Tuesday, August 19, 2008

You Are My Inspiration

























Seperti genangan air di permukaan tanah yang merefleksikan gambaran langit biru, demikianlah seseorang akan merefleksikan tokoh yang menginspirasinya.
Sangat terinspirasi sehingga ingin menjadi seperti sang inspirator.
Yang pasti ada hal-hal, nilai-nilai, atau sifat-sifat yang dikagumi dari orang yang memberi inspirasi sehingga terucaplah kalimat : "I want to be like you."


Mark Spitz (gambar kanan) :
"I'm so proud of what he's (Michael Phelps) been able to do. I did what I did and it was in my day in those set of circumstances. For 36 years it stood as a benchmark. I'm just pleased that somebody was inspired by what I had done. He's entitled to every second of what's occurring to him now."

Mark Spitz adalah atlet renang yang merebut 7 medali emas sekaligus dalam satu event Olimpiade tahun 1972 di Munich.
Dan rekor yang spektakuler ini tidak tertumbangkan selama 36 tahun, dan menjadi impian dan tantangan bagi banyak atlet renang untuk meraih medali yang sama bahkan lebih pada tiap event Olimpiade.
Akhirnya setelah 36 tahun, tahun 2008 Michael Phelps menjadi pemegang rekor baru dengan total 8 medali emas dalam Olimpiade Beijing, 2008.
Kerja keras dan prestasi Mark Spitz menjadi inspirasi bagi banyak atlet, termasuk Michael Phelps.

Mark Spitz sangat senang menyadari hidupnya menjadi inspirasi yang positif bagi banyak orang, yang mendrive orang lain untuk bekerja keras mencapai bahkan melampaui apa yang pernah ia lakukan.

Pernahkah Anda membayangkan hidup Anda menjadi inspirasi bagi orang lain ?
Pernahkah teman-teman membayangkan hidup Anda menjadi benchmark bagi orang lain ?
"Aahh..itu kan untuk orang yang berprestasi tinggi,...hanya orang-orang yang luar biasa yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain."
"Mana mungkin saya yang tidak terkenal, yang sangat biasa-biasa saja, bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.."

Mungkin itu kalimat-kalimat yang akan keluar dari mulut dan pikiran kita.
Tapi saya mau mengatakan kepada teman-teman, bahwa kalimat-kalimat itu adalah kesalahan besar.

Mungkin sampai akhir hayat kita tidak bisa mencapai prestasi spektakuler Mark Spitz, Michael Phelps, Michael Jordan, Rudy Hartono, Bill Gates, dan berbagai nama terpandang di berbagai profesi. Walaupun demikian kita punya kesempatan yang sama untuk dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Kita diberi kesempatan untuk menjadi INSPIRATOR.

Bagaimana mungkin ??
Sangat mungkin !!

Apa bagian dari hidup kita yang bisa menginspirasi orang lain ?
Semangat kerja keras, ketekunan, tidak pantang menyerah, kesabaran, kesetiaan yang terpancar dalam hidup kita, juga karya-karya kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.
Di saat kita memilikinya dengan kadar yang lebih dari orang lain, maka hidup kita layak untuk menjadi benchmark bagi orang lain yang ada di sekeliling kita.

Perlu bukti ?

Bukan hanya olahragawan (yang sarat dengan publikasi dan popularitas) yang dijadikan inspirasi oleh Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus menyebutkan profesi petani (yang bergelut dengan lumpur), dan prajurit (yang notabene adalah bawahan, bukan komandan) sebagai tokoh inspirasi. Petani dan prajurit yang jauh dari popularitas adalah inspirator yang luar biasa.
Apa sih yang dilihat Tuhan dari mereka ?

"Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya."
(2 Timotius 2:4)

"Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."
(Yakobus 5:7b)


Bahkan Tuhan menyuruh kita belajar dari SEMUT, bukan dari singa, harimau, yang adalah raja hutan yang perkasa.
Semut adalah inspirator yang luar biasa.

"....pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak :
biarpu tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen."
(Amsal 6:6-8)


Ketekunan, kesabaran dan kerja keras, kemauan, dan sikap yang pantang menyerah yang kita miliki akan menyadarkan orang-orang di sekeliling kita bahwa mereka juga bisa kalau mau mengerjakan semua hal itu.


Ada banyak inspirator dalam hidup saya.
Dan mereka adalah yang inspirator yang extreem.

Morjorie Newlin.
Mulanya dia adalah wanita biasa, orang kebanyakan, dan sudah mulai berumur (bahkan sudah sepuh !).
Di usia ke 72 tahun Morjorie memulai olah raga angkat berat di sebuah gymnasium di Philadelphia. Richard Brown seorang personal trainer di gym itu sangat kaget melihat seorang nenek tua yang memilih exercise tidak seperti para wanita lain umumnya. Dan nenek ini tetap datang dalam hitungan hari, minggu dan bulan. Akhirnya setelah beberapa bulan hasilnya mulai kelihatan.
Teman-teman bisa membayangkan seseorang perempuan tua berusia 72 tahun memiliki otot-otot

yang terbentuk di sekujur tubuhnya dan memiliki perut six packed, seperti Jennifer Lopez ?
Hmmm....nenek Morjorie memilikinya.
Dan ia memilikinya saat berusia usia 72 tahun.
(Ooohhh....I'm speechless !!, bikin ngiri..)
Sampai usia 86 tahun (jadi kira-kira 13 tahun berkiprah di kompetisi bodybuilding), nenek Morjorie memenangkan hampir 40 piala dalam berbagai kompetisi bodybuilding di Amerika, Itali, Perancis dan Jerman. Morjorie mungkin adalah bodybuilder tertua yang pernah ada. Dan nenek Morjorie berkompetisi dengan orang-orang yang berusia separuh dari umurnya !!

Ketekunan dan semangat (yang tidak dimiliki oleh orang-orang seusianya) teramat sangat menginspirasi saya dan sungguh mengubahkan paradigma saya. Kalau Morjorie di usianya yang ke 86 masih mampu lakukan, maka saya yang separuh usianya harusnya lebih mampu lagi. Kalau Morjorie di usia 72 tahun tidak malu untuk belajar sesuatu yang baru, seharusnya saya yang jauh lebih muda dari dia lebih tidak malu untuk belajar sesuatu yang baru.
Hidup Morjorie mengajarkan saya bahwa 'it's never too late to start'.

Dan inilah kalimat Morjorie yang layak diquote :
"I always felt I could do whatever I want to. And now I know I can."


A so so young man.
Anak muda ini sangat ingin melayani sebagai singer di gereja. Pada saat ia mendaftarkan diri dan mulai mengikuti training vokal, saya sangat terkejut. Suaranya.....minta ampun... fales banget.

Belum pernah saya temukan orang dengan tingkat fales seperti itu.
Falesnya sangat extreem. Setiap kali latihan vokalisi, ia tidak pernah bisa mengikuti nada dengan benar. Waktu untuk training yang diadakan,
hampir 50% dihabiskan untuk dia.
Kalau peserta yang lain sebentar saja sudah bisa mengikuti nada dengan benar, anak muda ini selalu gagal. Sehingga harus berkali-kali diajari. Tetap....masih saja fales di seluruh nada.
Setiap kali training diadakan, saya berharap-harap dia tidak datang.
Karena rasanya kepala saya pusing sampai ke ujung-ujung saraf saking capeknya untuk mengajari.
Eehhh....saya kecewa....dia nggak pernah absen. Selalu datang.
Malah teman-teman yang suaranya lebih bagus dari dia, kurang setia dan sering tidak datang latihan.
Saya sudah tidak bersemangat dan hampir give up untuk memberikan training. Orang-orang saya harapkan datang malah tidak datang, sementara yang tidak saya harapkan kedatangannya, malah setia banget selalu datang.

Akhirnya saya bersyukur dulu tidak menghalanginya untuk ikut training. Sekarang anak muda ini sudah menjadi singer yang baik, berkat ketekunannya belajar. Semua nasehat-nasehat dan ajaran-ajaran saya dia lakukan. Dan sekarang dia sudah tidak fales lagi kalau menyanyi.
Bahkan kini sedang diupgrade untuk menjadi WL.

Dia bukan orang terkenal, tetapi semangat, ketekunan dan sikap tidak pantang menyerah yang dia miliki sangat menginspirasi saya.
Hidupnya mengajarkan saya bahwa keadaan bisa diubahkan, tergantung mau atau tidak kita mengusahakannya.

Dalam hidup ini saya rindu bukan hanya terinspirasi dengan orang lain, tetapi hidup saya juga menjadi inspirasi bagi orang lain.
Saya rindu ada hal-hal baik dalam hidup saya yang bisa menjadi benchmark bagi orang lain.

Dulu saya selalu menganggap bahwa saya adalah songwriter yang sangat biasa-biasa. Bener loh...
Bahkan sampai sekarang juga saya masih merasa seperti itu
(artikel : "Are You The Chosen 1 ?").
Bila dilihat dari jumlah karya yang dihasilkan, karya yang dipublish, karya yang jadi hits, oohhh....saya sungguh nobody.
Suatu ketika ada seorang songwriter rohani (papan atas, karena hampir semua karya-karyanya menjadi hits), mengatakan bahwa ia mulai terdorong untuk menulis lagu terinspirasi dari salah satu lagu
yang saya tulis.
Saya merenung, "Masa sih Tuhan, karya saya yang biasa-biasa bisa menjadi inspirasi bagi orang lain?"
But, that is the fact.
Tuhan berkata seekor semut sekalipun dapat menjadi inspirator.

Teman-teman, jangan anggap sepele akan dirimu.
Tuhan menyatakan hari-hari ini bahwa semua kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Kita semua memiliki potensi untuk menjadi inspirator, dimana orang lain akan melakukan hal-hal yang seperti kita lakukan, bahkan hal-hal yang lebih besar lagi.

Dan kelak dengan bangga kita akan berkata seperti Mark Spitz,
"I'm just pleased that somebody was inspired by what I had done".

Mari mengubahkan wajah dunia dengan menginspirasi banyak orang untuk menjadi saksi Kristus sehingga dunia bisa melihat bahwa Yesus hidup, dan Yesus mengasihi dunia ini.
Selamat menjadi inspirator.


All blessings,


Julita

Monday, August 18, 2008

" Excuse me...'Jealousy' is not my middle name !! "



















Suatu ketika ada seorang Worship Leader (WL) baru di gereja kami yang memimpin Praise & Worship session dengan begitu luar biasa.
Seusai kebaktian gembala memujinya ditengah-tengah imam musik lainnya, dan apa reaksi para WL lainnya ?
“ Yaaah…terang aja…dia kan sudah pengalaman ? Jam terbangnya sudah banyak…”
Dengan kata lain kalau redaksi kalimatnya diubah,
(masih dengan pengertian yang sama)
“Yaaaah…saya juga bisa seperti itu kalau pengalaman dan jam terbang saya sudah sama seperti dia…”

Kenapa yah kok susah untuk mengiyakan saat seseorang dipuji ?
Nggak salah memiliki impian bahwa kalau kita juga akan sama seperti dia bila punya jam terbang yang sama, tetapi alangkah baiknya bila saat seseorang yang dipuji, kita juga ikut mengakuinya dan menyambutnya dengan kalimat “ Ya…dia memang WL yang bagus. Saya juga diberkati”.

Pernah ada seorang pengkotbah yang bercerita tentang pengerja baru di gereja yang sangat rajin sekali melayani. Ketika dipuji oleh gembalanya, apa reaksi pengerja-pengerja lama yang sudah mulai kendor semangat pelayanannya ?
Bukannya mengiyakan dan direfresh oleh semangat pengerja baru tersebut, mereka malah berkata “Kita liat aja…ntar lama-lama juga jadi seperti kita”

Mengapa nabi tidak dihargai dan dihormati di kampung halamannya, atau di tengah-tengah kerabat yang mengenalnya, yang justru seharusnya memberi dukungan kepadanya?


• Karena semua orang tidak harapkan sesuatu yang besar terjadi atas sesama rekan sekampungnya, yang mereka anggap tidak lebih hebat dari mereka.

Masa sih dia yang dipakai Tuhan ?
Apa lebihnya orang itu dari saya ?
Kenapa bukan saya yang dipakai ?

Musa mengaku bahwa ia adalah seorang yang gagap bicaranya.
Dan Musa pernah ditolak oleh bangsanya saat ia berusaha menjadi pendamai dua orang Ibrani yang sedang berkelahi. “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami ? (Keluaran 2:14a).
Tuhan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk meyakinkan Musa bahwa Tuhan mempunyai panggilan khusus baginya sebagai alat Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan.
Apakah keberhasilan Musa dihargai oleh saudara-saudara sebangsanya?
Tidak.
Dibuktikan dengan pemberontakan Datan, Abiram dan Korah bersama 250 orang Israel lainnya, yaitu pemimpin-pemimpin, yang semuanya orang-orang yang kenamaan (Bilangan 16:2). Mereka menuntut jabatan imam akibat ketidakpercayaan akan keimaman Musa dan Harun. (Bilangan 16:10).
Perlu dicatat, mereka adalah orang-orang kenamaan, orang-orang pintar, dan diakui, karena mereka terpilih melalui suatu rapat pemilihan.
Musa punya latar belakang istimewa sebagai pangeran Mesir, tetapi bagi bangsa Israel itu tidak cukup. Mereka berpendapat ada banyak orang-orang kenamaan yang lebih bisa berperan dari pada Musa.

• Karena tidak percaya bahwa seseorang itu punya panggilan khusus, mengingat latar belakang nya yang sangatlah tidak istimewa.

Tuhan Yesus yang luar biasa melakukan banyak mujizat, sulit sekali melakukannya di tanah kelahiranNya. Di kampung halamanNya cap atau image sebagai anak tukang kayu sungguh melekat dalam diriNya.
“Masa sih latar belakang anak tukang kayu bisa melakukan perkara-perkara ajaib seperti itu ?”


Ketidakpercayaan mereka membuat mujizat tidak bisa bekerja.
Ketidakpercayaan mereka membuat mereka sulit menerima bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang dijanjikan Allah.


• Karena kecemburuan semata

Hati kecil mengakui bahwa seseorang itu sebenarnya istimewa, tapi kita tidak ingin dia dipakai lebih dari kita. Kalau poin 1 dan 2 lebih disebabkan tidak menyadari ada suatu panggilan istimewa dalam diri seseorang, maka poin ke 3 ini sangat berbahaya.
Menyadari ada sesuatu yang istimewa, tetapi kecemburuan membuat kita menutup-nutupinya.

Seringkali dalam hidup ini kita juga melakukan hal yang sama.
Saya banyak bertemu penulis lagu rohani yang dengan sedih berkata bahwa karya-karya mereka tidak dihargai di gereja atau ministry mereka.
Saya bertemu seorang penyanyi yang punya hati untuk melayani dan punya kualitas suara yang luar biasa baik, tapi hanya menjadi pemimpin pujian dalam gereja anak. Bagi saya ia memiliki kualitas yang sangat memadai untuk melayani baik di ibadah anak maupun di ibadah dewasa.

Dalam perjalanan sebagai songwriter, saya kenyang dengan perlakuan teman-teman yang tidak mempercayai saya. Wajar sekali mereka meragukan saya. Lha...main keyboard aja hanya bisa di C, boro-boro bikin lagu..
Haha...hati-hati dengan mindset seperti ini, karena belakangan saya banyak bertemu songwriter yang minim sekali kemampuan bermusiknya, bahkan ada yang tidak bisa main alat musik sama sekali, tapi diberi talenta menulis lagu. Lagu-lagu yang mereka ciptakan bukan biasa-biasa, melainkan lagu-lagu berkualitas tinggi, dan sangat memberkati umat Tuhan.
Bagaimana caranya? Kok bisa ?
Mereka menulis lagu di dalam hati dan pikiran, karena tidak bisa menulisnya dalam notasi musik. Hebat kan ??
Kalau kita menolak mereka, maka kita kehilangan 'potensi untuk diberkati' melalui karya Allah dalam hidup mereka.

Tuhan Yesus adalah GURU AGUNG yang luar biasa dalam memberi teladan untuk tidak cemburu pada orang lain yang dipakai lebih besar dari kita.
Kalau ada pepatah mengatakan seorang murid tidak lebih besar dari gurunya, maka Tuhan Yesus punya sisi pandang yang berbeda.

Aku berkata kepadamu:
"Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari itu..."
(Yohanes 14:12)


Tuhan Yesus ingin kita dipakai lebih besar dari diriNya, saat kita ada di muka bumi ini. Dan itu terbukti.
Smith Wigglesworth membangkitkan orang mati lebih banyak dari Yesus ketika melayani di muka bumi ini, Kathryn Kuhlman menyembuhkan lebih banyak orang sakit, Billy Graham membawa lebih banyak jiwa bertobat, dan masih banyak nama lannya.

Tuhan Yesus tidak iri, tetapi Ia malah menginginkan supaya murid-muridNya lebih hebat lagi dipakai, karena fokus Tuhan adalah banyaknya jiwa-jiwa yang akan masuk Kerajaan Allah akibat ministry tsb.

Kalau Tuhan Yesus, GURU BESAR kita mampu melakukannya, alangkah malunya kalau kita (yang tidak ada apa-apanya dibanding Tuhan), tidak memiliki jiwa besar seperti Tuhan.

Yuuuk...mulai sekarang kita budayakan mengapresiasi saudara-saudara kita.
Harapkan sesuatu yang besar terjadi dalam hidup setiap mereka, sehingga ketika itu digenapi, kita tidak kaget dan menolaknya.

Excuse me... I want to introduce myself...
'Jealousy' is not my middle name..!!




All blessings,


Julita

Wednesday, August 13, 2008

SEMUA BAIK....(story behind the song)

"Dari semula, t'lah Kau tetapkan..
hidupku dalam tanganMu, dalam rencanaMu Tuhan..
Rencana indah t'lah Kau siapkan..
bagi masa depanku yang penuh harapan..."

"S'mua baik.....s'mua baik...
apa yang t'lah Kau perbuat di dalam hidupku..
S'mua baik....sungguh teramat baik..
Kau jadikan hidupku berarti"


Sebagai seorang songwriter lagu Kristiani, saya memberi nilai sangat tinggi untuk lagu ini. Bagi saya pribadi, lagu "Semua Baik" ini levelnya sama dengan lagu "Amazing Grace" (John Newton), "Still" (Reuben Morgan/Hillsong), lagu yang so simple tapi membawa kepada dimensi hubungan yang sangat teramat dekat dengan Tuhan. Bagi saya lagu "Semua Baik" adalah lagu yang tak akan lekang oleh waktu. Dengan kata lain lagu yang tidak mengenal season. Generasi demi generasi akan mengucap syukur kepada Tuhan melalui lagu ini. Sing that God is good all the time.
Apakah dalam hidup ini jarum jam sedang berada di angka 12 (di atas), atau sedang berada di angka 6 (di bawah), GOD IS GOOD.
Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan dalam hidup kita.

Kuasa pengucapan syukur melalui lagu ini sangat luar biasa.
Adalah mudah mengatakan 'semua baik' saat semua keadaan kita baik, tapi bagaimana saat mengalami yang tidak baik? Pasti tidak mudah mengatakannya. Tapi justru di saat itulah kekuatan yang dari Allah tercurah, memberi kita kemampuan untuk menjalani hidup ini, dan kelak, waktulah yang akan membuktikan bahwa 'benar...benar...Ia merancangkan damai sejahtera atas kita'.

Teman sepelayanan saya mengalaminya.
Bermula dari kesuksesan yang luar biasa dalam bisnis fashion retailnya. Toko-toko fashion lain di sekitarnya saat itu sangat iri melihat kesuksesan teman saya, sehingga banyak yang datang ke tokonya, pura-pura menjadi pembeli, hanya untuk melihat 'apa sih rahasianya, kok lebih rame dari yang lain ?'. Tapi kemudian, segala sesuatu tidak berjalan seperti yang direncanakan. Dagangannya mulai seret pembeli, begitu drastis terjadinya, sehingga teman saya ini benar-benar tidak siap menghadapinya. Singkat cerita tokonya pun harus ditutup, dan menyisakan begitu banyak hutang, dan stock yang menumpuk dan tidak tahu harus dijual kemana.
Segala upaya dicoba, memberi discount, sale besar-besaran, dan berusaha menjual ke daerah-daerah lain, tapi tetap saja gagal.
Dalam kegalauan hati, teman saya mencari Tuhan, tersungkur dalam doa-doanya.
Mengapa Tuhan? Mengapa Tuhan?
Teman saya bersaksi, tiba-tiba dalam kedukaannya ia digerakkan untuk menyanyikan "s'mua baik, smua baik apa yang t'lah Kau perbuat di dalam hidupku...".
Airmata mengalir deras dan ia berserah kepada Tuhan, bahkan mengucap syukur atas segala yang tidak enak yang dialaminya.
Tahun demi tahun yang berat berlalu, dan sekarang sebagai sahabatnya saya mau bersaksi kepada teman-teman. Tuhan tidak pernah meninggalkannya, dan Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan kepadanya. Sekarang teman saya beralih profesi menjadi seorang desainer interior yang lagi sibuk menerima job order. Teman saya ini sampai kewalahan mengerjakan dan menerima berkat dari Tuhan.
Semua baik, semua baik.

Siapa di balik penciptaan lagu ini?
Siapa orang yang luar biasa yang menciptakan lagu ini?
Lagu "Semua Baik" diciptakan oleh Budi Haryanto dan Tommy 'One Way' Widodo. Nama yang terakhir mungkin teman-teman familiar yah, karena Tommy adalah personel dari group band Kristen terkenal 'One Way'.
Tapi siapakah Budi Haryanto?
Budi sudah pulang ke Rumah Bapa, sehingga saya menggalinya dari
co-partnernya, Tommy, dan juga dari istri Alm. Budi, yaitu Yani.
Tulisan ini tidak menyertakan foto Tommy, karena Tommy lebih menonjolkan sisi Budi dalam penciptaan lagu ini.
(Yang penasaran bisa lihat wajah Tommy di album One Way).


Tommy menuturkan :
"Kisah dibalik terciptanya lagu ini terjadi sekitar 18 tahun yang lalu.
Bermula dari persahabatan saya dan Budi.
Waktu itu kita sama-sama belajar musik di gereja dan mulai belajar melayani.
Budi adalah anak pertama dari 5 bersaudara dari sebuah keluarga yang sangat sederhana. Hobinya main gitar dan bikin lagu. Dia seorang yang rajin dan setia melayani dimana saja, mulai dari komsel, persekutuan doa, sekolah minggu sampai acara-acara kebaktian, dia selalu pergi melayani ditemani sepedanya.


Suatu hari Budi datang ke rumah membawa bagian chorus (refrain) lagu "Semua Baik" dan minta saya untuk membuat bagian verse (bait) nya.
Akhirnya terciptalah lagu "Semua Baik" secara lengkap dalam waktu singkat karena inspirasi dariNya.
Singkat cerita saya dan Budi berpisah karena saya harus sekolah ke luar kota.
Beberapa waktu kemudian saya mendengar Budi sakit komplikasi dan kemudian meninggal dunia.



Budi meninggalkan istri dan seorang anak yang tuna rungu. Dia tidak meninggalkan warisan apa-apa (kekayaan) buat mereka.
Lagu "Semua Baik" direkam untuk yang pertama kali beberapa tahun kemudian, dalam album anak-anak bernama Revi, dan mulai dinyanyikan di banyak gereja.



Sejak kematian Budi, lagu itu mengajar saya untuk selalu melihat kebaikan Tuhan.
Budi dengan hidupnya yang sederhana dan penuh pergumulan, bahkan meskipun anaknya tuna rungu, dia bisa berkata lewat lagu ini bahwa semua yang Tuhan perbuat dalam hidupnya sangat baik.
Saya berdoa melalui lagu ini kita semua bisa selalu melihat kebaikan Tuhan apapun yang terjadi dalam hidup kita. Amin.
(Tommy)




From the deepest heart of Budi's wife :

Saya Yani, istri dari Alm.Budi Haryanto serta ibu dari Michael Ronaldo Setiabudi yang sekarang ini bersekolah di SLB-B Cimahi Bandung.
Didalam setiap langkah-langkah hidup kami, Tuhan Yesus selalu hadir memimpin jalan hidup kami ini. Dengan kasih-Nya Tuhan membimbing kami dalam kebenaran untuk masuk dalam rencana serta kehendak Tuhan, kami mrnyadari betapa kebaikan Tuhan Yesus itu tidak bisa dikatakan juga dihitung karena terlalu banyaknya tapi bisa dirasakan.
Segala yang Tuhan sudah buat adalah baik adanya,

karena itu kami bersyukur atas karya Tuhan Yesus yang membuat segala sesuatunya indah pada waktunya, serta baik adanya. Segala yang kami alami Tuhan Yesus itu sangat-sangat baik untuk menjadikan kami semakin dekat dengan Bapa.
Saya dan anak saya mengucapkan syukur, berterima kasih buat segala kebaikan serta pemeliharaan Tuhan Yesus atas hidup kami hingga saat ini. Waktu ini juga kami berterima kasih buat teman-teman yang sudah menolong baik dalam doa maupun sekolah anak kami, juga tak lupa kepada papi Daniel Alexander, Tommy Widodo yang sangat baik bagi kami serta
Kel. Bp. Adi Mulyanto dimana sekarang ini kami tinggal bersama-sama.
Tuhan Yesus memberkati. (Yani)



Menurut Yani, Budi pulang ke rumah Bapa tanggal 12 April 2000, karena penyakit jantung. Sebelumnya, pada saat penyakit Budi semakin parah, Budi dan Yani harus berpisah karena keadaan. Budi menjalani terapi di Temanggung, dan Yani bekerja di Solo untuk membiayai keluarganya. Dua minggu sebelum meninggal, dalam pertemuan terakhir mereka, Budi yang sudah sangat kurus, hanya kulit yang membalut tulang, berpesan kepada Yani untuk tetap melayani Tuhan dengan setia. Satu kalimat Budi yang sangat diingat dan dipegang Yani adalah "kalaupun saya dipanggil Tuhan, Tuhan akan pelihara hidup kamu dan Michael".
Michael masih berumur 4 tahun ketika papanya dipanggil Tuhan, dan 6 tahun kemudian, di tahun 2006, lagu "Semua Baik" sangat booming, dan memberkati banyak umat Tuhan dari berbagai denominasi. Yani juga merasakan berkat secara finansial dalam bentuk royalti, karena lagu ini banyak sekali direkam dalam berbagai album rohani.

Seperti kata Tommy, Budi pergi tidak meninggalkan warisan kekayaan.
Tapi masih ada satu warisan, yaitu sebuah lagu yang kelak menjadi berkat tidak hanya bagi Yani & Michael, tapi bagi banyak orang percaya, bahkan orang-orang yang tidak pernah dilihat oleh Budi.

Seperti apa yang Budi janjikan pada Yani pada saat-saat terakhirnya, Tuhan menggenapi, bahwa Ia memelihara hidup Yani dan Michael. Sampai saat ini Yani tetap percaya bahwa Tuhan itu baik, tetap mengatakan semua baik di dalam Tuhan, dan semua indah pada waktuNya.

Budi tidak sempat mendengarkan lagu ini direkam saat ia masih ada di muka bumi ini, tapi lagu ini bergerak cepat melangkah memberkati umat Tuhan, bahkan lebih dari yang Budi perkirakan. Lagu ini tidak hanya dapat dinyanyikan dalam bahasa Indonesia, juga telah ditranslate ke bahasa Jepang, dan Inggris.

Zenbu ii

Hajime kara mou keshiteita
watashi no inochi kami no tenohirani
utsukushii keikaku
watashi no mirai hontou akarui

reff :
zenbu ii
zenbu ii
nandemo sarareru yo
inochi no naka
zenbu ii
totemo ii
inochi ni imi ga aru yo



All Is Good

You have planned all things
from the beginning
for all you'have prepared for me
my life is in your hands oh Lord

i trust that your plans
are purposed for my good
for all future full of hope
and for abundant life

reff :
all is good, all is good
everything that you have done
in my life
all is good,truly good
i have meaning in my life
because of You







All blessings,

Julita Manik

Tuesday, August 12, 2008

Andaikan Ku Harus Memilih (the true stories)














.....pilihlah pada hari ini
pada siapa kamu akan beribadah..
(Yosua 24:15)


.....choose you this day
whom you will serve..
(Joshua 24:15)


Ada sebuah true story yang sangat menyentuh hati saya. Sebenarnya saya tidak mengenal pelaku true story ini, karena saya memperoleh testimony ini dari sahabat sang tokoh utama true story ini.

HER STORY:
Pada hari H pernikahan yang menjadi dambaan semua pasangan kekasih, sepasang calon mempelai sedang berada di dalam mobil pengantin yang segera menuju gedung gereja tempat pemberkatan pernikahan akan diadakan.
Semua keluarga dan sahabat dari kedua belah pihak mempelai sedang menantikan kedatangan mereka di gedung gereja tsb. Tiba-tiba di tengah perjalanan menuju ke gereja, bagaikan disambar halilintar mempelai wanita mendengarkan mempelai pria berkata padanya,
 "....ini adalah terakhir kalinya saya menginjakkan kaki di gereja."

Dengan kata lain sesudah pemberkatan pernikahan yang memang harus diselenggarakan di gereja, mempelai pria yang kelak akan menjadi kepala dalam rumah tangga mengatakan bahwa ia tidak akan menjadi pengikut Tuhan Yesus. Ternyata selama ini ia mau datang ke gereja hanyalah sebagai pendekatan kepada kekasihnya yang sangat mengasihi Tuhan Yesus.

Sang mempelai wanita mendadak berada di persimpangan jalan. Apa yang harus dilakukannya?
Tiba-tiba diperhadapkan dalam suatu pengambilan keputusan yang sangat sulit,  justru di hari bahagianya. Apakah pernikahan ini akan tetap diselenggarakan dengan konsekuensi suaminya yang akan menjadi pemimpin dalam keluarga (yang harus dihormatinya) bukanlah seorang pengikut Kristus?
Apa yang diputuskan sang mempelai wanita bukanlah suatu keputusan yang populer. Dan saya percaya 'tidak banyak orang' yang berani mengambil keputusan ini dan mempertaruhkan masa depannya.

"IA MEMBATALKAN PERNIKAHANNYA."














Tidak peduli kepada seluruh kerabat yang menantikannya dengan bahagia di gereja, tidak peduli kepada banyaknya undangan resepsi pernikahan untuk relasi yang sudah dikirimkan, tidak peduli kepada banyaknya biaya yang sudah dikeluarkan, dan tidak peduli kepada rasa malu yang akan mencoreng wajah keluarganya, IA MEMILIH UNTUK TIDAK JADI MENIKAH.
Sang mempelai wanita lebih peduli kepada Tuhannya.
Ia tidak mau menghianati Tuhannya.

Seperti Yosua di Perjanjian Lama, ia mau berkata :
"Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!"
(Yosua 24:15)


MY STORY:
Ketika masih single, saya pernah berusaha kompromi untuk hal ini.
Saya pikir it's ok membina hubungan dengan seseorang yang tidak percaya kepada Tuhan saya, asalkan saya tetap mengikut Tuhan dengan setia.
Kakak-kakak rohani berusaha menasehati saya dengan menceritakan kesaksian seorang wanita yang mengasihi Tuhan tapi bersuamikan orang yang tidak kenal Tuhan. Wanita ini harus menangis selama 40 tahun dalam doa-doanya sebelum akhirnya suami diselamatkan dan menjadi orang percaya. Mereka menasehati saya, "Kamu mau menghabiskan waktu bertahun-tahun seperti itu untuk pertobatan 'suamimu'?" 

Sesuatu yang saya pikir adalah "cinta" membutakan mata saya, dan saya mengabaikan nasehat kakak rohani saya.
Saya menaruh kaki saya di atas dua perahu.
Satu kaki di perahu pelayanan kepada Tuhan, satu kaki lagi di perahu 'pasangan' saya yang tidak cinta Tuhan. Suatu ketika dalam pergumulan yang melelahkan, saat itu dengan jelas Tuhan berkata (hampir seperti audible), firmanNya dalam :


Matius 6:24,
"Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan.
Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada seorang dan tidak mengindahkan yang lain...."





Akhirnya dengan susah payah dan dengan air mata yang tidak terhitung banyaknya, saya memilih Tuhan Yesus dan mengakhiri hubungan yang tidak seimbang itu.
Sekarang saya bersaksi kepada teman-teman, saya tidak pernah menyesali keputusan itu dan saya juga sangatlah diberkati dengan pilihan tersebut.
Mempelai wanita dalam testimony-nya memilih untuk mengabdi kepada Tuhan Yesus, karena ia tahu tidak mungkin ia bisa mengabdi kepada dua tuan.
Karena seseorang yang main ski air dan ditarik oleh dua perahu yang berbeda, pasti akan terjatuh dan gagal.
Pastikan hari-hari ini teman-teman memilih Tuan yang benar.

Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.
(Yosua 24:15)



All blessings,

Julita Manik








Rainbow Pinwheel - Link Select