Monday, August 18, 2008

" Excuse me...'Jealousy' is not my middle name !! "



















Suatu ketika ada seorang Worship Leader (WL) baru di gereja kami yang memimpin Praise & Worship session dengan begitu luar biasa.
Seusai kebaktian gembala memujinya ditengah-tengah imam musik lainnya, dan apa reaksi para WL lainnya ?
“ Yaaah…terang aja…dia kan sudah pengalaman ? Jam terbangnya sudah banyak…”
Dengan kata lain kalau redaksi kalimatnya diubah,
(masih dengan pengertian yang sama)
“Yaaaah…saya juga bisa seperti itu kalau pengalaman dan jam terbang saya sudah sama seperti dia…”

Kenapa yah kok susah untuk mengiyakan saat seseorang dipuji ?
Nggak salah memiliki impian bahwa kalau kita juga akan sama seperti dia bila punya jam terbang yang sama, tetapi alangkah baiknya bila saat seseorang yang dipuji, kita juga ikut mengakuinya dan menyambutnya dengan kalimat “ Ya…dia memang WL yang bagus. Saya juga diberkati”.

Pernah ada seorang pengkotbah yang bercerita tentang pengerja baru di gereja yang sangat rajin sekali melayani. Ketika dipuji oleh gembalanya, apa reaksi pengerja-pengerja lama yang sudah mulai kendor semangat pelayanannya ?
Bukannya mengiyakan dan direfresh oleh semangat pengerja baru tersebut, mereka malah berkata “Kita liat aja…ntar lama-lama juga jadi seperti kita”

Mengapa nabi tidak dihargai dan dihormati di kampung halamannya, atau di tengah-tengah kerabat yang mengenalnya, yang justru seharusnya memberi dukungan kepadanya?


• Karena semua orang tidak harapkan sesuatu yang besar terjadi atas sesama rekan sekampungnya, yang mereka anggap tidak lebih hebat dari mereka.

Masa sih dia yang dipakai Tuhan ?
Apa lebihnya orang itu dari saya ?
Kenapa bukan saya yang dipakai ?

Musa mengaku bahwa ia adalah seorang yang gagap bicaranya.
Dan Musa pernah ditolak oleh bangsanya saat ia berusaha menjadi pendamai dua orang Ibrani yang sedang berkelahi. “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami ? (Keluaran 2:14a).
Tuhan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk meyakinkan Musa bahwa Tuhan mempunyai panggilan khusus baginya sebagai alat Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan.
Apakah keberhasilan Musa dihargai oleh saudara-saudara sebangsanya?
Tidak.
Dibuktikan dengan pemberontakan Datan, Abiram dan Korah bersama 250 orang Israel lainnya, yaitu pemimpin-pemimpin, yang semuanya orang-orang yang kenamaan (Bilangan 16:2). Mereka menuntut jabatan imam akibat ketidakpercayaan akan keimaman Musa dan Harun. (Bilangan 16:10).
Perlu dicatat, mereka adalah orang-orang kenamaan, orang-orang pintar, dan diakui, karena mereka terpilih melalui suatu rapat pemilihan.
Musa punya latar belakang istimewa sebagai pangeran Mesir, tetapi bagi bangsa Israel itu tidak cukup. Mereka berpendapat ada banyak orang-orang kenamaan yang lebih bisa berperan dari pada Musa.

• Karena tidak percaya bahwa seseorang itu punya panggilan khusus, mengingat latar belakang nya yang sangatlah tidak istimewa.

Tuhan Yesus yang luar biasa melakukan banyak mujizat, sulit sekali melakukannya di tanah kelahiranNya. Di kampung halamanNya cap atau image sebagai anak tukang kayu sungguh melekat dalam diriNya.
“Masa sih latar belakang anak tukang kayu bisa melakukan perkara-perkara ajaib seperti itu ?”


Ketidakpercayaan mereka membuat mujizat tidak bisa bekerja.
Ketidakpercayaan mereka membuat mereka sulit menerima bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang dijanjikan Allah.


• Karena kecemburuan semata

Hati kecil mengakui bahwa seseorang itu sebenarnya istimewa, tapi kita tidak ingin dia dipakai lebih dari kita. Kalau poin 1 dan 2 lebih disebabkan tidak menyadari ada suatu panggilan istimewa dalam diri seseorang, maka poin ke 3 ini sangat berbahaya.
Menyadari ada sesuatu yang istimewa, tetapi kecemburuan membuat kita menutup-nutupinya.

Seringkali dalam hidup ini kita juga melakukan hal yang sama.
Saya banyak bertemu penulis lagu rohani yang dengan sedih berkata bahwa karya-karya mereka tidak dihargai di gereja atau ministry mereka.
Saya bertemu seorang penyanyi yang punya hati untuk melayani dan punya kualitas suara yang luar biasa baik, tapi hanya menjadi pemimpin pujian dalam gereja anak. Bagi saya ia memiliki kualitas yang sangat memadai untuk melayani baik di ibadah anak maupun di ibadah dewasa.

Dalam perjalanan sebagai songwriter, saya kenyang dengan perlakuan teman-teman yang tidak mempercayai saya. Wajar sekali mereka meragukan saya. Lha...main keyboard aja hanya bisa di C, boro-boro bikin lagu..
Haha...hati-hati dengan mindset seperti ini, karena belakangan saya banyak bertemu songwriter yang minim sekali kemampuan bermusiknya, bahkan ada yang tidak bisa main alat musik sama sekali, tapi diberi talenta menulis lagu. Lagu-lagu yang mereka ciptakan bukan biasa-biasa, melainkan lagu-lagu berkualitas tinggi, dan sangat memberkati umat Tuhan.
Bagaimana caranya? Kok bisa ?
Mereka menulis lagu di dalam hati dan pikiran, karena tidak bisa menulisnya dalam notasi musik. Hebat kan ??
Kalau kita menolak mereka, maka kita kehilangan 'potensi untuk diberkati' melalui karya Allah dalam hidup mereka.

Tuhan Yesus adalah GURU AGUNG yang luar biasa dalam memberi teladan untuk tidak cemburu pada orang lain yang dipakai lebih besar dari kita.
Kalau ada pepatah mengatakan seorang murid tidak lebih besar dari gurunya, maka Tuhan Yesus punya sisi pandang yang berbeda.

Aku berkata kepadamu:
"Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari itu..."
(Yohanes 14:12)


Tuhan Yesus ingin kita dipakai lebih besar dari diriNya, saat kita ada di muka bumi ini. Dan itu terbukti.
Smith Wigglesworth membangkitkan orang mati lebih banyak dari Yesus ketika melayani di muka bumi ini, Kathryn Kuhlman menyembuhkan lebih banyak orang sakit, Billy Graham membawa lebih banyak jiwa bertobat, dan masih banyak nama lannya.

Tuhan Yesus tidak iri, tetapi Ia malah menginginkan supaya murid-muridNya lebih hebat lagi dipakai, karena fokus Tuhan adalah banyaknya jiwa-jiwa yang akan masuk Kerajaan Allah akibat ministry tsb.

Kalau Tuhan Yesus, GURU BESAR kita mampu melakukannya, alangkah malunya kalau kita (yang tidak ada apa-apanya dibanding Tuhan), tidak memiliki jiwa besar seperti Tuhan.

Yuuuk...mulai sekarang kita budayakan mengapresiasi saudara-saudara kita.
Harapkan sesuatu yang besar terjadi dalam hidup setiap mereka, sehingga ketika itu digenapi, kita tidak kaget dan menolaknya.

Excuse me... I want to introduce myself...
'Jealousy' is not my middle name..!!




All blessings,


Julita

No comments:

Post a Comment






Rainbow Pinwheel - Link Select