Monday, December 29, 2008

A (Christmas) MOMENT TO REMEMBER, part 2



















Salah satu perayaan Natal yang berkesan adalah merayakannya bersama Pondok Anugrah. Sebenarnya bagi saya ini kunjungan dadakan. Sehabis mengisi di Sabuga 14 Desember, ternyata keesokan harinya ada perayaan Natal di Pondok Anugrah. Saya niatin banget untuk datang, karena adik saya Michael menjadi fulltimer mentor di sana.
FYI: Pondok Anugrah adalah sebuah tempat rehabilitasi yang diketuai oleh Bpk. Pungky. Adik saya Michael sangat bangga sekali bisa mengabdikan dirinya untuk melayani sesama di tempat rehab ini, dan jelas Bpk Pungky yang biasa dipanggil Ko Apung adalah idolanya. Dulu kebanyakan pasien rehab adalah korban drugs, tetapi belakangan ini ada pergeseran, kebanyakan penghuninya dalah orang-orang stress dengan berbagai latar belakang.
Ada yang karena terlalu pinter, ada yang karena bangkrut dan jatuh miskin, ada yang patah hati, ada yang karena disantet, dll. Di sini ada seorang mahasiswa ITB yang stress, dan omongannya selalu membahas Fisika, Matematika. Apapun bentuk pertanyaan kita, jawabannya pasti Fisika, dan Math.
Dulu saya nggak habis pikir, kok bisa yah Ko Apung terbeban dengan mereka. Kan nggak gampang menangani orang stress. Dan perlu dicatat, para mentor hanya mengandalkan kasih , doa, dan Firman Tuhan. Tidak ada tindakan medis di pondok rehab ini.
Dengan rasa ingin tahu yang besar saya datang ke Pondok Anugrah, yang berlokasi di Lembang, dan ini pengalaman pertama kalinya bagi saya.


DILIPUT OLEH SOLUSI LIFE
Wah ternyata di sana rame sekali. Karena acara Natal ini diliput oleh Solusi Life. Jadi pemandangan di sana adalah beberapa cameramen dengan para asistennya, lampu sorot, dan sound system lengkap di atas panggung. Hujan deras mengguyur Lembang termasuk di Pondok Anugrah. Dan herannya walau tiap tahun merayakan Natal pasti turun hujan, Ko Apung dan mentor berkeras tidak mau memasang tenda. Karena mereka yakin kalau mereka berdoa hujan berhenti, maka hujan akan berhenti. Dan selama 6 tahun nereka melakukan ini, dan hujan selalu berhenti. Tapi di tahun ke 7 ini saat diliput tim Solusi, hujan tidak berniat untuk menghentikan curahannya hingga acara berakhir. Sehingga kursi-kursi yang disediakan tidak bisa diduduki karena basah. Tapi yang mengherankan, tidak ada seorang tamupun yang berniat pulang. Semua mencari tempat berteduh sambil tetap dengan seksama mengikuti jalannya acara.
Tim Solusi memang ngga main-main dengan acara ini, selain datang dengan tim lengkap (lengkap dengan hostnya Bung Monti dan Olin), juga mereka menyediakan makanan yang berlimpah ruah untuk setiap yang hadir. Udah kayak pesta nikahan aja. Belum lagi gift-gift yang mereka sediakan untuk penghuni Pondok Anugrah.
Ko Apung menjelaskan kenapa hujan tidak berhenti. "7 adalah angka sempurna, Tuhan nggak mau saya sombong dan merasa bahwa ini adalah kehebatan saya kalau hujan berhenti. 6 kali hujan selalu berhenti, dan tahun ke 7 Tuhan tidak menghentikan hujan supaya Tuhan yang selalu ditinggikan atas pelayanan ini."
Cameramen juga tetap semangat dalam meliput walau cuaca tidak bersahabat.Dengan dipayungi dan berbalut plastik, terlihat kesungguhan hati mereka mengabadikan acara ini.





I WAS A SPIDERMAN
Beliau adalah seorang pengusaha, mantan penghuni yang harus direhab di Pondok Anugrah. Dan sekarang sudah mengalami pemulihan. Menurut testinya, dulu sering selingkuh, menghianati istri, dan terakhir disantet orang, sehingga selalu merasa dirinya Spiderman. Saya agak sedikit bingung dan penasaran mendengarnya, sehingga selesai acara saya bertanya kepada Michael adik saya, seperti apa sih perilakunya, sehingga mendapat julukan spiderman? Adik saya berkata, "Yaaah, pantang liat dinding, pasti ada aja anggota badannya yang nempel. Dan sampai mentor mengangkatnya, dia nggak akan lepas dari dinding. Karena perasaannya dia nempel di dinding, padahal sebenarnya nggak. Dan itu bisa berjam-jam, sampai akhirnya diamankan mentor."
Mujizat masih terjadi. Beliau kini bisa tegak besaksi karena telah mengalami pemulihan.


THE PATIENT















Semua pasien rehab saat itu berseragam kaos hijau, dan untuk membedakan pasien drugs, dan pasien stress, yang stress kepalanya dibotak. Mereka membuat suatu performance bersama, yaitu sama-sama menyanyikan lagunya Sari Simorangkir "Kaulah Harapan".





'Kupandang wajahMu dan berseru...
pertolonganku datang dariMu..
peganglah tanganku...
jangan lepaskan..
Kaulah harapan...
dalam hidupku..'





Saya sangat suka lagu ini, dan sudah nggak terhitung berapa kali menyanyikannya atau mendengar orang lain menyanyikannya. Tapi nggak ada yang lebih menyentuh dari moment yang ada di depan mata saya ini. Yaitu saat mendengar orang-orang yang stress (beberapa dari mereka diabaikan oleh keluarganya) menyanyikan pujian ini sambil mengangkat tangan ke surga. Terasa sekali bahwa mereka nggak punya harapan lain kecuali Yesus. Semoga kalian semua cepat sembuh ya...



THE MENTORS


















Ini wajah sebagian mentor yang mengabdikan dirinya melayani orang-orang tang terabaikan. Mereka ini orang-orang yang sungguh teruji keinginannya melayani Tuhan dan sesama. Tidak tergiur oleh uang, atau sesuatu yang lebih prestise. Mereka mengabdikan dirinya di tempat yang sunyi dan dingin di Lembang.


LONG WAITING TESTIMONY
















Ini moment yang paling ditunggu-tunggu, yaitu kesaksian Ko Apung.
Konon tim Solusi juga sudah menunggu lama untuk bisa mengabadikan kesaksiannya. Pada dasarnya Ko Apung sendiri ngga keberatan untuk bersaksi, tetapi beliau menunggu persetujuan mamanya, karena bagi keluarga menyaksikan yang beliau alami alah seperti membuka aib keluarga.

Sebelum kenal Tuhan Yesus, Ko Apung adalah seorang bandar judi. Singkat cerita, ia ditangkap, masuk penjara, dan beroleh hukuman yang semakin berat karena tidak bisa mengontrol emosinya saat di persidangan. Merasa stress, mulai ngedrugs sehingga mulai mengalami halusinasi. Beberapa kali mencoba bunuh diri, tetapi tetap tidak mati juga. Setelah keluar dari penjara, sosoknya sudah seperti orang gila, karena kerap mengalami halusinasi. Memakan tanah dan rumput, mengejar orang-orang yang lewat dari depan rumahnya, sampai suatu ketika ada seseorang yang memperkenalkannya pada Tuhan Yesus.
Pertobatannya membawa pemulihan dalam segala hal, dan menjadi cinta mati kepada Tuhan Yesus. Setelah mendengar kesaksiannya, sekarang saya nggak merasa heran kenapa Ko Apung bisa sangat terbeban dan sangat mengasihi orang-orang yang stress dan korban drugs. Karena dulu beliau juga seperti itu, dan Tuhan menyembuhkannya. Sekarang, Ko Apung, yang memilih untuk hidup single, mengabadikan dirinya total untuk orang-orang yang berlatar belakang seperti dirinya dulu.


Perayaan Natal di Pondok Anugrah ini mengajarkan saya banyak hal.
Betapa kasih Tuhan Yesuslah yang mampu memulihkan segala permasalahan kita.
Dan dengan kasih yang Dia berikan, kita bisa menjadi alat yang ampuh di tanganNya untuk menjangkau jiwa-jiwa yang membutuhkan.
Doa dan harapan saya, di tahun 2009, saya mau lebih lagi membagi hidup saya dengan orang, supaya lebih banyak lagi orang-orang yang melihat kasih Kristus dan diselamatkan.

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2009.


All Blessings,

Julita Manik



<br><br>



<br><br>