
Selagi masih bisa bernafas, tidak ada kata terlambat untuk berkata
"I am sorry... Maafkan saya.."
Manusia nggak ada yang sempurna, oleh sebab itu hidup ini penuh dengan kesempatan untuk belajar berkata "maafkan kesalahan saya...." entah itu ditujukan kepada manusia maupun kepada Tuhan.
Orang yang minta maaf adalah orang yang punya kerendahan hati untuk mengakui kesalahannya.
Orang yang memaafkan adalah orang yang punya kebesaran hati untuk mengampuni yang bersalah kepadanya. Dan hidup ini adalah siklus memaafkan dan dimaafkan.
Nggak ada matinya. Ya....itu tadi ... karena manusia belum sempurna dan punya potensi berbuat kesalahan, disengaja ataupun nggak disengaja.
Sekarang seorang saudara kita mau minta maaf kepada kita semuanya......
"A SORRY LETTER" FROM DEWA KLASIK
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
From: DEwa Klasik
Date: Fri, 13 Nov 2009 06:43:20
Saya ingin mengklarifikasi email yang beredar mengenai kesaksian saya. Ada banyak hal yang tidak benar. Dan itu bukan kesalahan siapa pun. Tapi kesalahan saya sendiri. Dengan ini saya sangat menyesal atas kesalahan yang telah saya buat dan saya bertobat dari kesalahan yang telah saya lakukan. Saya tau, hal ini akan mengecewakan banyak orang yang mengenal saya. Saya hanya bisa mengatakan maaf dan berikan saya kesempatan untuk memulai hidup baru untuk memperbaiki kesalahan yang saya buat. Saya minta maaf buat pihak yang merasa dirugikan atas kesaksian saya tersebut.
Saya berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya berjanji hal ini tidak akan terulang lagi. Saya menyadari dengan kata maaf tidak cukup karena ada harga yang harus saya bayar dengan kesalahan yang sudah saya lakukan. Sekarang saya menanggung konsukensi dari apa yang telah saya buat. Namun saya bersyukur karena Tuhan masih memberikan kasih karunia kepada saya untuk memperbaiki semua ini. Saat ini saya ada dalam pengawasan dan mentoring oleh seorang hamba Tuhan. Saya berharap saya bisa bangkit kembali dan memulai kembali dari nol pelayanan yang telah saya tinggalkan untuk kurun waktu tertentu.
Mohon dukungannya untuk saya bisa bangkit kembali lagi menjadi berkat bagi banyak orang.
with love,
Dewa Klasik Alexander
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Teman-teman pasti kaget sekali membaca isi surat Dewa ini.
Sama.....saya juga. Rasanya nggak percaya.
Tapi itulah yang terjadi.
Dan secara terbuka Dewa sudah mengajukan permintaan maafnya kepada teman-teman semua yang sudah pernah mendengar atau membaca testi Dewa.
(FYI: tulisan tentang testi Dewa diblog ini sudah saya tarik, jadi sekedar gambaran saja bahwa isi kesaksiannya adalah Dewa berasal dari keluarga kaya raya, bangsawan, punya uang saku jutaan Rupiah perhari, pernah kuliah di Oxford Inggris, dibuang dari keluarganya yang kaya raya karena percaya Yesus, terkena HIV/AIDS, semuanya adalah tidak benar). Dewa sudah mengakuinya bukan hanya dalam surat ini saja tapi juga kepada teman-teman dekatnya di pelayanannya. Sebelum memuat tulisan ini, saya sudah berusaha mengkonfirmasi narasumber yang kenal dekat dengan Dewa supaya bisa memberi informasi yang sebenar-benarnya.
Yang diakui memang benar-benar real dalam testinya adalah pertobatannya kepada Yesus, dan terbeban untuk melayani kaum marginal khususnya memberi edukasi kepada anak-anak miskin dan terlantar.
Selebihnya adalah fake.
(Catatan: setelah tulisan ini dimuat, Dewa bicara sama seorang sahabatnya yang kenal baik dengan saya, bahwa benar dia dimusuhi keluarganya karena mengikut Yesus, bahkan om nya mencari-cari dia, but only heaven knows. Saya nggak akan komentar apa-apa soal ini.)
Berbagai reaksi pasti akan muncul.
Ada yang marah karena merasa diperdaya, ada yang sedih, ada yang bingung.
Bahkan ada yang berkata, bagaimana dengan anak-anak muda yang dilawat dengan kesaksian Dewa yang ternyata diakuinya tidak benar? Anak-anak muda yang menangis terharu dan menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sebagai dampak dari kesaksian itu?
Gimana dengan orang-orang yang tergerak memberikan dana untuk pelayanannya ?
Apa nggak jadi kepahitan semua tuh ?
IT WAS A SWEET SWEET MEMORY (GBI Menteng)



Memang saya sendiri menyadari besarnya dampak saat Dewa dulu bersaksi di gereja kami.
(Gambar-gambar di atas mewakili apa yang saya katakan).
Banyak yang menangis, memperbaharui komitmennya dengan Tuhan, memperoleh lagi kasih mula-mula. Semuanya punya pemikiran yang hampir mirip, "kalau Dewa yang punya latar belakang yang begitu diimpikan semua orang, mau meninggalkan semuanya untuk Kristus, alangkah malunya saya yang nggak punya background seperti dia tapi nggak mau mengasihi dan memberikan hidup kepada Tuhan"
Dan emang kelihatan sih temen-temen jadi lebih semangat melayani Tuhan.
Jadi reaksi saya pertama kali mendengar kesaksian Dewa nggak benar,
saya jadi marah. Saya ingat wajah teman-teman saya sepelayanan yang saat itu begitu diberkati.
Belum lagi postingan tentang kesaksian Dewa diblog ini, yang udah dicopy paste di blog lain, diforward by email ke milis-milis, dijadikan bahan tulisan "TOKOH YANG INSPIRING" oleh anak-anak SMA dalam karya tulis mereka, ..... hmmmmh.... saya makin kepengen maraaaaaah besaaaaaaar sama Dewa.
Tapi Tuhan suruh saya cool down. Saya banyak merenungkan kejadian ini.
Walaupun tindakannya tidak dapat dibenarkan, tapi bukankah kita juga punya andil dalam kejadian ini ?
Saya bukannya mau membela Dewa (percayalah saya juga marah....karena nama saya juga jadi keseret-seret), tapi itu kan yang terjadi di komunitas orang-orang Kristen? Kalau mendengar sesuatu yang bombastis baru bisa buka hati. Kalau liat hamba Tuhan yang nggak terkenal, dengerin kotbahnya hanya dengan setengah hati.
Udah dinasehatin sama teman sepelayanan (sebutlah si Tommy) untuk melakukan "A" tapi nggak mau denger. Begitu denger kotbah seorang hamba Tuhan yang terkenal (sebutlah Pdt Amazing) yang berkata "Lakukan A" langsung kita berkata "Tuhan menerangi hati saya melalui hambaNya,
Pendeta Amazing, yang diurapi, untuk melakukan A".
Tommy yang sebelumnya telah menasehati hal yang sama kan jadi melongo.... "bukannya dari dulu-dulu gua udah kasi tau hal yang sama?"
Satu fakta lagi....
Kalo denger orang latar belakang lain bertobat dan convert.... wuiiih dikeplokin sampai tangan sakit. Apalagi kalau artis terkenal yang bertobat, waaaah....jadwal pelayanan kesaksian si artis langsung padat, padahal kehidupan imannya belum teruji. Sementara ada tetangga yang sepertinya nobody juga bertobat, nggak ada sambutan apa-apa. Apalagi dikeplokin....
Nggak heran kalo banyak yang bersaksi mempunyai pengalaman-pengalaman bombastis (walaupun direkayasa) untuk memperoleh simpati dan dukungan dari jemaat Tuhan.

Jadi karena adanya hubungan sebab akibat ini, nggak ada gunanya kan marah-marah ?
Nggak ada gunanya saling salah menyalahkan. Ambil hikmahnya aja.
Tuhan berpesan,
"..... setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
(Yakobus 1:19-20)
Saya yang tadinya mau marah sekarang mau ambil arah yang berlawanan, habis..... malu nih sama Rasul Paulus yang berkata kepada jemaat di Filipus,
Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu, maupun dengan jujur.
Tentang hal itu aku BERSUKACITA. Dan aku akan TETAP BERSUKACITA,
karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
(Filipi 1:18-19)
Jadi yang tadinya saya mau marah, sekarang malu ati sama Paulus yang udah dijelek-jelekin orang lain, disiksa, dianiaya, masih bisa bersyukur dan bersukacita. Yah.....sukacita ajalah.... daripada marah-marah atau saling menyalahkan. Oh ....indahnya hidup ini dalam Yesus....
Tapi masih ada yang belum puas nih, terus ngomong gini....
"Terus gimana dong, kalo ada yang bertobat justru karena mendengarkan kesaksian palsu? Sah nggak? Apa bukannya ntar malah jadi kecewa sama Tuhan waktu tahu faktanya?"
Friends, don't worry....
Tuhan yang saya kenal jauh lebih besar dari semua tipuan yang iblis sodorkan kepada manusia. Saat iblis berusaha merontokkan iman orang-orang percaya, Tuhan kita jauh lebih besaaaaarrrrrrr.
Percayalah. Tuhan itu Hero. Nggak mungkin kalah. Dan Ia nggak akan membiarkan anak-anak yang dikasihiNya kalah.
GOD SPECIALIZES IN BRINGING GOOD OUT OF BAD

Kalimat ini "God specializes in bringing good out of bad" saya baca dari twitternya Rick Warren --
(I suggest you to follow him, believe me, you will be blessed).
Tuhan itu ahli banget mengubah keburukan menjadi kebaikan loh.
More than we can imagine.
Membuat yang baik dari sesuatu yang buruk sudah dilakukanNya ribuan tahun yang lalu, jadi bener-bener Tuhan tuh expert banget.
Masih ingat, ketika Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya yang menjualnya menjadi budak di Mesir?
Memang kamu telah mereka-rekakan yang JAHAT terhadap aku, tetapi
Allah telah mereka-rekakannya untuk KEBAIKAN, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
(Kejadian 50:20)
Terjadi juga di Perjanjian Baru, saat Paulus berkata,
Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud PALSU, maupun dengan JUJUR.
(Filipi 1:18)
Paulus tahu ada banyak orang yang punya motif palsu saat memberitakan Yesus, but it's ok.
God specializes in bringing good out of bad.
Bahkan Paulus bersukacita karena walaupun motifnya palsu dengan menjelek-jelekkan nama Yesus dan Paulus, nama Yesus malah semakin disebarkan, dan banyak orang yang menjadi percaya melalui pelayanan Paulus.
Kalau berita yang menjelek-jelekkan nama Yesus saja bisa dipakai Tuhan menjadi kebaikan bagi orang percaya, apalagi berita yang menyanjung-nyanjung nama Yesus (sebagaimana testi Dewa sebelumnya, walaupun banyak unsur yang nggak benar, tapi dalam tiap kesaksiannya Dewa tuh justru banyak meninggikan nama Yesus, bukan menjelekkan).
Logis dong kalau akan lebih bisa dipakai Tuhan untuk semakin mempermuliakan namaNya.
Ya apa ya ?
EXCUSE THE MESS, .......

....... GOD'S WORK IS IN PROGRESS
Jadi saya percaya banget kalau Tuhan nggak akan membiarkan iman anak-anakNya gugur.
Malah saya semakin percaya orang-orang yang pernah dibangkitkan melalui kesaksian Dewa, akan dipakai Tuhan lebih lagi memuliakan namaNya.
Perbuatan Dewa memang nggak bisa dibenarkan, tapi Bapa yang baik turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencanaNya.
(disadur dari Roma 8:28)
DON'T LOOK AT THE OUTSIDE

Memang betul kalau ada teman-teman saya dijamah hatinya melalui kesaksian yang nggak benar, tapi itu karena dalam kesaksian Dewa ada elemen Jesus inside. Yang diberitakan sebenarnya adalah firman Tuhan yang adalah kebenaran, dan nama Yesus yang berkuasa. Testimony adalah packagingnya, tapi esensinya tetap Yesus.
Jadi kalau ada yang bertobat, atau menyerahkan hidupnya kepada Tuhan karena kesaksian yang nggak bener itu, saya percaya Tuhan akan tetap bekerja.
Tuhan tuh kalau sudah memulai sesuatu nggak akan tanggung-tanggung,
Ia akan menyelesaikan sampai selesai.
Pekerjaan Tuhan atas hidup anak-anakNya akan masih terus berlanjut.
Kalau ada ketidaknyamanan di sana sini, jangan berhenti,
jalan terus dalam rencanaNya.
Biar Tuhan menyelesaikan rencanaNya dalam hidup kita dengan sempurna.
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
(Filipi 1:6)
Dan Dewa dalam text messagenya ke saya juga mengatakan dia sangat menyesali apa yang telah diperbuatnya, dan minta didukung dalam doa untuk start a new life.
Teman-teman mau kan memaafkan dan mendukung Dewa untuk dibarui dan dipulihkan ?
GANTIAN SAYA NIH YANG MINTA MAAF

All I can say is....... I'm sorry......
Saya tahu tulisan saya di blog ini tentang testi Dewa sudah menyebar kemana-mana, bahkan mungkin lebih dari yang bisa saya bayangkan.
Jujur, saya menulis artikel di blog ini sebagai bagian dari pelayanan saya kepada Tuhan.
It reflects my love journey with Jesus. Nggak ada keinginan untuk publisitas diri atau popularitas.
Sehingga saya benar-benar consider dengan serius tiap artikel yang akan diposting.
Bahkan untuk kisah-kisah testimony saya mengharuskan dan memaksakan diri saya untuk bertemu dengan narasumber secara langsung dan mendengarkan kisahnya secara langsung, seperti kepada Jacqlien Celosse, ibu Yani (istri bpk Budi, songwriter "Semua Baik"), Afen (songwriter "JanjiMu Seperti Fajar"), Patudu (Finalis ke 3 Indonesian Idol), Bobby One Way, Edward Chen, Solvy, bpk Dwi Krismawan, termasuk juga Dewa Klasik.
Saya nggak mau bekerja hanya berdasarkan apa kata orang, saya mau denger secara langsung.
Bahkan ada beberapa nama yang saya tahu kesaksiannya luarbiasa belum bisa diposting kisahnya karena saya belum bisa bertemu secara pribadi dengan mereka.
Semuanya melalui membina hubungan secara pribadi, dan perenungan yang panjang. Tidak asal sekedar menulis.
Kalau masih ada kekurangan dan kesalahan di sana sini, saya hanya bisa bilang, "maafkan saya...."
Doakan yah..... supaya saya lebih efektif lagi dalam menulis, lebih peka dan selektif, dan tetap bisa jadi berkat bagi banyak orang.
Once again, from the deepest of my heart....... I'm sorry.
SHOW SUPPORT

Tulisan ini dimuat juga sebagai notes di FB saya.
Diluar dugaan justru banyak teman-teman yang mendukung Dewa untuk memulai hidup yang baru.
Saya senang sekali, menandakan di dalam Tuhan ada kasih dan pengampunan.
Jadi, untuk teman-teman yang minta tulisan kesaksian Dewa sebelumnya dimuat lagi, saya berat untuk mengabulkannya. Karena itu masa lalu.
Kita beri kesempatan Dewa melangkah dalam lembar baru tanpa harus mengungkit-ungkit kesalahan yang lama.
Buat Dewa, mungkin saat ini besar dan berat harga yang harus kamu bayar akibat semua kesalahan itu. Bertobatlah dengan sepenuh hati, dan setialah mengikut Yesus.
Kamu nggak perlu embel-embel apapun saat melayani Tuhan, tidak perlu status sosial yang tinggi baru Tuhan berkenan, karena Tuhan hanya melihat hati. HANYA HATI.
Buat teman-teman semua, berikan maaf yang sebesar-besarnya karena kita juga adalah orang-orang yang dimaafkan Tuhan Yesus.
All blessings,
Julita Manik










































