Tuesday, December 29, 2009

DARE TO DREAM in 2010



Serangkaian pelayanan Natal yang saya lakukan di tahun 2009, ditutup dengan kenangan yang sangat manis saat melayani di Natal GBI Asem Tiga Tegal, tanggal 27 Januari 2009 yang lalu.
Tegal adalah kota kecil, tapi mampu menunjukkan kemampuan yang besar dan terbaik bagi Sang Raja di hari Natal. Jujur itu di luar ekspektasi saya.

Mulai dari antrian jemaat yang sangat teratur dan rapi saat memasuki ruangan (pemandangan yang biasa di negera Barat, tapi sangat langka di Indonesia bahkan Jakarta...huhu..), musik pembuka sekualitas konser sekuler, penari-penari profetik, dan kejutan-kejutan manis sepanjang acara.
Hmmmh... ada fireworks loh..... yang seperti di konser-konser F4 atau RAIN..
All just I can say, "....wow...wow... OMG !... it is so beautiful."




Tapi yang paling mengesankan saya adalah ketika puluhan anak-anak Sekolah Minggu naik ke atas stage di akhir acara mengangkat selembar kertas yang berisikan impian mereka.



"THIS IS MY DREAM"




Banyak yang ingin menjadi dokter, pilot, polisi, pengusaha, pendeta, dan ada seorang gadis kecil nan cute yang membuat banyak orang tersenyum karena kertas yang diangkatnya bertuliskan "PELATIH ANJING".
Loh ....kok bisa?
Saya mau beri tahu teman-teman, anak-anak adalah pribadi yang paling berani bermimpi.
Mereka tidak pernah berpikir atau peduli tentang seberapa besar halangan yang akan menghadang mereka. Tapi semakin growing up mulai terjadi negosiasi dan kompromi terhadap mimpi kanak-kanak mereka... karena mulai melihat realita.


"DO YOU STILL DARE TO DREAM?"



Masa kanak-kanak saya dihiasi mimpi menjadi seorang Insinyur Pertanian.
Walau sedikit meleset, tapi not bad lah... paling nggak saya berhasil mewujudkan mimpi tersebut.
Bukan menjadi Insinyur Pertanian, tetapi Insinyur Teknik.
Tapi yang saya mau ceritakan kepada teman-teman bukanlah tentang mimpi Insinyurnya.
Di tengah-tengah masa perkuliahan saya, saya tahu ada a heaven's calling bagi saya untuk mulai menulis lagu-lagu rohani. Yang notabene sesuatu yang baru bagi saya dan sangat tidak saya kuasai.

I was not a singer either a musician. (boro-boro nyanyi, lha....ke gereja aja jarang kok...)
Juga jarang terlibat (kalau bukan karena terpaksa) dalam kegiatan-kegiatan musikal seperti vocal group kampus dsb.
Tapi karena meyakini itu adalah panggilan, saya hanya belajar taat dan percaya.

Seperti ketika masih kanak-kanak, ketika dapat panggilan dari Tuhan saya juga mau punya mimpi yang besar.
Saya katakan pada Tuhan, "Tuhan kalau Engkau mau pakai saya dalam bidang lagu rohani,  jadikan saya berkat bagi banyak orang. Ijinkan lagu-lagu saya dinyanyikan dan mempengaruhi hidup banyak orang. Dan ijinkan saya memiliki album rohani untuk share lagu-lagu yang Kau berikan."

Ternyata lebih mudah untuk menjadi seorang Insinyur daripada seorang penulis lagu rohani.
Saya menjalani mimpi saya yang kedua ini dengan sangat sulit.
"PENOLAKAN", adalah bahasa sehari-hari dalam perjalanan mimpi saya.

Apakah kemudian saya masih berani bermimpi ?



I WORK HARD FOR MY DREAM



The best way to make your dreams come true is to wake up.
(Paul Valery)


It means you have to wake up and work hard for your dream, dan bukannya hanya berpangku tangan atau berkompromi mengecilkan mimpi kita.

Saya masih ingat, saat itu saya masih memberanikan diri untuk tetap punya mimpi menjadi penulis lagu dan penyanyi rohani yang memberkati banyak orang. Walaupun lagu-lagu saya ditolak karena mungkin memang kualitasnya belum bagus. Saya terus bermimpi bahkan ketika waktu dengan cepat berlalu dan sepertinya saya sudah tidak punya waktu dan pengharapan lagi.

Waktu perayaan Natal 27 Desember 2009 di Tegal itu ada statement dari Micheangelo yang ditayangkan di layar multimedia. Saya percaya teman-teman akan diberkati membacanya.

The GREATEST DANGER  for most of us is not that our aim is TOO HIGH and we MISS it,
but that it is TOO LOW and we REACH it. 
(Michelangelo)

Ketika halangan menghadang, bukankah seringkali kita berkompromi dengan mimpi yang saya percaya Tuhan taruhkan dalam hati kita?
Kita mulai mengecilkan  mimpi kita, karena kita takut kita tidak akan pernah bisa mencapai sesuatu yang lebih besar.

Friends, kalau saya mengecilkan mimpi saya, maka tidak pernah akan ada album rohani dalam hidup saya, tidak ada lagu-lagu lagu lagi yang saya ciptakan direkam untuk memberkati banyak orang, karena yang ada di depan mata saya adalah  IMPOSSIBILITY.
Come on.... I was 40 years at that time... Is it still possible?

Apa yang saya lakukan ?
Saya tetap menulis lagu, saya melibatkan diri dalam semua pelayanan yang berbau musik, seperti mengikuti training di gereja, menjadi singer, menjadi worship leader, melatih choir, belajar keyboard lagi, belajar gitar (aduuh... teman-teman seruangan saya rata-rata anak-anak kecil yang udah jago main gitar.. haha..), bahkan saya memaksakan diri saya belajar vokal ke guru vokal sekuler yang saat itu sangat ternama dengan teman-teman les saya yang rata-rata masih anak SMA (rasanya kalau ingat-ingat saat itu, urat saraf malu saya kayaknya udah putus semua....hahaha).


THE MOST IMPORTANT THING YOU SHOULD REMEMBER



WALK WITH GOD.

Halangan dan rintangan pasti ada. Oleh karena itu sangat penting untuk tetap berjalan bersama Tuhan.
Kalau tidak, maka besar kemungkinan kita menyerah di tengah jalan.
Atau ya.. itu.. mengecilkan mimpi atau tujuan-tujuan kita.

Waktu masih mahasiswa, saya pernah mendaki gunung bersama teman-teman pecinta alam.
Aduuh....beratnya, dan saya berkali-kali berpikir untuk menyerah dan putar haluan turun ke bawah lagi.
Tapi ketika akhirnya bisa sampai di puncak gunung, saya akan menyesali sekali kalau saya pernah berniat untuk mundur. Pemandangannya.... indahnya minta ampun. Dan yang bisa melihatnya secara langsung (bukan dari TV atau hasil bidikan kamera) hanyalah orang-orang yang berani bayar harga berjalan sampai puncak.
Saya bisa melihat awan-awan tipis berarak di bawah saya, dan tentunya melihat bunga legenda.... Eidelweiss sang bunga abadi langsung dari sumbernya.

BERJALANLAH BERSAMA TUHAN.
KARENA PROMOSI DATANGNYA DARI TUHAN.

For promotion cometh neither from the east, nor from the west, nor from the south.
But God is the judge: he putteth down one, and setteth up another.
(Psalm 75:6-7/KJV)

Alih-alih berpangku tangan, saya melibatkan diri ke dalam apapun bentuk pelayanan musik yang terbuka di depan saya. Saya tahu bahwa promosi bukan dari Barat atau Timur, ... dari Tuhan.
Tapi bukan berarti saya tinggal menunggu saja, karena Tuhan bisa pakai Barat atau Timur atau apapun juga untuk mempromosikan saya mencapai mimpi.

And I wanna tell you my friends... my dream came true.
When I walk with God, all the obstacles, all the barriers, all the impossible things, are not the big issues.


ARE YOU READY TO DREAM IN 2010?




Sebentar lagi tahun 2009 akan berlalu.
Saatnya mulai menuliskan resolusi di tahun 2010. Kita masih punya waktu untuk merenung.
Apakah kita masih berani bermimpi ? Atau sebaliknya kita mulai mengurangi standard resolusi 2010?

Saya harap jawabannya, "Ya...saya masih berani bermimpi dan mengerjakan mimpi saya. Karena bersama Tuhan ALL THING IS POSSIBLE, included my dreams."

Renungkan ini sebelum menuliskan resolusi baru.

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that
YOU DIDN'T DO than by the ones you did do.
So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.
(Mark Twain)


SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU.



All blessings,

Julita Manik

Friday, December 25, 2009

CHRISTMAS MESSAGE




"Glo...oooo...ooo...ria....in excelsis Deo" atau "Malam kudus....sunyi senyap" adalah lagu pujian yang menjadi lagu wajib di kebaktian-kebaktian Natal hampir semua denominasi gereja.
Natal membawa sukacita yang berlimpah, perayaan yang meriah, dan tidak hanya di rumah-rumah atau di gereja-gereja, di mal-mal pun dipasang pohon Natal dengan lampu kerlap kerlip yang semakin menyemarakkan suasana.

Gereja-gereja yang menyelenggarakan kebaktian Natal harus menambah jumlah kursi jemaat, karena hampir bisa dipastikan 100% bahwa kehadiran jemaat akan membludak.
Penuh sesak.
Gift natal yang akan dibagikan ke jemaat terpaksa harus ditambah melebihi jumlah jemaat yang biasa beribadah di hari Minggu.


MEGA JOY ALL OVER THE WORLD



Saya sudah melayani lebih 10 kali di kebaktian Natal yang berbeda-beda, gereja besar dan gereja kecil, dengan berbagai thema Natal yang klasik maupun funky, semuanya punya suasana yang sama....SUKACITA.
Natal memang tidak bisa dipisahkan dari sukacita.

Lebih 2000 tahun yang lalu, suasana sukacita yang melimpah terlebih dahulu dirasakan para gembala di padang dan orang Majus.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
 Lalu kata malaikat itu kepada mereka (gembala di padang): "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 


Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka (orang Majus). Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
(Matius 2:9-10)


INILAH TANDANYA BAGIMU



Tanda pertama adalah bayi Yesus di palungan. Sosok bayi yang lemah.

Bukankah tanda ini kerap kita alami di hari-hari di hidup kita?
Sepertinya kita melihat Tuhan yang tidak berdaya untuk  menjawab doa kita? Sepertinya Tuhan kurang berkuasa melepaskan kita dari masalah kita? Sepertinya hingga kini kita tidak melihat tangan pertolonganNya?


THERE IS NO ROOM FOR YOU



Tanda yang kedua, Tuhan Yesus yang lahir di tempat yang sangat sederhana, tidak mendapat tempat di penginapan yang layak, "there is no room for them in the inn" (Luke 2:7/KJV)

THERE IS NO ROOM FOR YOU IN THIS CRUEL WORLD.

Nggak heran dengan maraknya upaya bunuh diri yang seolah-olah menjadi trend akhir-akhir ini di Jakarta.
Orang-orang yang sedang dilanda depresi, merasa tidak ada lagi tempat baginya di dunia ini.
Tidak ada lagi yang bisa diandalkan, tidak ada pengharapan, dan semuanya menjadi gelap.
 

FOCUS ON JESUS




But my friends, jangan lihat palungannya, jangan juga terpaku pada kandang dombanya.
FOCUS IN JESUS. BELIEVE IN JESUS.
Maka kita akan mengalami hidup yang berkemenangan untuk mengatasi segala kesulitan yang menghadang di tahun 2010.
Bagaimana mungkin?

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: 
Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
(Yesaya 9:5)

Empat nama yang disandang Yesus ketika dilahirkan ke dunia ini, sudah cukup bagi kita untuk menguatkan dan menolong kita mengarungi hidup yang penuh tantangan.

PENASIHAT AJAIB.    Ia berjanji akan memberi nasihat dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh, dan Ia tak pernah mengalihkan mataNya dari kita. Di dunia yang carut marut dan semrawut kita sangat perlu nasihat surgawi, dan Tuhan menyediakannya untuk kita.

ALLAH YANG PERKASA.   Yang selalu akan membela dan berperang untuk kita.
Apa lagi yang harus kita takutkan, bila Tuhan pencipta seluruh langit dan bumi berpihak kepada kita?

BAPA YANG KEKAL.   Tuhan Yesus berkata kalau kita bapa di dunia yang notabene jahat dan tidak sempurna ini saja tahu memberi yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa yang di surga?
"ASK and it will be given to you, SEEK and you will find, KNOCK and the door will be opened unto you."

RAJA DAMAI.   Damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala akal akan memelihara hidup kita. Bahkan di dunia yang suram dan sulit. Kita tidak pernah akan kekuarangan damai karena kita memiliki Yesus.





So my friends.....jangan takut... jangan menyerah...
Jangan sampai kehilangan makna Natal.
Lebih 2000 tahun yang lalu, para gembala dan Majus juga melihat tanda yang sama.
Rasanya sulit untuk percaya apakah benar Yesus seorang Raja? Tapi mereka percaya dan mengalami kesukaan besar. Demikian hendaknya dengan kita semua.

Enjoy the Christmas day, receive the mega joy, and experience the 4 names of Jesus Christ, Wonderful Counselor, Almighty God, Everlasting Father, and Prince of Peace.

Merry Christmas.


All blessings,

Julita Manik

Thursday, December 3, 2009

THE STORY OF LETTERS



Kejadian ini di tahun 2008, seorang India yang memiliki toko kelontong di Bristol Inggris, kaget sekali ketika menerima sepucuk surat dari seseorang yang mengaku pernah mencuri rokok di toko tersebut 7 tahun yang lalu (!!!), yaitu di tahun 2001.
Yang lebih menakjubkan lagi, surat tersebut dilampiri juga dengan uang £100 (5 lembar uang £20) untuk membayar ganti rugi 400 batang cigarettes yang dicurinya saat itu.
Demikian isi suratnya.......




Tanpa surat ini, pemilik toko maupun para pembaca kisah ini tidak akan pernah tahu bahwa ternyata pencurinya adalah seorang jobless dan drugs addict yang memiliki hidup sangat semrawut dan berantakan.
Dan melalui surat ini pula kita mendapat informasi bahwa sang pencuri sangat menyesali perbuatannya.
Ia berusaha menata kembali kehidupannya dan butuh waktu 7 tahun untuk mewujudkan mimpi yaitu mengganti segala kerugian yang ditimbulkan perbuatannya di toko tsb.
Kemudian yang terjadi,  pemilik toko sangat tersentuh membaca surat permohonan maaf ini dan ia mendonasikan uang £100 tsb untuk charity.

Ada lagi kisah surat yang menyentuh lainnya.


STORY OF LOVE LETTERS



Mungkin nggak banyak yang tahu bahwa mantan presiden US Ronald Reagan benar-benar crazy fallin' love kepada Nancy Reagan istrinya, sampai buku tentang kisah cinta mereka dipublikasikan dalam buku  Nancy Reagan
"I Love You, Ronnie".
Dan di dalam buku itu dimuat surat-surat cinta yang ditulis oleh Ronald Reagan ditujukan kepada Nancy.
Saya nggak punya bukunya, tapi beberapa kutipan isi surat cinta Ronnie bisa dibaca di internet.
Kesimpulan saya, mantan presiden AS ini romantiisssss habiiiiisss, dan sangat cintaaaaaaa kepada istrinya. Kok bisa menyimpulkan seperti itu ?

Jelas aja, nggak cukup saying "I love you" tiap bangun tidur, Ronald Reagan menulis surat cinta kepada Nancy rutin.
Sekali lagi rutin ..... alias seriiiing banget.
Bayangkan, surat-surat cinta ini ditulis dari tahun 1950 sampai 1990an
(40 tahun lebih !!!).
Mulai dari jaman Ronald Reagan masih aktor Hollywood, menjadi Gubernur California, bahkan tidak berhenti ketika ia menjadi orang nomer 1 di USA. Can you imagine, di tengah-tengah kesibukan yang puadaaat, masih nyempetin mengekspresikan cintanya.
White House, maupun Air Force One menjadi saksi bisu terhadap gelora cinta sang Presiden.

Ketika sudah tidak lagi menjadi Presiden, tahun 1995 Ronald Reagan di usianya yang ke 84 tahun, didiagnosa menderita penyakit Azheimer.
Penyakit yang dengan pelan tapi pasti merenggut memori dari penderitanya. Sampai akhirnya lupa kepada semua hal yang pernah terjadi dalam hidupnya, lupa semua orang yang dikasihinya, ...termasuk Nancy.




(Yang suka film Korea, ada kisah cinta yang mengharu-biru tentang seorang wanita penderita Alzheimer, "A Moment To Remember", saya guarantee pasti banjir air mata deh nontonnya, khususnya kaum saya).


Ronald Reagan akhirnya kembali kepada PenciptaNya setelah berperang melawan penyakit ini selama 10 tahun.

Banyak orang kagum kepada Nancy yang merawat Reagan dengan penuh kasih sampai akhir hayatnya. Perjuangan yang nggak gampang. Apalagi saat suaminya lupa kepadanya, lupa semua hal manis dan indah yang pernah terjalin di antara mereka. Dan kondisi fisik Reagan semakin merosot, sampai akhirnya lumpuh tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Sementara itu, Nancy sebagai eks First Lady masih harus melakukan kegiatan-kegiatan sosial dengan tersenyum, sangat kontras ketika pulang ke rumah harus menghadapi beban berat yang semakin lama semakin bertambah berat.

Apa yang membuat dia bisa bertahan, bahkan ketika suaminya sudah lupa kepadanya, tidak bisa bicara lagi kepadanya?


THE POWER OF HUNDREDS LOVE LETTERS



Saya percaya sekali, ..... ratusan surat cinta dari Ronald Reagan yang ditulis dalam kurun lebih dari 40 tahun menguatkan Nancy.

Reagan memang sudah tidak bisa berkomunikasi lagi, tidak ingat apapun lagi, tapi surat-surat cintanya yang hangat, pasti membuat Nancy bisa tegak berdiri lagi.
Surat-surat itu menggantikan Reagan berbicara.
Surat-surat itu mengingatkan Nancy siapa Reagan sesungguhnya.
Seseorang yang sangat cinta kepadanya.
Saat Nancy letih, tapi ketika membaca kalimat yang pernah ditulis Reagan dalam suratnya "whatever I treasure and enjoy … all would be without meaning if I didn’t have you" membangkitkan semangatnya dan memberikan kekuatan lebih.


"TILL DEATH DO US APART"



Pada hari pemakaman Reagan, setelah bendera di atas peti jenazah dilipat dan diserahkan kepada Nancy, Nancy mencium peti tsb dan jelas terlihat mulutnya mengucapkan, "I love you....".
Mengharukan yah..
Selama ini saya hanya tahu Ronald Reagan adalah Presiden AS dan menderita Alzheimer.
Thanks to his love letters, membawa saya kepada perspektif yang berbeda.
Dan saya belajar lebih lagi tentang cinta.


STORY OF HEAVENS LETTERS



Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.
(Mazmur 19:1-5)

Langit yang tidak bisa berbicara, tidak ada kata dan suara terdengar, tapi firman Tuhan menuliskan langit dan cakrawala menceritakan dan memberitakan kemuliaan Tuhan dan perbuatan tanganNya.
Setiap kita menatap ke langit, memandang alam semesta, walau kita tidak bisa mendengar suaranya, tapi kita dapat membaca betapa besar Tuhan kita, betapa ajaib perbuatanNya, dan betapa tak terselami jalan-jalanNya.


STORY OF CHRIST LETTERS





Kita semua tahu bahwa Alkitab adalah surat cinta dari Tuhan untuk kita semua.
Melalui Alkitab kita tahu bawa Tuhan sangat mengasihi kita dan menginginkan yang terbaik terjadi dalam hidup kita. Tapi selain Alkitab, Tuhan punya surat yang lain.......

You yourselves are our letter, written on our hearts, known and read by everybody.
 (2 Corinthians 3:2, NIV)


You show that you are a letter from Christ, the result of our ministry,
written not with ink but with the Spirit of the living God,
not on tablets of stone but on tablets of human hearts.
(2 Corinthians 3:3, NIV)

We are a letter from Christ. Kita adalah surat dari Tuhan.
Hidup kita dalam Tuhan, apa yang kita alami bersama Tuhan, saat kita belajar melakukan firman Tuhan, belajar memegang janji Tuhan di saat-saat sulit sekalipun, Tuhan menuliskannya sebagai surat dalam hidup kita. Dituliskan bukan dengan tinta yang bisa memudar, bukan di atas kertas yang bisa usang, tapi dituliskan oleh Roh Kudus dalam loh hati kita.
Kenapa Tuhan membuat kita menjadi suratNya? Apa yang Tuhan inginkan?


DON'T FOLD THE LETTER.....PLEASE !



Tuhan ingin kita semua menjadi surat yang terbuka.

Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
(2 Korintus 3:2)

Menjadi surat yang terbuka supaya dapat dibaca oleh semua orang.
Bagaimana caranya supaya bisa dibaca oleh semua orang?

Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku,
aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
(Mazmur 9:2)




Jangan menutup rapat-rapat apa yang Tuhan perbuat dalam hidup kita.
Mari kita belajar bersaksi, menceritakan segala kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
Friends, udah nggak jamannya lagi kalau yang bisa menyaksikan Firman Tuhan, karya-karya Tuhan hanyalah para Pendeta ataupun Penginjil.
Kita juga bisa menyaksikannya.
Tidak ada yang terlalu kecil untuk diceritakan, bila itu tentang Tuhan.
Lha....., langit dan cakrawala aja, yang nggak bisa berkata-kata, yang suaranya tidak terdengar, berani bersaksi, apalagi kita yang punya segala built-in facility...


GO TELL IT ON THE MOUNTAIN...



Seringkali yang terjadi saat kita mengadakan Komsel, pas giliran kesaksian, kalimat yang paling mudah dan umum untuk diucapkan adalah
"Pass.....pass..... yang lain dulu deh...".

Saya percaya, sebagai anak-anak Tuhan, nggak mungkin Tuhan nggak melakukan sesuatu dalam hidup kita. Pasti sudah banyak surat ilahi yang ditorehkanNya dalam hati kita.
Dan yang Tuhan mau, surat itu bisa dibaca oleh semua orang. Caranya ?
Nggak lain nggak bukan.....BERSAKSI.

Go...go...go... tell it on the mountain.
Bukan hanya ketika kita ada di gunung kemenangan, bahkan saat kita ada di gunung masalah pun, mari belajar bersaksi tentang Tuhan.
Di foto di atas, ada teman saya yang ketika bersaksi, masih menunggu jawaban dari Tuhan. Deraian airmata mengiringi kesaksiannya. Tapi apa yang dia saksikan, keteguhan hatinya untuk tetap mengikut Tuhan, menguatkan dan memberkati semua yang hadir.

Dan saya mau katakan, kehidupan rohani saya saat ini, banyak dibentuk dengan mendengarkan kesaksian teman-teman saya. Ketika mereka bersaksi, sepertinya saya sedang membaca surat kehidupan mereka.
Huruf-huruf mati di dalam Alkitab dibawa kepada realita. Dan realita membuktikan bahwa FirmanNya benar.
Masih berlaku dan akan terus berlaku. Tidak akan pernah berubah.

Terimakasih Tuhan, kalau hidup kami boleh menjadi suratnya Tuhan.
And to all of my friends, let's make our lives as an open letter from Christ, known and read by everybody. 


All blessings,

Julita Manik