masih makan dalam jumlah yang sangat banyak maka dia kan mengalami kesakitan. Makanan juga tidak akan disimpan dalam waktu yang lama dalam tubuh untuk menghambat absorbsi lemak yang dikonsumsinya.

Loh, mungkin teman-teman berpikir, ini kan cara instant untuk jadi kurus dengan operasi? Enak dong... nggak perlu susah payah..
Ya, kalau setelah itu Sacha tidak melakukan apa-apa.  But,.....

SHE CONTINUES TO FIGHT HER BATTLE !!!

Sacha tidak berpangku tangan. Ia meneruskan perjuangannya dengan memakan makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, yoghurt, dan menghindari junk food.
Sacha juga mulai berolah raga untuk mempercepat pemulihan tubuhnya ke berat normal. Hingga saat ini Sacha masih terus bertarung.
Kalimatnya yang menarik untuk disimak,
“All I’ve ever wanted is to be normal sized. I’m not there yet, but every day I get a bit closer.” 


Sacha belum sampai di tujuannya, the battle is not finished yet, tapi setiap hari ia semakin mendekati tujuannya, semakin  hari ia semakin mendekati kemenangannya. Dan kini ia sangat berbahagia karena bisa mengantarkan Lewis ke Panto.
Kursinya sudah muat.



NO PAIN NO GAIN.
NO RACE NO WINNER.
NO BATTLE NO CONQUEROR.

Praktekkan dalam tiap aspek kehidupan kita. Rohani maupun non rohani.
Apapun yang menjadi hambatan, jangan pernah berhenti atau putus asa. Jangan kompromi dengan berbagai alasan.
Selamat bertanding, selamat bertarung, dan selamat menjadi pemenang dan selamat menjadi penakluk.


All blessings,

Julita Manik

Wednesday, June 10, 2009

Don't say 'NO' if you want to say 'YES'

 



















Don't say NO if you  want to say YES. Means ??

Belajar untuk menyuarakan kata hati nurani. Nggak membiarkan dan mengabaikannya.
Kalau hati nurani berkata YES, katakanlah YES, sebaliknya bila hati nurani kita berkata NO, katakanlah NO.

Saya menerima email dari pembaca blog yang mengatakan sudah sangat jauh dari Tuhan, tapi kini hatinya tersentuh, dan ingin kembali kepada Tuhan. Tapi merasa nggak mampu. Banyak tuduhan-tuduhan atas hidup masa lalu yang membuatnya nggak berani mengambil keputusan drastis yang akan mengubahkan hidupnya, yaitu kembali kepada Tuhan dan mengikut Tuhan segenap hati.

Saya membacanya dengan sangat terharu. Saya tahu Tuhan sudah menantinya lama sekali. And now, this is the time. Tapi sahabat maya saya ini enggan sekali untuk mengikuti kata hatinya.
Friends, ... bagian saya hanyalah memberikan nasihat dan dorongan kepada teman dunia maya saya itu supaya ia berani mengambil keputusan,
"YA, saya akan ikut Tuhan, ...I don't care about the past."
Tapi sekali lagi bagian saya hanya menasehati, yang mengambil keputusan bukan saya.

Ada juga yang menuliskan kepada saya, sepertinya ingin punya kesempatan melayani, melakukan sesuatu untuk Tuhan. Tapi kalau dilihat dari waktu, rasanya nggak sempat. Nggak punya waktu sama sekali.

Pada saat hati kita membisikkan sesuatu dan kita ragu untuk melakukannya, itu seperti tidak berani berkata "YA di atas YA, dan TIDAK di atas TIDAK". Kita ragu, kita nggak yakin, dan akhirnya kita memilih jawaban yang berseberangan dengan kata hati kita.



SHE LOST THE CROWN FOR HER ANSWER

 Peristiwa yang sangat menggemparkan pada saat pemilihan Miss USA 2009, adalah jawaban Carrie Prejean (Miss Carolina) di malam final untuk memutuskan siapa yang berhak mengenakan mahkota wanita tercantik se Amerika.

Mendapatkan pertanyaan dari juri Perez Hilton (seorang gay) tentang apa pendapatnya tentang pernikahan antar gay.
"Vermont recently became the fourth state to legalize same-sex marriage.
Do you think every state should follow suit? Why or why not?"


Jawaban yang singkat dan lugas dari Carrie Prejean adalah:
 I think it's great that Americans are able to choose one or the other. We live in a land that you can choose same-sex marriage or opposite marriage and, you know what, in my country and my family I think that I believe that a marriage should be between a man and a woman. No offense to anyone out there but that's how I was raised and that's how I think it should be between a man and a woman.

Secara singkat kesimpulannya Carrie tidak setuju terhadap pernikahan antar gay karena itu bertentangan dengan iman percayanya.


Akhirnya Kristen Dalton lah yang dimahkotai tiara Miss USA 2009.
Tapi ternyata kejadian ini nggak berhenti sampai di sini.
Dalton memang menyandang mahkota, tetapi spotlight besar-besaran justru atas Carrie Prejean dan statementnya. Tidak hanya di koran-koran, juga di blog dan website sibuk memuat berita ini.



Perez Hilton sendiri sangat marah sekali dengan jawaban Carrie yang menyuarakan imannya, dan mengata-ngatai Carrie dengan sangat kasar. Bahkan ia berkata bahwa Carrie kehilangan mahkotanya akibat jawabannya yang tidak mendukung hak asasi kaum gay.

Apakah Carrie menyesal, kehilangan kesempatan yang mungkin hanya sekali dalam seumur hidupnya?

Dalam suatu interview dengan Fox News Carrie berkata:
"This happened for a reason. By having to answer that question in front of a national audience, God was testing my character and faith. I'm glad I stayed true to myself." 

Carrie hanya mencoba berjalan sesuai dengan kata hati nuraninya.

Tidak hanya sampai di situ, selanjutnya terjadi intimidasi terhadap Carrie dengan beredarnya foto-foto topless nya di masa lalu yang semakin memburukkan namanya. Mereka mengatakan, "lho katanya orang beriman, kok bisa-bisanya punya foto seperti ini?"

Mengikuti semua kisah Carrie Prejean saya menyadari kehidupan Kristianinya masih jauh dari sempurna. Tapi saya justru sangat malu terhadapnya.
Carrie yang mendeskripsikan dirinya sebagai "I am not perfect, and I will never claim to be", memiliki keberanian yang luar biasa menyatakan suara hati nuraninya untuk berani mengatakan iman percayanya.
And the cost is her crown.

Sudah bukan rahasia lagi kalau di kontes-kontes kecantikan seperti itu, para kontestan sudah dibekali dengan berbagai jawaban atas kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Sehingga biasanya jawabannya sangat diplomatis dan mewakili kepentingan umum.
Jawaban klise seperti "Saya akan melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara", atau "Saya akan bekerja keras mengentaskan kemiskinan", dan bla...bla..bla...adalah series jawaban yang sudah dipersiapkan kepada wanita-wanita cantik ini.
Tapi Carrie berani menyuarakan suara hati nuraninya, tidak memilih jawaban yang akan membahagiakan semua pihak.


 APA SIH SUARA HATI NURANI?
 

I will bless the LORD, who has given me counsel: my reins also instruct me in the night seasons.
(Psalm 16:7, NKJV)

Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
(Mazmur 16:7)

Ternyata terjemahan bahasa aslinya untuk kata hati nurani, bukanlah heart (hati atau jantung), tetapi reins (ginjal). Pada masa itu ginjal dipercaya sebagai center of feeling, awareness, desire & longing.

Suara hati nurani adalah suara dari hati yang paling dalam untuk menyatakan perasaan, kesadaran, keinginan, dan kerinduan. Suara itu seperti bunyi yang terus menerus terngiang di telinga hati kita, sehingga sulit untuk dilupakan. Sehingga sering ada perasaan bersalah saat kita mengabaikannya.

Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan memberikan nasehatNya kepada kita melalui hati nurani. Jadi suara hati nurani bukan pekerjaan manusia, tapi Tuhan. Mengabaikannya, berati mengabaikan nasehat Tuhan.


BELAJAR  MENDENGARKAN 'SUARA'  HATI NURANI

Saya juga sering mengabaikan kata hati nurani. Sering kali saya mendengarkan bisikan untuk bangun lebih pagi, "Tuhan rindu mendengarkan nyanyianmu di pagi hari..." tapi saya nggak melakukannya. Sering saya dengar untuk nggak lama-lama kesal kepada saudara sepelayanan ketika tindakannya mengecewakan hati saya, tapi saya nggak melakukannya dan menunda-nundanya. Dampaknya? Nggak ada satupun yang membawa kebaikan.

Bahkan pernah saat saya masih mahasiswa, dan sangat ingin pergi ke sebuah toko buku, hati nurani saya dengan sangat keras melarang (bahkan sepanjang perjalanan terus terngiang-ngiang di telinga saya), sampai saya merasa ada beban yang berat di hati saya. Saya pikir, nggak ada yang salah kok. Tujuan saya baik ingin membeli buku pelajaran. Alhasil saya pun melanggarnya.
Apa yang terjadi?
Saat menyeberangi jalan, saya ditabrak sebuah motor yang dikendarai seorang anak muda yang sedang ngebut ke kampusnya.
Hati nurani saya ingin menghindarkan saya dari sesuatu yang buruk, tapi ketidaktaatan saya membuat itu terjadi.


BELAJAR  MELAKUKAN 'INSTRUKSI ' HATI NURANI





 "My reins also instruct me....."





Ayat tersebut menjelaskan bahwa hati nurani bukan sekedar berbisik, tapi menginstruksikan. Itu sebabnya kita merasakan ada gejolak yang menginstruksikan kita untuk kembali kepada Tuhan, untuk melayani Tuhan, untuk mengampuni, untuk berani mengatakan kebenaran, dll.
Mari belajar melakukan instruksi hati nurani.



Untuk yang mau kembali kepada Tuhan, jangan tunda-tunda lagi.
Segera berbalik. Karena hati nurani tidak akan pernah menipumu. Masa lalu terlalu suram? Nggak masalah, karena Tuhan sudah membersihkan tuntas sehingga putih seperti bulu domba.

Mau melayani tapi merasa nggak layak? Bukan manusia yang melayakkan, tapi Tuhan yang melayakkan.
Your part is just give Him all the pieces of your heart, then He will fix it.

Ingin memberi waktu lebih untuk Tuhan, tapi merasa nggak berdaya karena seperti dihimpit dan dikejar-kejar oleh waktu yang terbatas?
Mulai berjalan saja dengan instruksi tersebut. Tuhan pasti akan buka jalan.
Yang penting punya kemauan dulu untuk menuruti suara hati nurani. Selanjutnya, urusan Tuhan.

Setiap kali ada bisikan (baca 'instruksi') dari hati nurani,
berikan waktu untuk mendengarkan.
Uji dengan seksama (tentunya harus sesuai dengan firman Tuhan).

Apa suara hati yang hari-hari ini berbicara kepada teman-teman?
Jangan ragu untuk melakukannya dengan segenap hati.
I guarantee, it never cheats on you.


All blessings,

Julita Manik

Sunday, May 31, 2009

"I am a Jesus wannabe"



"Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk  menjadi serupa dengan gambaran AnakNya , supaya Ia AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

(Roma 8:29)



Siapa WL pria terpopuler di Indonesia saat ini? Scream.... SIDNEY MOHEDE!!!
Nggak heran kalau Sidney 'Wannabe' bermunculan di sana sini (termasuk di gereja lokal saya loh..).  Kadang-kadang begitu miripnya mereka menirukan suara Sidney dengan vokal "aaaa..." yang lebar dan khas  (biasanya di bagian improvisasi WL antara verse ke ref, atau ref ke verse), sehingga kalau kita merem... kita pikir Sidney yang sedang bernyanyi.
Seringkali ada yang memuji atau malah ada yang menyindir dan muncullah istilah Sidney 'Wannabe'. Dan fenomena ini nggak hanya di Jakarta loh... beberapa kali saya temukan juga saat ministry ke luar Jakarta. Bener..!!!

Nggak hanya cara Sidney bernyanyi, juga perilakunya akan ditiru.
Dari cara berpakaiannya yang casual, stylenya memainkan gitar, kalau perlu sekalian aksesorisnya deh.. hehe.

Saya punya keponakan yang sangat sangat crazy about Sidney. Hampir semua lagu Sidney dia hafal mati. Kalau dikasih kesempatan kesaksian pujian, trust me, dia pasti menyanyikan lagu Sidney. Cara bernyanyinya juga sangat mirip Sidney. Termasuk improvisasinya.
Kalau GMB mentas, dia sudah ada di tempat acara 6-7 jam sebelumnya (!!!). Tak lain tak bukan supaya bisa berdiri di barisan paling depan di pinggiran stage. Rela bayar harga sedemikian supaya bisa mengamati idolanya dari dekat.

Suatu kali saat konser, keponakan saya berdiri paling depan, dan Sidney bernyanyi di ujung depan stage. Keponakan saya ini menyentuh sepatu Sidney dan ia berkata "hati saya bahagiaaaaa banget..."
Can you imagine...menyentuh sepatunya aja sudah mampu membuat dia bahagia dan nggak bisa tidur semalaman...hahaha.
Dan keponakan saya ini menulis email ke Sidney dan menceritakan peristiwa ini, dan nggak lupa mengatakan betapa dia sangat mengagumi Sidney, hafal semua lagunya, dan memutuskan belajar gitar dan melayani Tuhan karena Sidney (I believe Sidney is touched by his story).
Bayangkan...., orang tuanya beberapa kali menyuruh dia belajar gitar supaya ada yang mengiringi PW di komsel, dia nggak minat.
Tapi melihat Sidney menyembah Tuhan dan memainkan gitar,
...langsung... dia memutuskan mau belajar gitar. Dampak 'wannabe' ini memang sungguh luar biasa mengubahkan keponakan saya.

Kesukaan dan kekaguman kita pada seseorang akan memimpin tingkah laku kita,  sadar atau nggak sadar,  menjadi seseorang 'wannabe'.


Seorang 'wannabe' pasti memiliki seorang idola yang akan dicontek habis-habisan. Apakah itu penampilannya, gaya hidupnya, ataupun
success story nya.
Susan Boyle yang fenomenal mengatakan Elaine Paige adalah her succes model.
Mohon maaf sebesar-besarnya karena sempat salah mengutip nama panutan Susan Boyle menjadi Ellen Page (gambar samping) seorang aktris muda.
Beda tipis dalam penulisan dan pengucapan, tapi beda banyak dalam performance.
--Million thanks untuk blogger Nancy untuk koreksiannya--


Sekarang saya mengerti kenapa Susan sangat mengidolakan Elaine, seorang penyanyi, dan aktris yang sering juga tampil dalam drama-drama musikal. Elaine sudah tidak muda lagi, berusia 61 tahun tetapi masih sangat produktif di usia yang sudah tidak muda lagi (Susan saat ini berusia 47 tahun). Sepertinya Susan sangat terinspirasi untuk terus mencoba. Tidak ada kata 'too late' dalam kamusnya.

Ketika Susan menyebutkan nama Elaine, semua orang tertawa sinis mendengarkannya. How come?

Pada saat Susan mengatakan itu, tidak seorangpun menyangka bahwa
in next few minutes, .... saya ulangi lagi ... in next few minutes.....,
Susan Boyle akan menjadi seorang bintang yang mendunia melalui Youtube yang diakses ratusan juta orang di seluruh dunia !!! Bahkan bintang-bintang Hollywood ternama sekalipun belum pernah mengalami fenomena tsb (termasuk Elaine Paige.. saudara-saudara..)
Dream comes true. 
Berita terkini Susan meraih runner up di final Britain's Got Talent, kalah dari grup dancer. Anyway, it's still biggest achievement (!!!) she could ever made.

  Kiat Sukses "WANNABE":    1. MILIKILAH SEORANG IDOLA   

Menyadari dampak positif dalam hidup keponakan saya yang sangat mengagumi Sidney Mohede, sejak saat itu kalau melatih vokal di gereja lokal saya selalu mengencourage setiap WL maupun singer untuk memiliki seorang idola, baik itu WL senior ataupun penyanyi rohani yang dapat mempengaruhi hidupnya (dan saya berharap mempengaruhi juga kualitas vokalnya).
Sesudah vokalnya berkembang dengan baik, baru saya mengajarkan mereka untuk mulai mengembangkan color mereka sendiri.


Saya teramat sangat menyadari betapa malasnya seseorang untuk latihan vokal sendiri. Tapi... kalau mereka mempunyai idola, tentunya mereka akan bolak balik memutar CD atau kaset rekaman idolanya dan menirukan gaya mereka bernyanyi. Itukan sama saja dengan latihan vokal, sehingga meringankan beban saya dalam melatih mereka...hehehe..
Dan hasilnya...tentu positif dong...
Sehingga muncullah Sidney 'Wannabe', Sari 'Wannabe', Jacqlien 'Wannabe' .... dan wannabe-wannabe lainnya...


Saya sendiri sangat mengagumi Darlene Zschech dari Hillsong. Nggak heran kalau saya sangat terinspirasi dengan Darlene. Bahkan duluuuu banget ... pernah punya blonde long hair (baca BUCERI = bule cet sendiri...hehe) persis Darlene.
Duuh.... malu nih kalau diingat-ingat lagi.....
Long coat... sudah pasti nggak ketinggalan dong, wajib hukumnya.

The way she leads worship.... I'm her copycat. Apakah itu sah? Sah-sah aja dong. Untung banget nggak ada copyright style seseorang.
Kalau nggak, perbuatan saya saya sudah dikategorikan piracy...haha.
Saya bisa menonton berulang-ulang DVD nya dan memperhatikan Darlene dengan seksama. Walaupun sekarang saya sudah mengembangkan style saya sendiri, jujur saya berkata kalau saya sangat dipengaruhi oleh pelayanannya.

Bila kita menjadi wannabe 'seseorang yang positif', maka positif pula hasilnya.
Tapi bila kita menjadi wannabe 'seseorang yang negatif', maka negatif pula hasilnya.


She showed us "How to be an idol wannabe"
Walaupun dibantah habis-habisan, tapi banyak pihak yang menduga bahwa Nadya Suleman mempunyai obsesi menjadi 'Angelina Jolie wannabe'.
Memperhatikan foto Nadya dulu dan sekarang memang sangat berbeda sekali, sehingga diperkirakan Nadya telah melakukan serangkaian operasi plastik yang membuatnya semakin mirip dengan Jolie, dengan hidung ramping dan bibir penuh lengkap dengan belahan di bibir bagian bawah. Lihat deh.... mirip kan???

Tapi yang menggemparkan masyarakat Amerika bukan hanya masalah itu. Nadya melahirkan 8 bayi kembar melalui pembuahan donor (sebelumnya sudah memiliki 6 anak dengan cara yang sama).
Sehingga total anaknya saat ini adalah 14 orang.
Sepertinya ingin meniru Jolie yang terkenal mempunyai banyak anak dalam waktu singkat (3 anak adopsi, dan 3 anak kandung).



Ketika terjadi kontroversi mengandung 8 anak kembar ini, banyak pihak yang ingin mewawancarainya.
Nadya memilih Ann Curry.







Ann Curry adalah sahabat media dari Jolie yang sering mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mewawancarai Jolie dalam lawatannya ke berbagai negara sebagai duta PBB, maupun dalam kegiatan selebritinya. Termasuk ketika melahirkan anak pertamanya, Ann Curry juga yang mendapatkan kesempatan istimewa tsb.
Seperti ingin meniru idolanya, ketika akan diwawancarai di TV, maka Nadya pun memilih Ann Curry untuk mewawancarainya secara eksklusif.





Gambaran Jolie berjalan dengan Brad Pitt bersama anak-anaknya di twins stroller ,  maka saat ini Nadya pun terlihat membawa anak kembarnya di atas twins stroller bersama nanny yang

membantunya merawat 8 anak kembarnya.
Too many coincidences. 
Sehingga dunia pun mengatakan she's really an Angelina Jolie wannabe.

You see, apa dampak yang dihasilkan seorang wannabe....
Dan yang saya mau share ke teman-teman semua, lebih dari sekedar mengagumi manusia yang fana, kita punya destiny untuk menjadi serupa dengan Yesus.
Dan saya mau masuk dalam destiny itu.
Saya mau diubahkan menjadi seperti Yesus.
I am a Jesus wannabe.


JESUS Wannabe


"Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk
 menjadi serupa dengan gambaran AnakNya , supaya Ia AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

(Roma 8:29)



 Dapatkah teman-teman bayangkan dampak bila kita menjadi seorang  
Jesus wannabe? Yesus berkata bahwa kita akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan, bahkan yang lebih besar dari itu.
Dapatkah teman-teman bayangkan, apa yang akan terjadi bila kita..., para Jesus wannabe melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari yang pernah Tuhan buat di muka bumi ini?
Yang pasti kemuliaan Tuhan yang besaaaar .... akan dinyatakan melalui hidup kita kepada dunia yang gelap.


Dari kisah-kisah sebelumnya, success story seorang wannabe adalah bila seseorang itu sangat tergila-gila kepada idolanya. Kalau sikapnya biasa-biasa saja, ia tidak akan pernah sukses menjadi wannabe.
Ketika sedang tergila-gila kepada idola, maka yang ada di pelupuk mata adalah sang idola, yang diperhatikan dengan seksama adalah sang idola, yang ingin ditiru habis adalah sang idola.
Pada saat perkataan, performance maupun life style sang idola telah terserap ke dalam kehidupannya, saat itu semua orang akan melihat ia sukses menjadi wannabe.



  Kiat Sukses "WANNABE":    2. CRAZY ABOUT YOUR IDOL  
















 

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

(Filipi 2:5-7) 


Menjadi seperti Yesus, ... being a Jesus wannabe, we have to be
crazy about Jesus. Being a Jesus freak.
Apa yang Yesus katakan, apa yang Yesus lakukan, itu semua yang ada di pelupuk mata dan hati kita.

Bagaimana caranya untuk tahu apa yang Yesus katakan, apa yang Yesus lakukan?
Nggak ada jalan lain, harus rajin baca Alkitab. Karena Alkitab mencatat semua perjalanan Tuhan Yesus di muka bumi ini. Alkitab mencatat apa yang ada dalam hati dan pikiran Yesus.
Gambaran apa yang diceritakan Alkitab tentang Yesus?
Seorang yang rendah hati, tidak mempertahankan haknya, pemimpin yang melayani, suka berdoa di tempat yang sunyi, melayani tanpa henti, dan berbelas kasih atas jiwa-jiwa, dan mempunyai deep relationship dengan Bapa.

Ketika menulis tulisan ini, saya teringat ketika fell in love for the first time,
I was totally a Jesus freak.
Seiring dengan berjalannya waktu, mulai banyak perubahan terjadi dan idola saya mulai bergeser, tidak 100% tertuju kepada Yesus lagi. Akibatnya saya tidak tergila-gila kepadaNya seperti dulu lagi.

Untuk menjadi seorang wannabe, kita tidak bisa mendua hati.
Karena bila ada idola yang lain maka kita nggak akan sukses menjadi wannabe yang sejati. Gambarannya akan blur.
Saya mau kembali seperti dulu lagi. Crazy about Him.

Terus... mungkin kita berpikir, jadi nggak boleh dong punya idola manusia, seperti Darlene, Sidney, atau nama-nama hamba Tuhan lainnya yang kita kagumi. Jangan takut my friends... sepanjang yang kita idolakan dan yang kita ikuti adalah orang-orang yang mengidolakan Kristus dalam hidupnya.

Paulus juga mengajarkan hal ini dengan berkata:
"Be ye  followers  of me, even as  I also am of Christ ."
(1 Corinthians 11:1) 

"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus."

Kata 'follower' atau 'pengikut' di sini dalam bahasa Greek adalah  "MIMETES"  yang artinya imitator.

Dalam bahasa masa kini atau dalam bahasa gaulnya, Paulus berkata:
"Be Paul wannabe" .... (lho kok???),  ... tapi kalimatnya nggak berhenti sampai disitu, ... ada lanjutannya...
"even as I am a Jesus wannabe."

Lengkapnya, "Be a Paul wannabe, even as I am a Jesus wannabe."

Paulus adalah Jesus wannabe.
Oleh karena itu kalau kita menjadi Paul wannabe, maka otomatis kitapun menjadi Jesus wannabe.



Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka  kita diubah menjadi serupa dengan  gambarNya , dalam kemuliaan yang semakin besar.

(2 Korintus 3:18)


Jangan dulu berkata "that's impossible.... beraaat..."
Karena menjadi Jesus wannabe tidak bisa mengandalkan kekuatan manusia.
Roh Tuhan lah yang mengubahkan. Dan bila RohNya yang bekerja,
impossible is nothing.

Friends, dari semula kita telah ditentukan menjadi serupa dengan Yesus. 
This is our destiny.  Be a Jesus wannabe.  


All blessings,

Julita Manik

Friday, May 22, 2009

Jacqlien Celosse: "...I trust His heart."




God is too wise to be mistaken.
God is too good to be unkind.
So, when you don't understand and
when you don't see His plan and
when you can't trace His hand
......trust His heart.

Kalimat di atas pertama kali saya baca saat Jacqlien Celosse sms saya beberapa minggu yang lalu. Saya betul-betul terpesona dengan kekuatan kalimat di atas, dan saya balas sms tersebut  ke Jacqlien dengan mengatakan "sis....bagus banget kata-katanya, very encouraging..".

Kalau kata-kata itu diucapkan oleh seseorang yang tidak mengalami riak di hidupnya, yang semuanya smooth dalam hidupnya, mungkin gaungnya juga tidak seberapa.
Tapi kalau kata-kata ini diucapkan seseorang yang sedang digoncang kehidupannya, maknanya .....dalaaam. Dan saya mendengarnya dari seorang Jacqlien Celosse yang hingga kini masih berjuang dalam iman dan kekuatan untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya. (Saat tulisan ini dimuat, Jacqlien baru saja berangkat ke Singapore untuk treatment terhadap penyakitnya.)

Dunia hari-hari ini sedang mengalami banyak goncangan.
Nggak pandang bulu, orang percaya juga nggak luput dari goncangan. Semata-mata demi tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
Dan kata-kata yang disms Jacqlien ke saya sangat powerful sekali untuk menguatkan yang sedang mengalami yang nggak enak dalam hidupnya.
Saya langsung, seperti biasa .... penasaran, ...and goggling tanpa henti untuk kata-kata tersebut, karena saya ingin banyak orang yang dikuatkan. Saya ingin teman-teman saya yang sedang tergoncang, belajar percaya kepada hati Tuhan. Bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan rancangan kecelakaan walaupun kenyataannya badai sedang menghadang di depan kita.

Ternyata yang mencetuskan kalimat di atas untuk pertama kali nya adalah penginjil luar biasa, Charles H. Spurgeon.




"God is too wise to be mistaken.
God is too good to be unkind.  
When you can't trace His hand,
that's when you must learn   

to trust His heart."

(Charles Haddon Spurgeon)



Kenapa saya katakan pertama kali? Karena sesudah nya, kalimat tsb diquote oleh banyak orang, oleh banyak hamba-hamba Tuhan, termasuk diquote untuk menjadi lirik lagu.


TRUST HIS HEART


All things work for our good
Though sometimes we don’t see how they could
Struggles that break our hearts in two
Sometimes blind us to the truth
Our Father knows what best for us
His ways are not our own
So when your pathway grows dim
And you just don’t see Him
Remember you’re never alone

God is too wise to be mistaken
God is too good to be unkind
So when you don’t understand
When you don’t see His plan
When you can’t trace His hand
Trust His heart

He sees the master plan
And He holds our future in His hand
So don’t live as those who have no hope
All our hope is found in Him
We see the present clearly
But He sees the first and the last
And like a tapestry
He’s weaving you and me
To someday be just like Him

He alone is faithful and true
He alone knows what is best for you


 

STORY BEHIND THE SONG
Lagu di atas ditulis Babbie Mason sebagai co-writer atas permintaan sahabatnya Eddie Carswell.
Dan Babbie mengatakan lagu ini adalah lagu yang paling inspired yang pernah dia tulis. Belasan tahun yang lalu Eddie datang menyampaikan ide menulis bersama lagu TRUST HIS HEART,
untuk menguatkan sahabat mereka Ike yang saat itu sedang sangat dirundung duka.


Ike Rikert adalah seorang pastor di sebuah gereja di North Atlanta.
Menikah dengan seorang wanita yang luar biasa bernama Robin.
Mereka sangat mendambakan kehadiran seorang anak dalam rumah tangga mereka. Akhirnya Robin pun mengandung. Pada hari bahagia, hari yang sudah lama dinantikan, pada saat mengalami kontraksi menjelang kelahiran bayi mereka, sesutu yang buruk terjadi. Robin terkena serangan jantung, yang mengakibatkan Ike tidak hanya kehilangan Robin istri tercinta, tetapi juga sang anak yang masih dalam kandungan.

Ike mengalami depresi yang sangat dalam. Mengapa semuanya ini harus terjadi? Padahal mereka adalah pasangan yang setia melayani Tuhan.
Tuhan tidak membiarkan Ike bergumul sendirian. Kalimat yang sangat powerful dari Charles Haddon Spurgeon sungguh dengan luar biasa menguatkan hatinya yang sedang berduka.
“God is too wise to be mistaken. God is too good to be unkind. And, when you can’t trace His hand, you can always trust His heart.”  

Eddie dan Babbie menulis lagu ini untuk mendukung Ike.
Tetapi ternyata bukan hanya Ike yang dikuatkan. Banyak orang yang mendengar lagu ini juga dikuatkan untuk tegar dan kuat melalui badai dan saat-saat kritis.


WHEN YOU FACE MILLION QUESTION MARKS....
Nggak ngerti kenapa harus mengalami?
Nggak mengerti rencanaNya?
Nggak lihat tangan pertolonganNya?
Ada banyak  tanda tanya "????????????" dan nggak tahu jawabannya?
JUST TRUST HIS HEART.

You know what's in His heart?
Tidak ada dalam kamus Tuhan, yang namanya rancangan kecelakaan, bagi anak-anakNya yang mengasihiNya. Never.

Dalam vocabulary Tuhan tidak ada kata-kata 'abandon, forsake, too late"....  bagi anak-anak yang dikasihiNya. 


WHAT DOES TRUST MEAN?




(You see this picture? Then you know the answer.)





He really knew what "TRUST" is.




















Saya sering mendengar ilustrasi tentang anak yang digendong bapaknya menyeberangi Niagara Falls. Cerita yang mengagumkan. Tapi saya nggak menemukan satu cerita pun tentang itu di mesin pencari google.
Yang saya temukan adalah seorang pria digendong oleh seorang penantang maut menyeberangi Niagara.

Kalau anak percaya sama bapaknya itu wajar. Tetapi pria ini bukanlah sanak saudara, tapi hanyalah manajer dari Blondin. Bagaimana dia dapat mempercayakan hidupnya kepada seorang Blondin?

Harry Colcord adalah manajer "The Great Blondin", yang setiap saat selalu mengabadikan dan mempublikasikan aktivitas  Blondin di Niagara Falls. Walaupun agak ketakutan, tapi dia memutuskan untuk percaya, saat Blondin menawarkan Harry ikut menyeberangi Niagara. Kenapa Harry bisa percaya?
Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri Blondin menyeberangi Niagara Falls dengan sukses, dan ini kata kuncinya, EVERY WEEK!!!
Blondin bukan hanya kebetulan saja berhasil menyeberangi air terjun yang menakutkan ini. Dan juga bukan hanya sekali saja. Tetapi seminggu sekali Blondin menyeberangi Niagara dengan berhasil.

Pada hari H, ketika Blondin mulai melangkah, menatap riak air yang deras di bawah sana, Harry Colcord mulai ketakutan. Tapi perkataan Blondin ini sangat menguatkannya:
"Harry, you are not longer Colcord; you are Blondin. Until I clear this place be a part of me—mind, body, and soul. If I sway, sway with me. Do not attempt to do any balancing yourself. If you do we shall both go down to our death."

Begitu Blondin melangkah dengan Harry Colcord di punggungnya, maka Harry bukan lagi Colcord. Harry sudah menjadi Blondin. Karena  dia sudah menyerahkan segenap hidupnya kepada Blondin. Yang melangkah sekarang adalah Blondin, yang bertanggung jawab terhadap nyawanya sekarang adalah Blondin, bukan lagi Harry Colcord.

Temna-teman, Tuhan berjanji bahwa Dia memberikan kita rancangan-rancangan indah, yaitu hari depan yang penuh harapan. Dan yang berjanji adalah Tuhan yang menciptakan semesta alam, yang tahu persis bagaimana harus dealing dengan semua masalah kita.
Mari percayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Jangan mencari jalan keluar sendiri.
Juga jangan kecewa dan menjauh dari Tuhan.
JUST TRUST HIS HEART.


All blessings,

Julita Manik

Wednesday, May 6, 2009

Latihan Badani Terbatas Gunanya




















Sesudah melewati weekend yang menyenangkan, hal terberat adalah datang ke gym di hari Senin. Maklum biasanya Sabtu, Minggu adalah hari bebas berolahraga. Karena itu hari-hari yang padat pelayanan dan hang out dengan teman-teman.
Di gym juga biasanya sepi pengunjung (paling tidak di gym tempat saya menjadi member).

Hmm.. memang bukan gym yang besar dan branded. Haha...saat sendirian serasa gym-nya milik sendiri. Kenapa sepi ??? Ternyata teman-teman lain juga punya pergumulan yang sama. Males. Butuh waktu untuk membangun kembali semangat juang untuk 'memeras keringat', ... hahaha.
Tapi karena saya tahu pentingnya arti berolahraga untuk keseimbangan tubuh, saya memaksa diri saya melakukannya. Mengikuti detox 21 hari sampai turun berat 6 kg bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. So... saya juga harus berusaha keras untuk menjaganya supaya nggak gampang naik lagi dengan bonus badan juga lebih segar dan sehat.

Firman Tuhan berkata:

Latihlah dirimu beribadah.
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini, maupun untuk hidup yang akan datang.

(1 Timotius 4:7b-8)


Lho kan dikatakan kalau latihan badani itu terbatas gunanya?
Ngapain mesti capek-capek olahraga?
Friends, terbatas disini bukan berarti tidak penting. Justru sangat penting karena jadi sumber untuk menganalogikan dengan latihan rohani.
Latihan badani penting tapi gunanya hanya terbatas untuk tubuh daging kita, hanya sepanjang umur kita di dunia saja. Tetapi latihan latihan rohani tidak hanya untuk hidup di dunia, melainkan juga untuk hidup yang akan datang, yang kekal selama-lamanya.

Lebih jelasnya bisa dilihat di terjemahan KJV:
"..., and exercise thyself rather unto godliness.
For
bodily exercise profiteth little: but godliness is profitable unto all things, having promise of the life that now is, and of that which is to come.

Kata 'exercise' dalam bahasa Greek adalah : GUMNAZO, yang menjadi akar kata dari gymnasium (kita  lebih kenal dengan sebutan 'gym').
Gymnasium adalah tempat untuk berolahraga atau latihan fisik.
Latihan rohani itu prinsip kerjanya sama dengan latihan jasmani.
Harus bayar harga untuk disiplin dalam berlatih bila menginginkan hasil yang memuaskan.

Pentingnya ber-exercise bukan hanya untuk kita yang masih menjejak bumi. Bahkan teman twitter saya (twitter itu social internet networking yang lagi sangat 'in' di Amerika) Mike, seorang astronot NASA yang 10 hari lagi akan bertamasya ke luar angkasa mengatakan walaupun sedang di dalam space shuttle, mereka tetap harus ber-exercise. Nah karena tidak ada gaya gravitasi bumi, makanya si Mike sekarang lagi dilatih untuk terbiasa menggunakan exercise bike di dalam pesawat simulasi, dengan ipod yang melayang-layang...haha..
(di samping ini foto astronot Eric Boe di Space Shuttle Endeavour tahun 2008).


EXERSICE  YOURSELF.
Dulu saya sering PMS. Dan sakitnya luar biasa sehingga harus minum obat pain killer. Setelah rajin treadmill, tanpa saya sadari sakit itu hilang sendiri. Sekarang setiap bulan saya nggak perlu ketakutan, sakit bulanan datang menghadang. Olahraga teratur membuat aliran darah dalam tubuh lancar, tidak ada penyumbatan, dan racun-racun dikeluarkan dari dalam tubuh melalui keringat.
Berolahraga juga berarti mengasihi jantung Anda, means sayang nyawa. Kalau sampai ada gangguan, harganya mahal friends. Pembuluh darah di jantung tersumbat? Satu cincin kualitas baik untuk melonggarkan pembuluh darah tsb harganya bisa puluhan juta rupiah... man.

Apa dampak malas berolahraga?


TOO MUCH EAT WILL KILL YOU.
Ketidakseimbangan pemasukan kalori dan pembuangan kalori akan menumpuk gumpalan lemak di sekujur tubuh, alias tambah nduuut.. dan akan semakin malas bergerak karena tubuh semakin berat rasanya, dan mulailah penyakit demi penyakit menyerang.


Kolesterol naik, tekanan darah naik, gula darah naik, asam urat naik, yang mulai akan memunculkan nama-nama penyakit dalam tubuh kita.


Secara rohani, orang yang terus makan dan makan dan tidak pernah exercise akan semakin gendut rohani.
Banyak anak-anak Tuhan yang rajin sekali ikut berbagai seminar pengajaran Alkitab. Asalkan pembicaranya ternama pasti ikutan. Bahkan seminar di luar Jakarta juga dijabanin. Tapi hanya makan dan makan terus. Tidak pernah exercise dengan melatih setiap kalori Alkitab yang telah dimakannya.
Tidak rindu melayani. Tidak punya gairah terhadap hal-hal kerohanian selain mendengarkan kotbah dan seminar. Too many excuses bila diajak lebih dalam lagi menjalani kehidupan Kristiani. Tidak punya kerinduan hidupnya menjadi berkat bagi orang lain.
Hati-hati friends, bukankah itu yang dilakukan orang-orang Farisi?
Akhirnya jadi banyak tahu Firman Tuhan, tapi tidak melakukan seperti yang Tuhan katakan.

Teman-teman tahu apa yang menjadi makanan Tuhan Yesus?
Sangatlah berbeda dengan makanan kita. Makanan yang tidak kita kenal sebelumnya.

"MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya."
(Yohanes 4:34)


Untuk melakukan kehendak Bapa, Tuhan Yesus perlu makan makanan rohani supaya Dia mengenal tuntunan BapaNya. Sesudah itu Yesus exercise dengan melakukan dan menyelesaikan His Father's Words. Sudah satu paket yah.. food dan exercisenya.


WHICH "GYM" ARE YOU ATTENDING FOR TRAINING?














Jangan katakan kita sudah berexercise bila melakukannya dengan setengah hati. Pengalaman ini sering saya lihat saat sedang akan treadmill.
Banyak yang hanya 5 menit di treadmill dan selesai. Atau ikut kelas aerobik tapi gerakannya nggak pakai power. Wah...itu wasting time namanya.
Nggak akan ada dampak yang memuaskan dari latihan kita. Jika memang mau berolahraga, lakukan segenap hati. Paling nggak harus 20 menit konsisten terus.


Saya juga merasakan sering kali ingin menyerah saat berolahraga.
Waktu 5 menit rasanya berjalan sangat lama.
Saya mengakalinya dengan menggunakan ipod dan berhitung. Kalau 1 lagu durasinya 5 menit, berarti saya harus bertahan sampai 4 lagu baru selesai.
Dan kalau konsisten, lama-lama kita akan merasakan kalau exercise yang sedang kita lakukan menjadi ringan. Dan kita mulai menambah durasi, kecepatan, dan beban.



LATIHLAH DIRIMU BERIBADAH

Tuhan Yesus sangat melatih diriNya dengan disiplin yang tinggi seperti seorang yang berexercise.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
(Markus 1:35)


Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari
Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun.

(Lukas 21:37)


Tidak terhanyut dengan popularitas karena banyak menyembuhkan orang sakit, Yesus melatih diriNya selalu berdoa di atas gunung, atau di tempat yang sunyi, di saat kebanyakan orang masih tidur.

Bagaimana dengan kita?
Kadang-kadang kita terlalu sibuk sehingga nggak punya waktu untuk berdoa.
"Saya berdoa cukup lama juga loh, malamnya berdoa amennya besok pagi, alias ketiduran."
Hahaha..... ini gua banget nih.

Atau berdoa di sisi tempat tidur sebelum tidur, dan menaikkan doa singkat yang isinya semuanya list permintaan, then...amen.
Tuhan Yesus tahu persis nggak gampang buat kita punya endurance yang tinggi untuk berdoa. Tapi ada kata-kataNya yang menguatkan,
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut tetapi daging lemah."
(Matius 26:41)



Ayo, kita tingkatkan porsi latihan kita.
Kalau hari ini bisa berdoa 5 menit, tingkatkan menjadi 10 menit, dan seterusnya.
Kalau biasanya saat teduh hanya beberapa ayat, tingkatkan menjadi 1 pasal, dan seterusnya semakin meningkat. Atau yang tadinya bolong-bolong saat teduhnya, sekarang mulai disiplin setiap hari.

Males latihan vokal atau datang latihan musik?

Sekarang lakukan dengan sungguh-sungguh. (Biasanya sih waktu masih pemula rajin, kemudian mulai on-off).
Tadinya hanya sebagai jemaat saja, tingkatkan mulai belajar melayani dalam gereja Tuhan.

Dan Tuhan berkata semuanya itu nggak akan sia-sia.
Berguna untuk hidup sekarang, dan hidup yang akan datang.
Bulatkan tekad....tingkatkan exercise kita. Dan lihatlah hasilnya.

Yuuk...nge-gym....
Kata kunci: MEMAKSA DIRI, ... kelak pasti akan terbiasa.



All blessings,

Julita Manik

Wednesday, April 22, 2009

Don't Judge a Book by Its Cover




















Arti dari judul di atas adalah:
"JANGAN MENILAI SESEORANG DARI TAMPILAN LUARNYA."

Bukankah itu adalah habit manusia?
Menilai seseorang dari tampilan luar membuat banyak orang salah langkah dalam kehidupannya. Banyak testi yang menceritakan terkecoh dengan penampilan luar, sehingga ditipu dalam bisnis.
Penampilan meyakinkan, dikirain pengusaha beneran, taunya semuanya bohong, dan sejumlah uang pun dilarikan.
Ditipu saat memilih pasangan hidup, dikirain pemuda kaya raya, gonta ganti mobil saat ngapel, eh taunya waktu PDKT pinjem mobil yang lagi dititip di showroom. Sudah terlanjur married ....hanya bisa menangisi nasib ...

Sebaliknya, kita kehilangan kesempatan diberkati, saat terkecoh dengan penampilan luar yang biasa-biasa dari seseorang.
Saat pengkhotbah yang akan menyampaikan Firman Tuhan bukanlah seseorang yang terkenal, kita nggak membuka hati sepenuhnya, padahal dia punya pengalaman hidup yang luar biasa dengan Tuhan.
Demikian juga bila terpengaruh dengan penampilan luar membuat kehilangan kesempatan mengambil keputusan yang baik.
Dan hampir saja ini terjadi di Britain's Got Talent  episode  11 April 2009 (acara sejenis dengan America's Got Talent) yang ditayangkan di Inggris. Yang membedakan acara ini dengan American Idol, peserta menampilkan aneka talent, tidak hanya menyanyi, bisa juga dancing, comedy, sulap, dll, dan tidak ada batasan umur. Yang penting special talent.


SHE's an EXTRAORDINARY SINGER!!!
Maksudnya extraordinary disini bukanlah pujian, tapi cemoohan.
Karena gambaran seorang penyanyi sangatlah jauh dari penampilan luar SUSAN BOYLE. Teman-teman bisa lihat sendiri, umur yang sudah tua (untuk memulai karir di musik, 47 tahun). Gendut pula, ... lihat saja dagunya yang berlipat. Diperburuk dengan rambut keriting yang jauh dari gambaran sentuhan hair stylist plus bonus alis yang sangat tebal bagaikan alis Leonid Brezhnev, mantan Presiden Uni Sovyet. Dan lengkap sudah gambaran 'ugly' dengan penampilan baju yang sangat out of fashion. Dan Susan Boyle dengan berani  mendaftarkan dirinya sebagai peserta Britain's Got Talent.
Mungkin mayoritas orang akan berteriak "gila.... PD banget... udah ngaca belum?.... Tahu diri dikit 'napa sih??? Bikin capek juri aja"

Dengan kepala tegak Susan melangkah ke stage, dan siap untuk ditanya-tanya juri. OMG !!... menjawab pertanyaan juri aja nggak lancar. Simon Cowell (juri yang paling killer) bertanya "Berapa umurmu?" Jawaban "47 tahun" membuat seluruh penonton yang hadir bergumam "ooooohh....".

Dan tayangan televisi menunjukkan betapa hampir semua orang di ruangan itu sinis dan mencibir kepadanya. Termasuk ke 3 juri, yang sepertinya berniat mendengarkan Susan bernyanyi dengan setengah hati.
Everybody judge Susan by her performance.


SHE HAS A DREAM !!!


















Susan menyanyikan "I DREAMED A DREAM" dari Les Miserables.
Begitu intro musik yang bak orkestra mengalun.... Susan mulai membuka mulutnya..

 "I dreamed a dream in time gone by
When hope was high and life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving
.....

I had a dream my life would be
So different from the hell I'm living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed"


Tiba-tiba seisi ruangan terdiam. Terkesima. Terpukau. Tanpa kecuali. Penonton dan ke 3 juri hanya bisa mengangakan mulutnya.
Ternyata dibalik penampilan luar Susan yang 'buruk' tersimpan vocal yang luar biasa bening dan indah. Senyuman yang mencibir berganti menjadi mulut yang terbuka karena terperanjat. Speechless.
Oh my God.... oh my God... it's so beautiful.

Susan menuai standing ovation tidak hanya dari penonton yang tadinya sinis kepadanya, tapi juga dari ke 3 juri yang sulit untuk ditaklukkan dengan a so-so talent.


Ketika dievaluasi oleh juri, Piers Morgan berkata bahwa penampilan Susan Boyle adalah kejutan terbesar yang pernah dialaminya dalam talent show ini.

Amanda Holden, .... sepanjang lagu dinyanyikan hanya bisa mengangkat tangan dan melongo, dengan jujur berterus terang bahwa dia juga termausk orang yang sinis terhadap kemampuan Susan. Dan kini Amanda berkata "it's a complete privilege" dapat menyaksikan Susan bernyanyi di acara talent show ini.

Simon Cowell yang sangat jarang memuji (teman-teman pasti sudah familiar dengan komentar-komentar pedasnya di American Idol) mengakui bahwa ucapannya di awal sebelum Susan menyanyi adalah benar. Susan memang extraordinary. Susan sungguh luarbiasa. Tapi bukan luarbiasa buruknya, melainkan luarbiasa baiknya.

Hmmm... pinter ngeles juga yah si Simon..
And Susan got 3  biggest YES !!!  from all the judges.
Dan dapat melanjutkan perjuangannya ke babak berikutnya.



SHE GOT BIG HIT ON YOUTUBE !!!















Ketika menyaksikan klip Susan di YouTube, sepanjang lagu bulu kuduk saya berdiri, dan di ujung lagunya, saya lupa kalau saya sedang berada di depan laptop, ... saya bertepuk tangan untuk Susan, dan saya juga mau standing ovation untuknya. Sungguh loh... menyaksikan Susan bernyanyi dari awal sampai akhir membuat hati saya berdebar dan berkobar.
God... she's really amazing.
Pasti ada sesuatu yang istimewa tentang Susan, menghasilkan penampilan yang sangat spektakuler dan  membuat orang lupa akan penampilan luarnya yang sangatlah tidak istimewa.
Bahkan seorang Demi Moore pun menangis  melihatnya di YouTube.
Seminggu sebelum penampilannya, Susan hanya seorang yang tidak terkenal dan tidak punya pekerjaan, tinggal sendirian di pedesaan kecil di Scotland, ditemani kucingnya Pebbles. Dan sekarang?
Bak seorang superstar yang sanggup membuat Demi Moore sampai berkata bahwa ia adalah salah seorang fans terbesar Susan.

Ingin tahu fenomena yang lebih dahsyat lagi?
Kecanggihan teknologi membuat klip Susan disaksikan orang sejagad raya.
48 jam setelah penampilannya, sudah 4 juta orang yang menyaksikannya di YouTube. Dan ketika saya melihatnya, saya tercatat sebagai orang yang mendekati angka ke 18 juta yang menyaksikannya. Dan sekarang dikatakan sudah hampir 100 juta orang menontonnya di YouTube.
Bandingkan dengan 18 juta orang yang menonton victory speech Obama di hari inaugurasinya. Bukankah ini sangat fenomenal? Semua orang dengan rajin menshare video ini ke teman-teman mereka di jejaring dunia maya.
Dan lihatlah di bagian comment mereka, betapa banyak orang yang beroleh pengharapan lewat penampilan Susan.  Impossible is nothing. 

Saya merenungkan kembali. Mungkin banyak orang bisa bernyanyi lebih baik dari Susan (saya amati di bagian akhir, suaranya agak goyang, kurang perfect), lebih muda, lebih menarik, tapi belum tentu menghasilkan fenomena seperti Susan.
Dalam Tuhan kita mengenal 'apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai'.
Saya berpikir keras, apa yang Susan tabur dalam hidupnya sehingga dia menuai hasil yang sangat luarbiasa dalam hidupnya ?
God.... saya harus tulis sesuatu tentang Susan. Dan saya pun menggoogle semua informasi tentang Susan.

Tampilan di layar TV saat ia menyanyi adalah:
"SUSAN BOYLE"
unemployed, 47 years


Itu kalau kita menjudge buku dari sampul luarnya.
Tapi bila kita membacanya dulu, baru memberikan penilaian?
INI YANG SAYA BACA DARI "BUKU KEHIDUPAN" SUSAN.

* Susan adalah seorang pengangguran, dan berumur tidak muda lagi.
Dia adalah seorang churchgoer yang taat, dan melayani sebagai volunteer di gerejanya. Banyak orang yang melihat dia sebagai pengangguran, tapi saya percaya seorang yang bekerja sukarela melayani Tuhan di rumah Tuhan, di mata Tuhan bukanlah seorang pengangguran. Dan Tuhan berjanji tidak pernah menahan upah dari orang yang layak menerimanya.
"Mereka akan menjadi milik kesayanganKu sendiri, firman Tuhan semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia."
(Maleakhi 3:17)


* Dari dulu Susan bermimpi menjadi seorang penyanyi profesional, tetapi ia tidak dapat mewujudkannya. Terjadi penundaan. Kenapa?
Karena ia mendedikasikan hidupnya untuk merawat ibunya yang sudah tua. Sehingga ia hanya bisa membatasi penampilan menyanyinya hanya di gereja sebagai anggota choir, dan di karaoke. Padahal menurut saya itu budaya yang tidak lazim di dunia Barat yang sangat individual, yang biasa mengirim orang tua mereka yang sudah lanjut usia ke panti jompo.
Saya percaya Susan mengebelakangkan keinginannya menjadi penyanyi profesional yang didambakannya karena mengasihi dan ingin berbakti kepada orang tuanya.
Firman Tuhan berkata, "Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu lebih buruk dari orang yang tidak beriman."
(1 Timotius 5:8)


* Susan mengikuti talent show ini karena ingin memenuhi pesan & harapan ibunya yang meninggal 2 tahun yang lalu. Ibunya, Bridget, ingin Susan melakukan sesuatu dalam hidupnya.
Susan memenuhi pesan ibunya karena ia menghormatinya.
"Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu."
(Keluaran 20:12)


Tuhan tidak pernah berhutang kepada orang yang melakukan kebenaran firmanNya. Dan itu terbukti kan?
Susan sendiri tidak pernah menyesal dengan apa yang dilakukannya sebelumnya dalam hidupnya, walaupun ia mengalami penundaan puluhan tahun.
Susan percaya bahwa umurnya yang sudah matang dan pengalaman hidupnya adalah assetnya yang terbesar. Semua yang sudah dia lalui dalam hidupnya memberikan iman dalam kemampuannya.
Dan ia berkata “I think I am ready for it.”
Saat ia ready, dan bernyanyi di Britain's Got Talent, sebenarnya Susan sedang MENYANYIKAN KEHIDUPANNYA. "I dreamed a dream" adalah nyanyian tentang mimpi-mimpinya yang tertunda  dan harapan-harapannya.
Itu yang menyebabkan penampilannya saat itu berbeda dari yang lain.
Memukau semua orang dalam ruangan itu, dan memukau setiap orang yang menyaksikan videonya, termasuk saya. 













You see.... apa yang Susan tabur itu yang Susan tuai.
Di balik kemuliaan besar yang dia terima sekarang pasti ada penderitaan besar sebelumnya. (Sanggupkah teman-teman membayangkan seseorang yang unknown before mendadak 5x lebih populer dibanding Presiden Obama di YouTube dalam tempo seketika? Dan kelipatan ini kemungkinan akan semakin bertambah.)

Seperti yang Susan katakan, apa yang dia alami dalam hidupnya, segala penderitaan dan penundaan membuat imannya semakin bertambah.
Dan Tuhan yang besar memang sanggup mewujudkan mimpinya,
yang bagi orang lain adalah impossible.
Terbiasa dicemooh sejak masa kecil, (bahkan sampai menjelang
menyanyi I Dreamed A Dream di pentas Britain's Got Talent dia masih mengalaminya), tidak mengurungkan niatnya untuk mewujudkan mimpinya.
Bahkan baru-baru ini terungkap, 2 bulan yang lalu, bulan February 2009, Susan ditolak oleh pimpinan choir Cantilena Choir di Livingston, saat ia ingin bergabung. Saat ini sang pemimpin choir hanya bisa berkata, "It was a shock when I saw her on the television.


HE HAS MADE EVERYTHING BEAUTIFUL IN HIS TIME



















Semuanya memang indah pada waktuNya.
Kalau Susan diterima di choir tersebut, mungkin Susan tidak akan pernah menjadi fenomena yang menginspirasi banyak orang.
Dua bulan lalu mungkin Susan masih bersedih karena penolakan itu, tetapi sekarang hidupnya bak selebriti. Rumahnya tidak pernah sepi dari fans dan media televisi yang seperti berlomba untuk mewawancarainya. 
When the time comes, tidak ada satupun yang bisa menghalanginya.

Banyak orang termasuk saya yang dikuatkan melalui kesaksian ini.
Dan pengenalan saya akan Tuhan juga semakin bertambah melalui kejadian yang tidak biasa ini.
Besar harapan saya, teman-teman yang sedang mengalami penundaan,
yang sedang merasa mimpinya tidak bisa diwujudkan lagi, kembali bangkit dan berharap lagi.

We'll wait until the time comes....
Kalau Susan Boyle bisa.... saya juga bisa. Amen.


All Blessings,

Julita Manik

Thursday, April 16, 2009

The Law of Balance



















Tuhan itu suka dengan keseimbangan.
Baik itu di angkasa, di atas bumi, di dalam laut, semua harus berjalan dalam keseimbangan. Ada sistem yang teratur berjalan di alam semesta ini,
supaya semuanya selalu berada dalam harmony. Nggak percaya???
Baca aja buku-buku atau liputan biologi atau lingkungan hidup.
Bila terjadi ketidakseimbangan atas segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, akan terjadi hal-hal yang buruk. Ketidakseimbangan dalam tubuh manusia, akan menyebabkan sakit penyakit, ketidakseimbangan dalam bumi akan menyebabkan bencana alam, global warming, kelaparan, dsb.
Demikian juga dalam menyikapi hidup ini, harus ada dalam keseimbangan.


Saya pernah menjalani hidup yang tidak seimbang, dan hampir saja masa depan saya hancur berantakan.
Saya ingat waktu itu, saya masih mahasiswa, dan mengalami fall in love for the first time dengan Tuhan Yesus. Bener-bener mabuk cinta. Rasanya tiap hari mau ikut PD terus, mau pelayanan terusss.... nggak ada puasnya.
Maunya more...and more... and more of Him.

Saat masih ada jadwal kuliah, nggak ada masalah. Karena kuliah kan wajib datang yaah, dan anak Tuhan nggak pake acara titip absen dong.
Jadi masa perkuliahan saya selesai tepat waktu. Yang menjadi problem saat akan tulis skripsi, kan sesuka hati tuh ngatur waktunya.
Nah... saat itu ketidakseimbangan memberi pengaruh yang buruk dalam hidup saya. Bayangkan waktu kuliah 4,5 tahun mulur....hampir 8 tahun.
Ngapain aja saya dalam 3,5 tahun sisanya?
Bukan karena otak saya lemot loh... haha... gini-gini sejak SD saya langganan juara kelas.. (hmmm... boleh dong bangga dikit..).
Ya begitulah, akhirnya... telat jadi sarjana karena pelayanan terus.
Apalagi waktu itu yang bisa main keyboard di pelayanan sedikit sekali, jadi saya diajak terus pelayanan ke sana kemari, yang semuanya saya sanggupi. Teman-teman yang datang memperingatkan saya, tidak saya gubris.

Sampai yang bisa menghentikan saya adalah surat panggilan dari Rektorat yang mengultimatum, jikalau nggak selesai dalam 1 semester berikut, akan di DROP OUT !!!
Dan yang lebih parah lagi, karena saya nggak pernah datang lagi ke kampus, saya nggak tahu ada surat  teguran dari Rektor.
Puji Tuhan, Dia baik, sangat baik.
Tuhan nggak mau saya masuk list orang-orang yang DO dari sekolah.
Tuhan menggerakkan seorang teman saya, yang dengan susah payah mencari tahu alamat saya dan memberikan surat tersebut (maklum status anak kost, membuat saya bolak-balik pindah alamat).
Kaget?? Pasti... Bagaikan disambar geledek dan menyadari betapa fatal dampak dari ketidakpedulian saya terhadap sekolah.

















Langsung saya ngebut kerjain skripsi...dan akhirnya lulus juga.
Hampir saja saya nggak bisa memakai baju toga yang sangat diidam-idamkan semua mahasiwa... Hampir saja saya mengecewakan orang tua saya yang susah payah membiayai sekolah saya. Hampir saja saya menjadi teladan buruk bagi generasi muda yang kelak akan saya layani. 
Apakah salah melayani Tuhan? Nggak salah.
Yang salah adalah pola hidup yang tidak seimbang.


Saya punya kerabat, seorang wanita yang sangat gigih melayani Tuhan tetapi mengabaikan keluarganya. Ketika anak-anaknya masih kecil, memang sepertinya tidak terjadi apa-apa. Tapi OMG... saat anak-anaknya menjadi besar, saya melihat banyak kekacauan yang terjadi di tengah-tengah keluarga ini. Hampir semua kehidupan anak-anaknya hancur berantakan, karena dari kecil diabaikan oleh ibunya. Dan hidup ini tidak bisa direwind kan? Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai.

Saya tahu saat ini ada banyak anak Tuhan yang berpikir adalah benar melayani Tuhan dengan giat, kemudian tidak menyelesaikan study, melalaikan pekerjaan, atau rumah tangga.
My friends, semuanya itu salah besar. Itu tipu daya iblis yang ingin mencuri, membunuh dan membinasakan.


KESEIMBANGAN: HARI-HARI 




Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.
(Mazmur 90:15)




Kalau Daud masih memohon Tuhan untuk menyeimbangkan suka dan duka yang dialaminya, maka anaknya, Salomo, yang terkenal dengan hikmatnya yang luar biasa, sangat mengerti bahwa hari-hari yang berjalan dalam hidup kita sudah diatur Tuhan sehingga ada dalam keseimbangan. Salomo menyimpulkannya sebagai "Segala sesuatu ada waktunya", Pengkhotbah 3.
Hari nggak selamanya kan hujan, ada panasnya juga.
Nggak selalu sedih, ada senangnya juga.


"Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal,
ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam,...
ada waktu untuk untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ...
ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi, ...

dan seterusnya..

Jadi kalau sekarang kita lagi 'sedih, lagi rugi, lagi menangis', percayalah semuanya akan seimbang dengan 'senang, tertawa, dan keuntungan' yang akan kita terima dan alami. Karena Tuhan sudah menjanjikan semuanya akan indah pada waktuNya.
Udah jelas yah janji Tuhan,.... 'indah'.... bukan 'buruk'.


KESEIMBANGAN: MEMBERI DAN MENERIMA














...kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.
(Kisah 20:35)



Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian:

"Haruslah engkau membuka tanganmu lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu."
(Ulangan 15:11)



Manusia pada dasarnya cenderung egois, dan sulit untuk memberi.
"Lho... siapa suruh nggak mau kerja keras?
Dasarnya sih malas, makanya sedikit berkat. Masa saya harus berbagi hasil kerja keras saya dengan orang lain?
Terus, .... ntar mereka keenakan dong, nggak mau usaha, .... hanya mengandalkan pemberian orang lain? Nggak fair dong???"


Mungkin kalimat-kalimat itu sering muncul dalam benak kita saat ada saudara seiman yang butuh pertolongan. Dan percayalah, gereja nggak akan pernah sepi dari permohonan bantuan dari yang kekurangan. Bahkan ada beberapa orang yang punya motif buruk saat datang ke gereja, untuk memanfaatkan compassion yang dimiliki anak-anak Tuhan.

Saya diteguhkan tentang memberi dan menerima ini dari ayat berikut. Sehingga saya melakukannya tidak semata mengejar berkat besar dibalik 'terlebih berkat memberi dari menerima', tetapi juga supaya ada keseimbangan di antara orang-orang yang percaya.

Sebab kamu dibebani (kerelaan untuk memberi) bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.
Seperti ada tertulis:
"Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."
(2 Korintus 8:13-15)

Ternyata memberi dan menerima juga mewujudkan pola keseimbangan.


KESEIMBANGAN: MEMILIH PASANGAN















Nggak bisa ditawar-tawar lagi kalau kenyataan terang dan gelap tidak bisa bersatu. Oleh karena itu hati-hati dalam memilih pasangan, khususnya pasangan hidup. Jangan pernah sekali-kali tergiur untuk berpasangan dengan seseorang di luar Tuhan. Karena itu akan merusak keseimbangan, dan mrnghancurkan gambaran rumah tangga yang bahagia. 

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
(2 Korintus 6:14)


Do not be unequally yoked together with unbelievers.
For what fellowship has righteousness with lawlessness? And what communion has light with darkness?

(NKJV)




Apapun alasan nya, terang dan gelap tetap tidak bisa bersatu.
Terjemahan NKJV melukiskan keseimbangan itu seperti sepasang lembu yang diberi kuk di atas lehernya saat membajak sawah.
Bila ternyata lembu tsb bukan merupakan pasangan yang seimbang,
berat sebelah, maka pekerjaan membajak akan menjadi kacau.
Rumah tangga yang dibangun atas dasar persekutuan anak Tuhan dengan bukan anak Tuhan akan berjalan terseok-seok. Akan banyak pengorbanan, doa dan air mata yang menyertai perjalanan rumah tangga ini kembali ke jalan yang benar.





















Ternyata keseimbangan itu penting sekali  yah...
Dan Tuhan serius sekali dengan design keseimbangan dalam semua ciptaanNya, yang tentunya Tuhan rancangkan untuk kebaikan kita.
Oleh karena itu, mari kita menjalani hidup ini dengan sikap hati yang serius untuk memelihara keseimbangan tersebut, supaya kita berbahagia, dan menuai yang baik dalam segala aspek kehidupan kita.


Jadilah seimbang.



All blessings,

Julita Manik

Tuesday, April 7, 2009

Let me introduce you: "I am ...THE (apple of) GOD's EYE".



















Narsis habis ???? Bukan.... ini bangga habisss..
Karena Tuhan mengatakan saya adalah biji mataNya.


"Sebab beginilah Firman Tuhan semesta alam,....
--siapa yang menjamah kamu berarti menjamah
biji mataNya--."
(Zakharia 2:8)



2000 tahun yang lalu, ........... minggu-minggu ini adalah minggu penderitaan Tuhan Yesus. Hari-hari yang Dia lalui dalam minggu sebelum Paskah adalah hari-hari kelam, diwarnai penghianatan dari murid-muridNya (tidak hanya Yudas yang menyerahkanNya, tetapi juga Petrus yang menyangkaliNya, dan murid-murid lain berlari meninggalkanNya saat Yesus ditangkap).
Ini juga hari-hari penghinaan dari orang-orang Yahudi yang membenciNya, hari-hari pengadilan dan dipermalukan, dan hari penolakan (saat bangsa ini lebih memilih Barnabas daripada diriNya).
Dan puncaknya adalah hari penyaliban di bukit Golgota.

Semua penderitaan yang sedemikian besar dapat ditanggungNya,
karena kasihNya yang begitu besar kepada kita.
Ia mengasihi kita dan mengatakan bahwa kita laksana biji mataNya. Seseorang yang berani menjamah kita berarti menjamah biji mataNya. Oh....bangganya bisa jadi biji matanya Tuhan..

Pengungkapan bahwa kita adalah biji mataNya, bagi saya tidak hanya menunjukkan betapa besar kasih Tuhan, tapi juga menunjukkan betapa lemahnya kita sebagai manusia tanpa Tuhan.
Tahukah teman-teman, bahwa mata adalah organ yang sangat penting tapi rentan terhadap berbagai ancaman? Dan ajaibnya Tuhan sudah merancang segala bentuk proteksi terhadap biji mata kita saat menghadapi bahaya.

Pertama, kelopak mata yang refleks akan menutup bila mata akan tertusuk.
Kedua, air mata, yang dengan segera akan siap keluar dari perbendaharaannya, saat mata kita kelilipan debu, kemasukan benda asing, atau ketika mengupas bawang.  Dengan segera air mata mencuci bersih mata kita supaya tidak terganggu fungsinya.

Dan Firman Tuhan dengan jelas mencatat bahwa kita adalah
laksana biji mata Tuhan.

Saat kepalaNya dimahkotai duri, saat sekujur tubuhNya dicambuki dengan cambuk berujung duri, saat tangan dan kakiNya dipaku, saat lambungnya ditusuk tombak, tapi Tuhan menjaga kita sebagai biji mataNya.
Biji mataNya tidak dibiarkan dilukai.


Sekujur tubuhNya tidak ada yang terluput dari pukulan dan aniaya. Tapi setiap kali ada pukulan yang mengarah ke bagian mataNya, saya percaya kelopak mataNya refleks menutup menjaga biji mataNya.
Nggak percaya? Coba aja sendiri.
Saat sesuatu bahaya mendekat ke arah mata kita, nggak perlu diajari lagi, kelopak mata langsung refleks menutup. Ajaib bukan?
Tuhan mau kita belajar dari apa yang sudah dia rancangkan atas tubuh kita, untuk kita mengerti betapa Tuhan sangat mencintai kita.

Dan saya senang Tuhan tidak mengumpamakan kita sebagai tanganNya,
atau sebagai kakiNya, atau sebagai bagian tubuhNya yang lain,
tapi sebagai biji mataNya.
Daleemmm..... banget pengertiannya.


Daud mengerti akan hal ini sehingga ia pun berkata dalam  doanya :




Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayapMu.
(Mazmur 17:8)





Ketidakberdayaan sebagai manusia sangat tergambar dalam mazmur Daud ini, sehingga ia minta perlindungan sebagai biji mata Tuhan, dan disembunyikan dalam naungan sayapNya. Burung rajawali adalah burung yang berani mengarungi badai. Semakin besar badai datang, maka semakin tinggi rajawali akan terbang mengatasi badai. Semakin besar kesulitan yang kita hadapi, maka semakin tinggi Tuhan mengangkat kita dalam perlindunganNya, supaya kita bisa menang atas badai kehidupan ini.


WHAT'S IN OUR EYES ?
















Kalau kita tergambar dalam ruang mataNya, lantas apa yang tergambar dalam ruang mata kita?
Apakah Yesus yang sangat mengasihi kita dan rela memberikan segalanya termasuk nyawaNya, tergambar dalam ruang mata kita?

FIX OUR EYES ON JESUS.

Pemazmur Daud tidak hanya meminta supaya dirinya dipelihara seperti
biji mata Tuhan, tapi Daud juga berkata  bahwa matanya tertuju kepada
Tuhan Yesus.

"Tetapi kepadaMulah, ya Allah, Tuhanku, mataku tertuju; ...
(Mazmur 141:8a)


Nggak heran kalau Tuhan berkata bahwa Daud adalah orang yang berkenan
di hati Tuhan. Kasih Tuhan bukanlah kasih yang bertepuk sebelah tangan.
It's not one sided love story.... my friends. Ini cinta yang berbalas.
Tuhan mengasihi Daud dengan segenap nyawaNya dan Daud pun mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan hidupnya.

Oh....saya mau banget menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan seperti Daud. Sebab itu saya juga mau menujukan mata saya kepada Tuhan. Tidak hanya saya ada di ruang mataNya, tapi Tuhan Yesus juga ada di ruang mata saya.


PLEASE, DON'T BE LIKE THIS !!!














Jangan sampai yang ada di ruang mata kita adalah BlackBerry. 
Hahaha... saya juga penyuka BlackBerry, tapi kalau sampai yang tergambar di ruang mata saya adalah BlackBerry?
Karena selalu memandang BB dengan segenap hati sampai melupakan
saat teduh, lupa berdoa dan menyembah Tuhan, dan lupa kalau sedang
mengikuti kebaktian, ... terus menerus memandang lekat gadget yang lagi ngetop ini?
Hahaha.... ini bukan mau menyinggung, tapi mau menyungging.
Maksudnya teman-teman bisa sambil senyum membacanya.

Jangan sampai terjadi yah.... yang tergambar di ruang mata kita, ....
yang selalu menghiasi mata kita sesuatu yang lain selain Yesus. 

Seperti kita yang ada di ruang mataNya, biarlah Tuhan juga selalu ada di ruang mata kita.


All Blessings,

Julita Manik

Kau Ukir Aku DI Telapak TanganMu


























Behold, I have graven you on the palms of my hands, your walls are continually before me.
(Isaiah 49:16)


Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganKu; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKu.
(Yesaya 49:16)


Pernah merasa sendirian dan dibiarkan Tuhan ?
Jangan sedih, Anda tidak sendirian. Saya pun pernah mengalaminya.
Dan saya percaya semua orang pernah merasakannya.
Seperti Pengkhotbah berkata “tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari”, sejak dahulu kala, ketika terpuruk, bangsa pilihan Allah juga merasa ditinggalkan Tuhan.





Sion berkata : “Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhan telah melupakan aku.” (Yesaya 49:14).



Tetapi apa jawab Tuhan ?

“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya,
Aku tidak akan melupakan engkau.”
(Yesaya 49:15)


He promised “never forsaken and never forgotten us”.

Mengapa Tuhan tidak bisa meninggalkan dan melupakan kita?
Karena telapak tanganNya penuh dengan ukiran nama-nama setiap kita.
Nama-nama yang akan selalu melekat di ruang mataNya.

Kalau kita memandang telapak tangan kita, kiri dan kanan, sepertinya ada ukiran garis-garis yang membentuk huruf 'M'.
Banyak interpretasi tentang arti huruf ini.
Negative thinkers mengatakan : ‘M’ artinya bisa Maut, Melarat, atau Malu, Malang, dll.
Positive thinkers mengatakan : ‘M’ artinya Menang, Millionaire, atau Maju, Mujur, dll.

Yang lebih luar biasa lagi dalam satu kebaktian Minggu, saya mendengarkan seorang hamba Tuhan yang menginterpretasikan huruf ‘M’ di tangan kanan dan kiri kita ini dengan bahasa Ibrani (Hebrew) :
- Mashach, yang artinya anointed (diurapi) , dan M yang 1 lagi
- Mashal , yang artinya to rule (memerintah).
Berarti kalau digabungkan menjadi : diurapi untuk memerintah.

Woww, powerful sekali. Haha… I prefer the latest interpretation.
Bagaimanapun juga, Alkitab berkata “jadilah seperti imanmu”….
So... saya pilih arti yang bagus dong. Teman-teman juga kan??? Setuju ???
Tapi sebagus apapun, itu masih interpretasi yang masih dapat diperdebatkan.


Tuhan Yesus juga punya ukiran di telapak tanganNya.
Dan arti dari ukiran yang ada di telapak tangan Tuhan tidak perlu untuk diinterpretasikan lagi.
Tidak perlu diperdebatkan lagi.
Karena Yesus berkata di Yesaya 49:16 bahwa Ia mengukir kita di telapak tanganNya.

Dalam Yohanes 10:3 Yesus menjelaskan bahwa Ia adalah gembala yang baik, gembala yang memanggil domba-dombaNya masing-masing menurut namanya. Dan ternyata Tuhan Yesus tidak berhenti sampai di bagian
'mengenal nama kita' saja. 
He knows my name ....and He engraved my name in the palm of His hand.

Alkitab terjemahan Indonesia dan Inggris agak berbeda yah.
Kalau terjemahan Indonesia 'dilukis', tetapi terjemahan KJV 'diukir'.  

Lukis dan ukir adalah 2 kata kerja yang sangat berbeda.
Lukis lebih soft daripada ukir. 'Lukis' tidak merusak material dasarnya.
Sebaliknya 'Ukir', ada material dasar yang harus dipotong atau dikerat.
The New Strong’s Bible Concordance (James Strong, LL.D., S.T.D.) menjelaskan kata ‘diukir’ ini berasal dari bahasa Ibrani ‘chaqaq’ yang artinya mengukir, menetak, atau melukai dengan kasar.

Ada rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa.......
saat nama kita diukir di telapak tangan Tuhan.

'The 3 nails’ yang dipakai untuk memaku Tuhan Yesus, 2 di antaranya adalah untuk memaku tangan kanan dan kiri. Dan pada saat peristiwa itu terjadi, saya percaya, itu bukan sekedar peristiwa untuk menggantungkan tangan Tuhan di kayu salib. Tetapi itulah moment dimana semua nama orang yang ditebus Tuhan dari semua dosa, terukir dengan indah di telapak tanganNya.


Bagaimana mungkin Tuhan melupakan kita anak-anakNya yang ditebus dengan rasa sakit yang luar biasa bahkan nyawaNya sendiri ?
Sebagaimana seorang ibu yang dengan rasa sakit luar biasa
(bahkan mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan anaknya)
tidak akan mungkin melupakan anaknya, demikianlah Tuhan tidak akan meninggalkan dan melupakan kita.


HOW CAN I FORGET YOU ?
Saat ini apapun pergumulan teman-teman, percayalah Dia tidak pernah meninggalkan dan melupakan.
TanganNya penuh dengan nama saya dan nama teman-teman sebagai orang-orang percaya.
Setiap kali Yesus mengangkat tanganNya kepada Bapa, nama-nama kita juga terangkat dan terarah kepada Bapa.
Kalau orang dunia saja bisa berkata ‘badai pasti berlalu’, terlebih lagi di dalam Tuhan,
Ia akan membuktikan bahwa Ia tidak pernah merancangkan rancangan-rancangan kecelakaan dalam hidup kita.


Mari belajar dari orang-orang Yahudi yang masih percaya kepada Tuhan, bahkan saat berada di pembuangan sebagai budak.
Mereka tidak mengeluh, tetapi bersyukur kepada Tuhan
dengan mengatakan :
“Karena sungguhpun kami menjadi budak, tetapi di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami”.
(Ezra 9:9a)

Teman-teman, ..... kalau saat ini merasa seperti sedang berjalan
dalam lembah kekelaman, mari berkata :
“Sekali-kali aku tidak pernah ditinggalkan dan tidak pernah akan dilupakan.
Sebab namaku terukir di telapak tanganNya, dan selalu ada dalam ruang mataNya”




All Blessings,

Julita Manik

Sunday, April 5, 2009

"ANDAIKAN KU HARUS MEMILIH" (And Jesus did.)

















Ini untuk ketiga kalinya saya menulis dengan judul ini.
Sebuah judul yang diambil dari lagu yang saya tulis beberapa waktu yang lalu. Kenapa saya menulis artikel dengan judul ini lagi?
Karena baru-baru ini banyak yang berkata kepada saya, (baik secara langsung maupun lewat pesan di blog ini), mereka sangat diberkati dengan lagu "Andaikan Ku Harus Memilih".  Dari pertama kali terinspirasi menulis lagu ini, saya tahu persis kalau lagu ini bukanlah lagu best cut, dan tidak termasuk kategori lagu yang dinyanyikan jemaat, tapi saya suka, karena sangat terinspirasi dengan perkataan Yosua (yang menurut saya sangat mengagumkan) kepada bangsa Israel, bangsa yang sangat sulit untuk commit terhadap pilihannya,

"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.
Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!"
(Yosua 24:15)

Friends,  .... dalam hidup ini selalu ada pilihan.
Dan selama kita menjejakkan kaki di atas muka bumi ini, maka kita nggak bisa luput dari pilihan. Mau makan, mau membeli pakaian, mau menetapkan siapa yang bakal  menjadi the next RI 1, bahkan mau menonton program acara TV .... adalah pilihan, termasuk siapa yang akan jadi the next American Idol, adalah pilihan....  Hmmh... saya suka Danny Gokey dan
Kris Allen. Tapi nggak bisa dua-duanya dong jadi American Idol.
Pemirsa harus memilih. Menjalani hidup adalah menjalani pilihan.

Back to the Bible.
Bukan hanya Yosua yang berusaha menyadarkan umat pilihan Tuhan ini bahwa mereka harus memilih. Seniornya, Musa, juga melakukan hal yang sama.

"Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:
berkat, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
dan
kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.
(Ulangan 11:26-28)


Ternyata pilihan yang sangat crucial yang harus kita putuskan di hidup ini adalah, memilih kepada siapa kita akan beribadah, siapa yang akan kita sembah sebagai Tuhan. Yosua dengan tegas dan yakin berkata, bahwa ia dan seluruh keluarganya tidak dapat ditawar-tawar lagi, tak dapat digoyahkan lagi,  mereka akan tetap menyembah Yesus Tuhan. Apapun yang terjadi. Karena Yosua tahu persis bahwa keputusan yang diambilnya itu menyangkut kehidupan kekal selama-lamanya, bukan hanya sekedar keputusan untuk hidup di muka bumi selama 80 tahun.



















Dari sejarah yang kita baca dalam Alkitab, bangsa Israel sangat plin plan memutuskan siapa yang akan mereka sembah. Mengapa?
Karena pilihan mereka didasarkan atas berkat. Mereka hanya akan mengikuti allah yang dapat membanjiri mereka dengan berkat. Begitu keran berkat mulai macet, mereka melihat kepada bangsa-bangsa lain yang hidup di sekeliling mereka. Dan dengan segera mereka mengikuti allah lain yang disembah oleh bangsa-bangsa asing yang tidak pernah melihat 1o tulah dicurahkan atas Mesir, yang tidak pernah melihat Laut Teberau dan sungai Yordan terbelah dua, yang tidak pernah melihat tiang awan dan tiang api di padang gurun, dan segala mujizat lain yang hanya Tuhan Allah sendiri yang mampu lakukan. Padahal mereka telah melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri. Tetapi segala mujizat yang telah mereka saksikan itu tidak bisa mempertahankan keputusan untuk tetap setia mengikut Tuhan,
saat keinginan mereka tidak segera dipenuhi. 
Lho....bukannya Musa sendiri menyuruh kita untuk memilih berkat?
Kok dilarang kalau kita sangat mengutamakan berkat?
Yang Musa maksud, bukanlah berkat sembarang berkat, tetapi berkat yang kita peroleh saat kita mengikut Tuhan Yesus, saat kita mendengarkan dan melakukan perintah Tuhan melalui firmanNya. Bukan semata-mata berkat materi, tetapi berkat keselamatan. 

Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
(Amsal 16:25)


















Daud pernah tergoda saat melihat betapa orang fasik yang tidak kenal Tuhan sepertinya nggak pernah mengenal kesusahan. Badannya juga gemuk-gemuk padahal hidupnya menghujat akan Tuhan. Daud berkata,
"tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran-kemujuran orang fasik....
sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!"

(Mazmur 73 : 2-19)


Kenikmatan yang mereka alami ternyata hanya sementara.
They face the dead end.



Mengikut Tuhan tidaklah dijanjikan jalan selalu akan mulus. Mungkin kadang-kadang ada jalan yang bergelombang,  harus lewat lembah, dan terkadang ada badai menghadang. Bahkan sangat mungkin juga menemui dead end, jalan buntu. Bukankah kita juga pernah mengalami suatu keadaan sepertinya sudah tidak ada jalan keluar? Pada saat putus asa, mungkin terbersit seperti pikiran Daud ingin mengikuti jejak orang fasik yang sepertinya tidak mengenal kesusahan manusia. Ngapain mesti susah-susah hidup mengikut Tuhan? Ngapain mesti berjalan di jalan yang benar? Toh orang yang tidak mengenal Tuhan juga hidup dalam kelimpahan?
Puji Tuhan akhirnya Daud mengerti mengapa harus memilih jalan Tuhan,
saat ia melihat akhir hidup orang yang tidak mengenal Tuhan.
Mereka mengalami dead end.
Apa bedanya... toh orang percaya juga mengalami dead end?
But my friends, definisi dead end orang percaya dengan orang fasik sangatlah berbeda. Saya sangat diberkati melihat ilustrasi yang ada di: kingdavid.wordpress.com
















Bangsa Israel sesungguhnya sangat mengerti yang namanya dead end di dalam mengikut Tuhan. Mereka mengalaminya saat dikejar-kejar dari belakang oleh tentara Mesir, sementara di depan mereka Laut Teberau menghadang. Banyak yang bersungut-sungut, haruskah mati konyol di padang gurun? Bukankah lebih baik hidup di Mesir walaupun menjadi budak?
Sekali lagi definisi dead end orang-orang yang dikasihi Tuhan sangatlah berbeda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan.
Tuhan mengubah jalan buntu menjadi jalan yang terbuka lebar, dengan bonus pemandangan aquarium terbesar di dunia di kiri kanan mereka.
Ternyata ribuan tahun yang lalu Tuhan sudah menciptakan sea world pertama di dunia.... haha.. God is really genius..



ORANG YANG MENDUA HATI TIDAK AKAN BEROLEH APA-APA!!!

Hidup ini adalah pilihan.
Dan kita punya kehendak bebas untuk memilih. Mengikut Tuhan atau mengikut allah lain.
Bahkan sesudah menetapkan pilihan kepada Tuhan Yesus, masih ada pilihan selanjutnya, berjalan dalam rencana Tuhan atau berjalan dengan rencana sendiri.
Ada mungkin yang berpikir bagaimana kalau berjalan di kedua-duanya? Mengikut Tuhan dan mengikut allah lain juga? Berjalan dalam jalan Tuhan dan berjalan dalam kehendak pribadi juga?



Hasilnya? They will collide.
Karena terang dan gelap nggak bisa bersatu.  Rancangan Tuhan dengan rancangan manusia bukanlah beda tipis, tapi seperti tingginya langit dengan bumi. Jadi nggak bisa nggak, harus memilih. Pastikan yang  kita pilih adalah pilihan yang benar.

Kalau saya, .... memilih seperti Yosua akan berkata,
"Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan Yesus."



AND JESUS DID CHOOSE.















Dua ribu tahun yang lalu, ada pergumulan yang begitu berat dialami Tuhan Yesus. Belum ada manusia yang ketika bergumul menghasilkan peluh yang seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
Yesus mengalaminya. (Lukas 22:44).

Kita bersyukur di ujung pergumulanNya, yang akan menentukan nasib kita, Yesus berkata,
"...tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi."
(Lukas 22:42)



YESUS JUGA MEMILIH.
Dan Yesus memilih untuk berjalan dalam kehendak BapaNya dan bukan kehendakNya. Yesus memilih taat daripada memberontak.
Kalau Yesus saja berkata, bukan kehendakKu tapi kehendakMu,
siapa kita ... bila kita memilih untuk berjalan dalam kehendak kita sendiri?

Di masa-masa krisis dan goncangan ini, saya percaya kita akan diperhadapkan dengan pilihan, apakah akan tetap setia mengikut Tuhan atau berbalik kepada allah lain? Apakah tetap setia mengandalkan Tuhan atau memilih mengandalkan kekuatan sendiri? Apakah tetap setia berjalan memenuhi rancangan Tuhan atau memilih berjalan dalam rancangan sendiri?

Pastikan kita memilih yang benar, dan seperti Yosua kita akan berkata,
"Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!"



All blessings,

Julita Manik

Thursday, March 26, 2009

Tears Are a Language God Understands














Banyak air mata tertumpah di tahun 2009 ini.
Bagaimana tidak? Tahun yang diawali dengan krisis yang menghentak dan menggoncangkan hampir tiap belahan bumi, memberi dampak yang hebat atas banyak orang. Ratusan ribu orang telah di PHK dan mungkin akan segera menyusul yang lainnya dalam jumlah yang cukup besar.
Air mata pun tidak bisa dibendung dari orang-orang yang kecewa dan merasa gagal dalam hidupnya, orang-orang yang merasa sendirian, diabaikan dan ditinggalkan, oohhh...begitu banyak air mata yang tercurah.

Krisis ini tidak pandang bulu. Semua dilandanya, apakah orang benar maupun yang tidak benar. Ada seorang teman, seorang anak Tuhan, berdasarkan nasehat temannya yang juga orang percaya, menginvestasikan seluruh uang tabungannya di sebuah internasional financing company yang prestigious,
2 minggu sebelum perusahaan tersebut collapse. Siapa yang bisa menduga?
Air matapun akan mengalir menyertai penderitaan batin dari orang-orang yang mengalaminya. Begitu sesaknya sehingga tak tahu harus berdoa apa, ... ada rasa takut...  kalau menumpahkan isi hati akan menyalahkan Tuhan, .... yang bisa dilakukan hanya meneteskan air mata. 

But I want to share the good news for all of you my friends.
GOD DOES UNDERSTAND  a TEAR LANGUAGE. 



Bagi ilmu pengetahuan air mata adalah cairan yang diproduksi tubuh untuk membersihkan dan dan melubrikasi mata.
Ada 3 jenis air mata (Wikipedia) : pertama, BASAL TEARS ,yang secara regular dihasilkan untuk membersihkan kornea dan membersihkannya dari debu; kedua, REFLEX TEARS, dihasilkan saat mata mengalami iritasi, terkena debu, atau saat memotong bawang. Tugas air mata disini untuk membersihkan mata dari segala sesuatu yang mengiritasinya;
ketiga, CRYING TEARS, dimana air mata dihasilkan akibat physical pain
atau emotional reaction.

Beberapa ilmuwan menemukan bahwa memproduksi air mata dapat membantu seseorang untuk dealing dengan emotional problems.
Sesudah menangis, biasanya seseorang akan merasa lebih baik, sebaliknya seseorang tidak akan merasa lebih baik saat menahan air matanya.
Peneliti William Frey menemukan bahwa dengan crying tears, dapat menetralisir  senyawa racun yang diproduksi tubuh saat sedang stress, sehingga tingkat stress pun berkurang.


Ikutan meneteskan air mata saat menonton drama Korea "WINTER SONATA" yang sangat romantis habiiiisss?
Hahaha....saya termasuk di dalamnya.
Nggak kuaaaattttt, ............
tapi itu hanyalah kesesakan fiksi.
Walaupun termasuk kategori crying tears karena melibatkan emosi yang kuat, tapi yang  jadi topik pembicaraan  di sini adalah air mata dari hati yang kesesakan akan sesuatu pergumulan yang real,  yang nyata. Apakah itu pergumulan keluarga, pelayanan, pekerjaan, yang memaksa air mata harus keluar dari perbendaharaannya. Dan ternyata menurut para ilmuwan, menangis itu sehat loh...
Bagaimana menurut Tuhan?



TUHAN  MENGERTI BAHASA AIR MATA.
Saat seseorang mengalami kesesakan batin, tidak bisa mengucapkan apapun lagi karena merasakan penderitaan yang besar, hingga keluarlah air mata,
bagi Tuhan itu bukan sekedar air yang menetes dari mata kita.
Itu adalah sebuah bahasa.
Dan Tuhan mengerti akan bahasa itu. Walaupun sepertinya kita sudah tidak bisa berkata apapun lagi kepada Tuhan, lewat air mata kita, kita sedang berbicara kepada Tuhan.
Tuhan mengerti bahasa air mata.

Krisis dalam hal apapun bisa saja menyentuh setiap orang apakah dia orang percaya ataupun tidak. Tapi yang membedakan adalah hasil akhirnya.
Orang-orang percaya disertai Tuhan untuk melewati setiap krisis dengan kemenangan yang gilang gemilang. 

"Sekarang aku tahu bahwa, Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapiNya dan menjawabNya dari sorgaNya yang kudus dengan kemenangan yang gilang gemilang oleh tangan kananNya.
(Mazmur 20:7)


And one more important thing, ... Tuhan bukan hanya mengerti bahasa
air mata, tetapi.....


GOD IS a TEARS COLLECTOR


"Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kau taruh ke dalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kau daftarkan?"

(Mazmur 56:9)



"You number my wanderings; Put my tears into Your bottle; Are they not in Your book?"
(Psalm 56:8)


Terjemahan lain mengatakan:














Kalau bukan itu sesuatu yang berharga, ngapain sih Tuhan mesti menyimpan air mata itu di dalam kirbatNya?
Tidak cukup hanya menyimpannya, Tuhan juga mencatat tiap tetes air mata yang disimpan itu di dalam BukuNya.
Jadi Tuhan tidak hanya punya Buku Kehidupan yang mencatat nama-nama orang percaya, Tuhan juga punya Buku Air Mata. Yang isinya tentang berapa banyak air mata yang kita keluarkan di hadapan Tuhan.
Bak seorang akuntan, Tuhan mencatatkan semua air mata orang percaya, dan menuliskannya dengan teliti dalam Buku Air Mata.
Setetespun,.. tidak ada yang terlewatkan.


Saya baru saja mengerti, ternyata saat kita mengalami kesengsaraan dan kita menangis, Tuhan memperhitungkan air mata kita. Tuhan mengumpulkan dan mencatat semua air mata kita. Air mata saja dianggap berharga, apalagi yang empunya air mata. Bagi saya ini adalah bukti bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita. Bahkan di saat-saat kita merasa sepertinya kita 'ditinggalkan Tuhan', percayalah Tuhan tidak meninggalkan kita. Tuhan sedang giat-giatnya mengumpulkan air mata kita dan mencatatnya dalam Buku Air Mata. Spertinya Tuhan sedang berkata: "AnakKu sekali-kali Aku tidak pernah meninggalkan engkau, ...bersabarlah..., tinggal sedikit waktu lagi akan genap... Aku akan menyatakan kemuliaanKu."

Sebenarnya saat kita mengalami kesengsaraan, dan kita menangis, itu adalah sebuah pernyataan di hadapan Tuhan, bahwa kemampuan manusia kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kekuatan manusia kita sudah tidak bisa menolong lagi. Bahkan seorang manusia lainpun, apakah itu orangtua, saudara, sahabat, dan semua koneksi kita, tidak ada lagi yang bisa diandalkan. Hanya Tuhan saja harapan kita. Hanya Tuhan saja pertolongan kita. Nggak heran kalau Tuhan suka air mata. Karena di dalam air mata terkandung arti penyerahan total kepada Tuhan. Yang dapat menolong hanyalah Tuhan saja. Tuhanlah segala-galanya.

Saya jadi teringat saat Maria dan Marta menangisi akan meninggalnya Lazarus, dan kelak dalam pertemuan dengan Yesus mereka menyesali kenapa Tuhan tidak lebih cepat datang untuk menyembuhkan Lazarus.
Sangatlah mengagetkan apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya perihal kematian Lazarus, "tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. ..."
(Yohanes 11:15)


Terjemahan KJV mengatakan:
"And I am glad for your sakes that I was not there, to the intent ye may believe; ..."

Melalui Firman Tuhan dalam Yohanes 11, tidak bisa dipungkiri kenyataan bahwa Yesus sangat mengasihi Maria dan Marta. Tetapi ketika mendengar Lazarus sakit, kasih Yesus kepada Maria dan Marta diwujudkan dengan kesengajaan menunda kehadiranNya ke tempat Maria dan Marta. Mengapa? Supaya Maria, Marta, dan semua murid-murid yang dikasihi Tuhan dapat belajar percaya.
Saat ini mungkin ada diantara kita yang seperti Maria dan Marta mencucurkan banyak air mata dan berseru "Kenapa Engkau membiarkan semua ini terjadi? Kenapa Engkau tidak segera menolong".
And the answer is still the same like 2000 years ago, "because I love you...
so you may believe Me"



THE CRYING MEN
Walaupun wanita identik dengan pribadi yang lebih gampang menangis, tapi bukan berarti pria nggak pantas menangis.
Alkitab dipenuhi dengan figur para pria yang menangis dalam pergumulannya.
Raja Hizkia, Raja Daud, Yeremia, Petrus, Paulus, bahkan Tuhan Yesus juga turut tercatat sebagai penetes air mata dalam pergumulan yang sedang dihadapi.
Petrus menangis dengan sedihnya setelah menyangkali Yesus 3x. (Matius 24:75). Merasa gagal mempertahankan keyakinan dan ucapannya di hadapan Yesus, bahwa sekali-kali ia tidak akan pernah menyangkaliNya. Ayub dalam penderitaannya, masih harus ditambah dengan intimidasi dari sahabat-sahabat rohaninya berkata,
"Sekalipun aku dicemoohkan sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis." (Ayub 16:20).
Daud, tidak terhitung air mata yang mengalir dalam kehidupannya yang sarat warna penolakan dan penghianatan. Mengalirlah lagu-lagu dengan lirik yang luar biasa memberkati banyak orang, menembus abad demi abad tak lekang dimakan waktu. 
 
Paulus, rasul yang mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi, kerap menangis dalam pelayanannya (Kisah Rasul 20:19,31). Tiga tahun lamanya , siang malam ia menasehati jemaat Efesus dengan mencucurkan air mata.  Rasul yang pintar  ini sudah  mengalami jamahan Tuhan, dan tahu persis di luar Tuhan ia tidak bisa berbuat apa-apa. Kepintarannya tidak bisa diandalkan.



Tapi sekali lagi, Tuhan suka akan air mata.
Tuhan 'bergembira' saat kita sedang diijinkan mengalami kesesakan, supaya kita dapat belajar percaya. Karena seusai pergumulan  tersebut, kita akan memandang Tuhan dengan perspektif yang berbeda. Kita akan menyadari bahwa benar....kita nggak bisa hidup tanpa Tuhan. Kita masuk dalam level percaya yang lebih tinggi lagi.


Oleh karena itu teman-teman, apapun kesesakan yang sedang dialami saat ini, datanglah kepada Tuhan.
Jangan pernah mengambil jalan pintas yang sesat.


It's ok if you want to cry.

Tapi lakukan itu di hadapan Tuhan. Selama Tuhan masih ada di tahtaNya, selalu akan ada harapan. Selalu akan ada jalan keluar.
Jangan seperti Yudas yang menangis, tetapi setelah itu gantung diri.
Air matanya tidak akan pernah diperhitungkan oleh Tuhan.


Sebaliknya air mata yang kita curahkan di hadapan Tuhan tidak pernah sia-sia. Dia menampung dalam kirbatNya dan mencatatNya dalam bukuNya. Percayalah, sebagaimana Tuhan begitu teliti melakukan semua itu, demikian juga Ia akan begitu teliti membuat skenario jalan keluar atas apa yang sedang kita hadapi.
Dan Tuhan berjanji akan membawa kita kepada kemenangan yang gilang gemilang.


Kembali kepada air mata yang Tuhan kumpulkan di dalam kirbatNya.
Kira-kira untuk apa ya?
Saya teringat kepada mutiara yang konon disebut air mata kerang, yang terbentuk akibat iritasi yang disebabkan oleh sesuatu yang asing yang masuk ke dalam kerang. Mekanisme pertahanan diri akibat gangguan iritasi ini akan menghasilkan mutiara yang menjadi salah satu perhiasan yang disukai kaum wanita. Dan mutiara disebut-sebut dalam kitab  Wahyu 21:21,

Dan kedua belas pintu gerbang itu (Yerusalem baru) adalah 12 mutiara: setiap pintu gerbang terdiri
dari 1
mutiara....

Ada hubungan ???



All Blessings,

Julita Manik 

Thursday, March 19, 2009

Be a God Chaser, not His Shadow Chaser




















Ada lelucon diantara para jombloers, "Kalau mau pilih pacar harus pilih yang punya kepribadian". Maksud lo? "Itu loh yang punya mobil pribadi, rumah pribadi, apartemen pribadi, supir pribadi"...dan pribadi-pribadi yang lain yang bukan bicara tentang pribadi yang sesungguhnya.
Pribadi yang dibicarakan di humor tsb adalah kepemilikan, seperti benda,
atau harta apa yang dimiliki, dan bukan siapa pemiliknya sesungguhnya.

Dan nilai-nilai seperti itu sering juga kita bawa dalam relationship kita dengan Tuhan. Kita mencari apa yang dimiliki Tuhan.
Bukan mencari siapa Tuhan sesungguhnya. Kita mencintai atribut yang dimiliki Tuhan, bukan esensi dari Tuhan yang sesungguhnya. Kita mencari apa yang dimilikiNya, bukan siapa pemilikNya. Bener kan, nggak beda dengan humor di atas. Redaksi kalimatnya bisa diubah menjadi, "Kalau mau memilih Tuhan yang akan kita sembah, pilihlah yang punya berkat besar, yang punya kebaikan, yang bisa kasih rumah, mobil, promosi karir, dll."

Saya mengibaratkan (menurut saya lho..) semua yang mampu Tuhan berikan dalan hidup kita seperti sebuah bayangan. Dalam imajinasi saya, God has shadow. But it just a shadow, not God Himself.

Kita mengatakan (saat kita diberkati) bahwa Tuhan itu baik.
Tapi 'kebaikan' yang dinyatakanNya, bukanlah Tuhan. Bahaya sekali bila komitmen mengikut Tuhan didasarkan atas apa yang Tuhan miliki.
Kita akan gampang pindah ke lain hati. Pindah ke lain Tuhan. Kenapa?
Karena bila kita tidak melihat Dia 'baik' dalam hidup kita (menurut perspektif kita), maka kita akan meninggalkan Dia, dan memilih Tuhan yang lain.
Bila kita melihat sepertinya Dia lambat menjawab doa, maka kita akan mencari Tuhan yang lain, yang lebih cepat menjawab doa-doa yang kita inginkan. Bila kita melihat sepertinya Tuhan nggak cepat-cepat memberkati kita, maka kita mulai berpikir mencari Tuhan yang lain.
Padahal bedanya rancangan-rancangan Tuhan dengan rancangan-rancangan kita bagaikan tingginya langit dari bumi. Bagaimana mungkin kita mengukur apakah Tuhan baik atau tidak dengan rancangan kita yang sangat tidak sempurna?
Tapi walaupun berbeda dengan rancangan kita, yang jelas Tuhan berjanji bahwa Dia merancangkan rancangan-rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, untuk memberi kepada kita hari depan yang penuh harapan.


SHADOW CHASER
Tahukah teman-teman bahwa yang suka mengejar bayangan adalah anak-anak?
Yang suka bermain dengan bayang-bayang adalah anak-anak?
Orang dewasa tidak lagi bermain seperti itu.




Shadow chaser adalah kanak-kanak rohani, sementara God chaser adalah orang-orang yang dewasa rohani. Melihat anak-anak bermain atau berlari mengejar bayangan adalah pemandangan yang lucu.
Tapi bila orang dewasa yang melakukannya, ...siap-siap dikatakan 'crazy'. Hahaha...



Karakter anak-anak yang menonjol adalah bila meminta sesuatu harus segera mendapat. Dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Anak-anak yang keinginannya tidak segera dipenuhi akan menangis sejadi-jadinya. Nggak peduli sikon orangtuanya, yang penting keinginannya diwujudkan.

Anak-anak juga mengukur apakah seseorang itu mengasihinya atau tidak melalui pemberian dan hadiah. Dan anak-anak tidak mengerti bahasa penundaan. Bagi anak-anak, penundaan bukanlah ekspresi cinta.
Anak-anak mengejar hadiah apakah itu mainan, permen, main ke mall.
Itu sebabnya anak-anak gampang ditipu dengan benda-benda yang indah.
Berapa kali modus operandi penculikan atas anak-anak adalah dengan menawarkan permen, coklat, es krim, dan segala yang indah-indah menurut pemikiran anak-anak. Karena anak-anak mengejar hadiah.
Dimata anak-anak, kasih itu adalah "HADIAH".




CHASING AGAPE
Mengejar Tuhan berarti mengejar Agape.
Agape is Unconditinal love. Mengejar kasih yang tak bersyarat. Kasih yang didasarkan bukan atas apa yang dapat (orang yang dikasihi) berikan. Hidup kitapun akan berubah karena tidak lagi mendasarkan perbuatan kita atas kasih 'ukuran' dunia. Kita mengasihi Tuhan bukanlah didasarkan apa yang dapat Tuhan berikan. Kita mengasihi Tuhan secara mutlak, karena Dia memang Tuhan. Kita tidak mengejar bayang-bayangNya.
Kita mengejar Tuhan, "I Am Who I Am".
Nggak heran kalau Sadrakh, Mesakh dan Abednego bisa berkata, "Sekalipun Allah yang kami sembah tidak melepaskan kami, kami tidak akan meyembah dewa lain, patung tuangan yang didirikan Raja Nebukadnezar".
Karena ke 3 anak muda yang luar biasa ini, mengenal siapa Tuhan yang mereka sembah, The Great I Am, yang tidak akan mereka tukarkan dengan apapun. Bahkan ketika sepertinya Tuhan tidak menolong mereka, ketika sepertinya Tuhan membiarkan mereka, mereka nggak peduli.
Sekali Yesus tetap Yesus. They are God chaser.
Ketika Tuhan memperkenalkan diriNya sebagai "I AM WHO I AM", saya percaya itu juga sebagai penanda kehendakNya bahwa Tuhan ingin disembah sebagai diriNya, bukan atas dasar kepemilikanNya. Tuhan tidak pernah memperkenalkan diriNya sebagai "I AM WHICH I HAVE"


Daud memberikan contoh yang luar biasa sebagai seorang God chaser. Kenyataan-kenyataan pahit yang dialaminya sebelum dikokohkan bangsa Israel menjadi raja, tidak menggoyahkan kasihnya kepada Tuhan. Merendahkan diri serendah-rendahnya saat berpura-pura menjadi gila di hadapan raja lain, tidak membuat Daud pahit hati dan mengutuki Tuhan.
Di saat-saat yang pahit dalam hidupnya, Daud tetap mengejar Tuhan
dengan begitu giat, seakan-seakan sedang mengalami kelimpahan berkat dan kebaikan.

Banyak orang akan mengejar Tuhan dengan giat, seperti yang Daud lakukan, tetapi bukan sebagai pengejar Tuhan, melainkan karena mengejar berkat-berkatNya. Tetapi begitu melihat apa yang dialami tidak seperti yang dibayangkan, mulai perlahan-lahan meninggalkan Tuhan.
Itu bukan God chaser, itu hanyalah His shadow chaser.

Hari-hari ini, dalam keadaan dunia yang tidak menentu, mungkin kita diijinkan mengalami hal-hal yang tidak enak, hal-hal yang tidak kita harapkan. Milikilah mental God chaser yang sesungguhnya, dimana kasih, iman dan pengharapan kita tidak digoyahkan oleh apa yang kita lihat di depan mata kita.
Percayalah a happy ending story adalah bagian kehidupan orang percaya kepada nama Yesus.

Saya lagi seneng-senengnya ngeliat performance Danny Gokey
di American Idol 2009. Menarik sekali apa yang menjadi motto hidupnya.
An unshakeable faith is a faith that has been shaken.
Badai, goncangan boleh terjadi. Tetapi tidak berhasil menggoncangkan iman, pengharapan dan kasih kita kepadaNya. Malah semakin bertambah-tambah.

Because we are a God chaser.

Yes, we are
"I AM WHO I AM" chaser.




All Blessings,

Julita Manik

Tuesday, March 17, 2009

"How Real Can You Get?"

Pernah nonton film "Pirates of The Caribbean"?
Saya percaya bayangan kita akan seorang bajak laut adalah seperti yang digambarkan Johny Depp di film tsb. Pakai topi miring, memakai tutupan mata sebelah, kumis dan janggut yang menimbulkan kesan macho dan beringas, haha...
dan yang gak ketinggalan..
pirate should have a sword.
Kalau nggak, yaah...
nggak sah dong.
Image inilah yang menyebabkan banyak orang yang nggak merasa bahwa dirinya adalah seorang pirate, yaah... karena nggak pakai asesoris pedang.

Padahal pirates abad 21 ini kebanyakan emang nggak pakai pedang. Lhoo... jadi pake apa dong? Haha...seperti yang digambarkan gambar ini, pakai keyboard komputer gitu loh...
Padahal, apapun senjatanya, mau pedang, mau mesin jahit, mau keyboard komputer, tapi kalau kegiatannya adalah mencuri yang bukan haknya, jadilah sebutannya pirate

Dan ada juga yang bener-bener nggak nyadar bahwa sudah menjadi
seorang pirate karena nggak ngerti apa yang dimaksud dengan
piracy without a sword.
Setelah mencari di business dictionary, definisi dari piracy adalah :
Unauthorized reproduction of an intellectual property in infringement of copyright law.

Maksudnya sih baik, ingin share lagu-lagu rohani, tapi jalannya salah.
Memang nggak mengambil keuntungan pribadi, but teteup.. apapun motifnya itu adalah unauthorized reproduction.
Million of wrongs don't make it right, my friend.


READ THIS,  PLEASE.
 

























Pada saat mencari gambar-gambar yang bisa menyuarakan anti piracy campaign, akhirnya saya ketemu juga dengan web yang mendorong orang untuk membeli album gospel ori. Kalau ingin lebih jelas bisa klik website ini,  http://www.praise.com.ph/getreal/

Saya kaget juga ternyata...  walau sebelumnya saya nggak pernah membaca web ini, yang saya suarakan apa adanya dari hati nurani yang terdalam (dalam artikel saya tentang piracy), ternyata artis beken Gospel dari Barat juga memiliki suara hati nurani yang sama. Berikut cuplikannya.......


Stacie Orrico:
"As an artist it can be discouraging that people don't realize how much time and effort you put into making and promoting a record. I've found that in both the Christian and mainstream markets the misconception is the same - everyone thinks that as soon as you have a song on radio, you are living glamorously. For many of us, that is far from the truth. There are many people that contribute to my career as an artist and, when you participate in illegal copying of music, you not only hurt the artist, you hurt all the support staff that work with them. I think I speak for most artists when I say that we do this because we love music and we love people - that is what motivates us to keep a hectic pace and be away from our families. We need the support of our fans and that includes your support by buying only legal copies." 


Steven Curtis Chapman, Grammy-Award Winning Christian Artist:
"A lot more goes into a CD than it may appear. The price of a CD doesn't just go back to the record company. Everyone who works with me to record and distribute my music makes a living and supports their families from CD sales as well. It's a big network of people from my co-producer, the engineers, my band all the way to assembly line people who help to manufacture the CDs and the truck drivers who get them to the stores. There are some new legitimate websites like burnitfirst.com that provide an alternative to illegal burning. I want to encourage my listeners to use sites such as this, and to buy instead of burning illegally. On behalf of the team who works alongside me, we'd appreciate it."



I DON'T LIKE THIS !












Walaupun beberapa artikel anti piracy yang dimuat di blog ini bertujuan menggugah kesadaran umat Kristiani (yang notabene pasti cinta Yesus), untuk mulai sadar menggunakan album gospel ori, eehh....malahan dengan sengaja para empunya dan pemakai situs free download memuat linknya di comment blog ini. Saya nggak tahu apa motifnya,  apa sengaja mancing-mancing supaya saya marah? Nggak mau kepancing aahh.. sesama umat Tuhan seharusnya kita hidup dalam kerukunan kan?
Masa sih main teriak-teriakan, main pukul-pukulan, main pengadilan-pengadilanan ???  Sebaiknya jangan sampai ke situ yaahhh.....
Cukup mulai mendengarkan hati nurani aja. And caring others.
Saya sendiri nggak mau hard feeling terhadap para unauthorized internet sites tsb. I prefer giving peope an education thru my writings...,
sampai lama-lama diterima di hati.

Teman-teman ingat nggak sih.....
masa-masa kita hidup di jaman hukum 'rimba', nggak mau antre, main serobot aja, mau dilayanin lebih dulu nggak peduli kalau datangnya paling terlambat. Perlu pembelajaran terus menerus sampai hasilnya sudah mulai kita nikmati sekarang. Khususnya di Jakarta, sudah jarang sekali terjadi serobot-serobotan di queing line, kalau nggak mau dipelototin orang banyak dan dicap sebagai manusia tak beradab. Dan sekarang yang sedang dibina adalah supaya pengemudi di jalan tol tidak menggunakan bahu jalan. Masih ada sih pengemudi yang nggak peduli dan seenaknya memakai bahu jalan, tapi kuantitasnya makin lama makin menurun. Alias sudah banyak yang sadar, dan mau belajar taat aturan. Manusia nggak ada yang sempurna, pasti ada salahnya.
Tapi yang penting, punya sikap mau belajar.


Besar harapan saya, lewat artikel yang berbau anti piracy campaign (sekali lagi not dealing with the cons, capek deh ngeladeninya ...hehe), tapi ditujukan untuk yang mau belajar menghargai para seniman (bahasa sononya artist) gospel. Yuuukk.. mulai membeli the real album, not the fake one. Nggak usah tengak tengok kiri kanan, orang lain ngelakukan nggak ya?
Start from yourself
.

Angka 1.000.000 selalu dimulai dari 1.
'Banyak' selalu dimulai dari 'sedikit'. 'Mayoritas' dimulai dari 'minoritas'. Sekalipun sekeliling kita, apakah itu di rumah, di gereja, di kumpulan imam musik, semuanya menggunakan fake album, jangan goyah.
Sekalipun sekeliling kita mengatakan, "nggak ngaruh deh lo beli yang ori.... nggak mengurangi produksi bajakan kok, ... yang bajakan tetap banyak pembuatnya dan pembelinya.."  
Ayo, mulai dari diri kita. Saya percaya sekali, seperti dulu orang yang nggak mau antre, sekarang jadi tertib, orang yang dulu semuanya seenaknya tidak mematuhi rambu lalu lintas, dan kini mulai belajar patuh, demikian juga dengan pengguna album gospel.
Yang tadinya biasa download gratis, atau beli CD palsu harga goceng,
lama-lama akan beralih ke real album.
Tapi memang harus ada orang yang mau berkorban  dicap bawel
(seperti saya... bawel amat sih... hehehe), yang terus menerus menyerukan anti piracy campaign ini. Don't ged mad on me yah.
I seriously did this because I love all of you.  


Now, the question still needs an answer: "HOW REAL CAN YOU GET?"




All Blessings,

Julita Manik